SUASANA berbeda terasa di GOR Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, ketika para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) hadir untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah internal Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM-FK) Unisba, sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian.
Dipimpin oleh dr. Rika Nilapsari, SpPK, MPd.Ked sebagai ketua tim, kegiatan ini juga melibatkan beberapa dosen dan dokter spesialis berpengalaman, di antaranya Dr. Noormartany, dr., SpPK(K), MSi, Dr. Yani Triyani, dr., SpPK Subsp P.I(K), MKes, dr. Samsudin Surialaga, M.Si, serta dr. H. Muhammad Iqbal, SpPD, MMRS. Mereka hadir dengan semangat untuk memberikan edukasi sekaligus solusi kesehatan kepada masyarakat setempat.
Tema yang diusung adalah “Sosialisasi Kesehatan dan Pencegahan Kegawatan Jantung kepada Tokoh Masyarakat Kampung Cisaat, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung”. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Kepala Desa Pangauban serta kerja sama dengan Pimpinan Pondok Pesantren Baitur Rohman yang juga berada di wilayah tersebut.
Acara resmi dibuka dengan sambutan virtual dari Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes, M.MRS, sementara sambutan secara langsung disampaikan oleh Kepala Desa Pangauban.
Program PkM ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, yang sebelumnya sudah digelar, lebih menitikberatkan pada edukasi kesehatan yang dibawakan oleh para dosen dan dokter spesialis, khususnya terkait penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara itu, kegiatan tahap kedua yang berlangsung kali ini berfokus pada upaya promotif dan preventif.
Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan fisik dasar, skrining laboratorium untuk deteksi dini penyakit kronis, serta pemberian pengobatan dan suplemen kesehatan. Pendekatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung.
Tingginya Risiko Penyakit Jantung di Desa Pangauban
Berdasarkan survei kesehatan yang telah dilakukan di Kampung Cisaat, ditemukan fakta mencengangkan bahwa 60–70 persen warga, khususnya kelompok usia lanjut, sering mengeluhkan masalah kesehatan serius. Beberapa kasus bahkan menunjukkan gejala klasik serangan jantung, seperti nyeri dada hebat dan sesak napas, yang kemudian terkonfirmasi di fasilitas kesehatan sebagai serangan jantung akut.
Selain itu, warga juga banyak mengeluhkan penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, rematik, hingga nyeri otot, yang umumnya dipengaruhi faktor usia dan kondisi pekerjaan. Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai buruh tani, pekebun, maupun peternak, dengan jam kerja panjang mulai dari dini hari hingga menjelang siang. Aktivitas fisik berat ini, tanpa diimbangi pola hidup sehat, menambah risiko munculnya penyakit kronis.
Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adalah jarangnya mereka berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan formal. Sebaliknya, sebagian besar warga lebih memilih mengonsumsi obat warung, mendatangi mantri atau orang pintar, dan bahkan cukup sering mengonsumsi minuman berenergi untuk menambah stamina saat bekerja.
Namun di sisi lain, terdapat potensi positif. Setiap hari Jumat, setelah melaksanakan salat Jumat, tokoh-tokoh masyarakat biasa berkumpul di masjid untuk membahas berbagai persoalan sosial. Momentum inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh tim FK Unisba untuk menyelipkan kegiatan sosialisasi kesehatan, sehingga penyampaian pesan lebih tepat sasaran.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan tokoh masyarakat agar mampu menjadi agen sosialisasi kesehatan di lingkungannya. Dengan demikian, informasi penting mengenai pencegahan kegawatan jantung tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari warga.
Metode yang ditempuh mencakup Penjaringan kesehatan warga dengan dukungan dokter-dokter alumni FK Unisba di Kabupaten Bandung. Kedua, Pemberian obat gratis sesuai indikasi bagi warga yang membutuhkan. Ketiga, Pendampingan dan penyuluhan dengan bahasa sederhana, menggabungkan ilmu medis dan perspektif Islam tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Sehat sebagai Investasi Ibadah
Kegiatan ini juga dikuatkan dengan nilai-nilai Islami. Tim pengabdi mengingatkan masyarakat bahwa Islam sendiri sangat menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 195: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
Selain itu, mereka juga menyinggung QS Al-Baqarah ayat 57, yang menekankan agar manusia senantiasa mengonsumsi makanan yang baik dan halal, karena kelalaian terhadap hal ini justru akan merugikan diri sendiri.
Kegiatan PkM ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 70 warga Desa Pangauban, berlangsung tertib dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati penyakit yang sudah terlanjur parah.
Di akhir kegiatan, tim pengabdi berharap pesan yang disampaikan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mencegah risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan kronis lainnya.(sani/png)

