Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Sosialisasi Pencegahan Kegawatan Jantung di Desa Pangauban: Kolaborasi Unisba dan Tokoh Masyarakat
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
FeatureInfo Kampus

Sosialisasi Pencegahan Kegawatan Jantung di Desa Pangauban: Kolaborasi Unisba dan Tokoh Masyarakat

admin@mediakampus
Last updated: September 19, 2025 4:51 am
admin@mediakampus Published September 19, 2025
Share
SHARE

SUASANA berbeda terasa di GOR Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, ketika para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) hadir untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah internal Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM-FK) Unisba, sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian.

Contents
Tingginya Risiko Penyakit Jantung di Desa PangaubanSehat sebagai Investasi Ibadah

Dipimpin oleh dr. Rika Nilapsari, SpPK, MPd.Ked sebagai ketua tim, kegiatan ini juga melibatkan beberapa dosen dan dokter spesialis berpengalaman, di antaranya Dr. Noormartany, dr., SpPK(K), MSi, Dr. Yani Triyani, dr., SpPK Subsp P.I(K), MKes, dr. Samsudin Surialaga, M.Si, serta dr. H. Muhammad Iqbal, SpPD, MMRS. Mereka hadir dengan semangat untuk memberikan edukasi sekaligus solusi kesehatan kepada masyarakat setempat.

Tema yang diusung adalah “Sosialisasi Kesehatan dan Pencegahan Kegawatan Jantung kepada Tokoh Masyarakat Kampung Cisaat, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung”. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari Kepala Desa Pangauban serta kerja sama dengan Pimpinan Pondok Pesantren Baitur Rohman yang juga berada di wilayah tersebut.

Acara resmi dibuka dengan sambutan virtual dari Dekan Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes, M.MRS, sementara sambutan secara langsung disampaikan oleh Kepala Desa Pangauban.

Program PkM ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, yang sebelumnya sudah digelar, lebih menitikberatkan pada edukasi kesehatan yang dibawakan oleh para dosen dan dokter spesialis, khususnya terkait penyakit jantung dan pembuluh darah. Sementara itu, kegiatan tahap kedua yang berlangsung kali ini berfokus pada upaya promotif dan preventif.

Rangkaian kegiatan mencakup pemeriksaan fisik dasar, skrining laboratorium untuk deteksi dini penyakit kronis, serta pemberian pengobatan dan suplemen kesehatan. Pendekatan ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi kesehatan masyarakat, sekaligus mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung.

Tingginya Risiko Penyakit Jantung di Desa Pangauban

Berdasarkan survei kesehatan yang telah dilakukan di Kampung Cisaat, ditemukan fakta mencengangkan bahwa 60–70 persen warga, khususnya kelompok usia lanjut, sering mengeluhkan masalah kesehatan serius. Beberapa kasus bahkan menunjukkan gejala klasik serangan jantung, seperti nyeri dada hebat dan sesak napas, yang kemudian terkonfirmasi di fasilitas kesehatan sebagai serangan jantung akut.

Selain itu, warga juga banyak mengeluhkan penyakit lain seperti hipertensi, diabetes, rematik, hingga nyeri otot, yang umumnya dipengaruhi faktor usia dan kondisi pekerjaan. Mayoritas masyarakat setempat bekerja sebagai buruh tani, pekebun, maupun peternak, dengan jam kerja panjang mulai dari dini hari hingga menjelang siang. Aktivitas fisik berat ini, tanpa diimbangi pola hidup sehat, menambah risiko munculnya penyakit kronis.

Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adalah jarangnya mereka berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan formal. Sebaliknya, sebagian besar warga lebih memilih mengonsumsi obat warung, mendatangi mantri atau orang pintar, dan bahkan cukup sering mengonsumsi minuman berenergi untuk menambah stamina saat bekerja.

Namun di sisi lain, terdapat potensi positif. Setiap hari Jumat, setelah melaksanakan salat Jumat, tokoh-tokoh masyarakat biasa berkumpul di masjid untuk membahas berbagai persoalan sosial. Momentum inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh tim FK Unisba untuk menyelipkan kegiatan sosialisasi kesehatan, sehingga penyampaian pesan lebih tepat sasaran.

Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan tokoh masyarakat agar mampu menjadi agen sosialisasi kesehatan di lingkungannya. Dengan demikian, informasi penting mengenai pencegahan kegawatan jantung tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari warga.

Metode yang ditempuh mencakup Penjaringan kesehatan warga dengan dukungan dokter-dokter alumni FK Unisba di Kabupaten Bandung. Kedua, Pemberian obat gratis sesuai indikasi bagi warga yang membutuhkan. Ketiga, Pendampingan dan penyuluhan dengan bahasa sederhana, menggabungkan ilmu medis dan perspektif Islam tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Sehat sebagai Investasi Ibadah

Kegiatan ini juga dikuatkan dengan nilai-nilai Islami. Tim pengabdi mengingatkan masyarakat bahwa Islam sendiri sangat menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 195: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Selain itu, mereka juga menyinggung QS Al-Baqarah ayat 57, yang menekankan agar manusia senantiasa mengonsumsi makanan yang baik dan halal, karena kelalaian terhadap hal ini justru akan merugikan diri sendiri.

Kegiatan PkM ini diikuti dengan antusias oleh sekitar 70 warga Desa Pangauban, berlangsung tertib dan penuh semangat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan mengobati penyakit yang sudah terlanjur parah.

Di akhir kegiatan, tim pengabdi berharap pesan yang disampaikan tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mencegah risiko penyakit jantung dan gangguan kesehatan kronis lainnya.(sani/png)

TAGGED:#KesehatanJantung #UnisbaPeduli #PengabdianMasyarakat #FKUnisba #PencegahanPenyakit #DesaPangauban
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Festival Muharram 1448 H Meriahkan Perumahan Unisba, Warga Gelar Pawai Obor dan Syiar Hijrah

Festival Muharram 1448 H Meriahkan Perumahan Unisba, Warga Gelar Pawai Obor dan Syiar Hijrah

admin@mediakampus admin@mediakampus Juni 17, 2026
Fakultas Syariah Unisba Gelar Rukyat Hilal Awal Zulhijah 1447 H di Observatorium Albiruni
Unisba dan PERADI SAI Resmi Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Hukum Berbasis Integritas dan Profesionalisme
Tim PKM dan LPPM Unisba Dukung UMKM Sarijadi dengan Bimtek dan Sertifikasi Halal
FH Unisba Perkuat Kolaborasi Strategis, Teken MoA dengan Pengadilan Tinggi Bandung
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar