Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Film Purnama FFJB Putar Empat Film Lokal, Angkat Isu Lingkungan dan Sosial
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Film Purnama FFJB Putar Empat Film Lokal, Angkat Isu Lingkungan dan Sosial

admin@mediakampus
Last updated: Juli 23, 2026 4:33 am
admin@mediakampus Published Juli 23, 2026
Share
Forum Film Jawa Barat (FFJB) kembali menyelenggarakan program Film Purnama, Jumat (24/7/2026) sebagai ruang apresiasi, edukasi, dan diskusi bagi insan perfilman serta masyarakat. Kegiatan ini menghadirkan empat film pendek karya sineas dan rumah produksi independent di Jawa Barat yang mengangkat isu lingungan dan isu sosial melalui bahasa sinema.(foto: ffjb)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Forum Film Jawa Barat (FFJB) kembali menggelar program Film Purnama pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi, edukasi, sekaligus pertukaran gagasan bagi sineas, akademisi, komunitas film, dan masyarakat.

Contents
Diskusi Mengupas Proses Kreatif dan Pesan FilmMemperkuat Ekosistem Film Independen Jawa Barat

Pada penyelenggaraan kali ini, Film Purnama menayangkan empat film pendek karya sineas dan rumah produksi independen asal Jawa Barat. Keempat film tersebut menyampaikan beragam persoalan sosial, budaya, dan lingkungan melalui pendekatan sinematik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Film-film yang diputar terdiri atas “Rogahala” produksi Shootclick Pictures, “Bandung Kota Kembung” karya mahasiswa Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI), “Perfecting A Flaw” produksi Kupukupu Production, serta “Saucap Nyata” karya Framemograph.

Meskipun mengangkat tema dan gaya penceritaan yang berbeda, keempat film tersebut sama-sama menawarkan refleksi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Bahasa visual, karakter, konflik, dan sudut pandang para pembuat film menjadi sarana untuk menyampaikan kritik sekaligus membangun kesadaran penonton.

Diskusi Mengupas Proses Kreatif dan Pesan Film

Selain pemutaran film, Film Purnama menghadirkan sesi diskusi bersama sejumlah narasumber. Pembahasan difokuskan pada isu yang dinarasikan dalam setiap film, proses kreatif selama produksi, serta tantangan yang dihadapi para sineas dalam menerjemahkan gagasan ke dalam medium audiovisual.

Diskusi dipandu oleh Askurifai Baksin sebagai moderator. Dialog berlangsung interaktif dengan mempertemukan pengalaman pembuat film, pandangan narasumber, serta tanggapan para peserta.

Para narasumber menjelaskan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang refleksi, kritik sosial, dan pendidikan publik. Melalui kekuatan cerita dan bahasa sinema, film mampu mengajak masyarakat melihat persoalan sosial dan lingkungan dari sudut pandang yang lebih luas.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, komentar, dan tanggapan yang disampaikan sepanjang kegiatan. Pertukaran gagasan tersebut membuat sesi diskusi berlangsung dinamis sekaligus memperkaya pemahaman peserta mengenai proses penciptaan dan pemaknaan sebuah film.

Memperkuat Ekosistem Film Independen Jawa Barat

Program Film Purnama mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Kegiatan ini dihadiri komunitas film independen, mahasiswa perfilman, akademisi, pelaku kreatif, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap perkembangan perfilman lokal.

Kehadiran peserta dari beragam latar belakang menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap ruang pemutaran dan diskusi film independen di Jawa Barat. Forum semacam ini juga membuka peluang pertemuan dan kolaborasi antara sineas, komunitas, lembaga pendidikan, dan penonton.

Melalui penyelenggaraan Film Purnama, Forum Film Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk ikut membangun ekosistem perfilman yang sehat, inklusif, dan kolaboratif.

Film Purnama diharapkan terus menjadi wadah bagi sineas lokal untuk memperkenalkan karya, memperoleh apresiasi, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring. Program ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya film-film Jawa Barat yang semakin berkualitas, kritis, serta relevan dengan kehidupan masyarakat.(askur/nmn)***

TAGGED:Askurifai Baksinfilm independenfilm lingkunganfilm lokal Jawa BaratFilm Purnamafilm sosialForum Film Jawa Baratkomunitas filmperfilman Jawa Baratsineas Bandung
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Imbauan Kemendikbud: Calon Mahasiswa dari Keluarga Tidak Mampu Segera Daftar KIP Kuliah

admin@mediakampus admin@mediakampus Juni 6, 2020
Unisba dan MUI Jawa Barat Perbarui Kerja Sama, Perkuat Sinergi Wujudkan Kampus Berdampak
Mengenal Penulis Misteri Stephen King
Ketika Kader Posyandu Desa Nanjung Belajar Lewat Program “ARISAN” Ala FK Unisba
Fakultas Syariah Unisba Gelar Rukyat Hilal Awal Zulhijah 1447 H di Observatorium Albiruni
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar