Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Empat Film Independen Warnai Film Purnama 2026, Karya Animator Cilik 9 Tahun Pukau Penonton
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Empat Film Independen Warnai Film Purnama 2026, Karya Animator Cilik 9 Tahun Pukau Penonton

admin@mediakampus
Last updated: Juli 28, 2026 5:40 am
admin@mediakampus Published Juli 28, 2026
Share
Empat Film Independen Warnai Film Purnama 2026, Karya Animator Cilik 9 Tahun Pukau Penonton
Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai penyelenggaraan Film Purnama 2026 yang digelar Jumat (24/7/2026) di Bandung Creative Hub (BCH).(foto: ffjb)
https://pripos.id/film-purnama-ffjb-2026-hadirkan-empat-karya-sinema-independen-dan-kejutan-animator-cilik-berusia-9-tahun/
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Empat karya sinema independen mewarnai penyelenggaraan Film Purnama 2026 di Bandung Creative Hub (BCH), Jumat (24/7/2026). Kehadiran animator cilik berusia 9 tahun turut menjadi kejutan yang mencuri perhatian peserta.

Contents
Empat Karya Sinema IndependenDiskusi Perkaya Perspektif PenontonAnimator Cilik Tampilkan Animasi KDMRuang Kolaborasi Sineas Independen

Film Purnama 2026 mempertemukan sineas, pelajar, akademisi, dan masyarakat umum dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Selain menikmati pemutaran film, peserta memperoleh kesempatan bertukar gagasan mengenai kreativitas dan perkembangan perfilman Indonesia.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kiki Melinda selaku Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Kiki menekankan pentingnya menyediakan ruang apresiasi bagi sineas muda dan pelaku ekonomi kreatif. Ruang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman di daerah.

Menurutnya, film memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar media hiburan. Sinema juga dapat menjadi sarana pelestarian budaya, penyampaian gagasan, dan penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Barat.

Ajeng Safitri Adriani memandu seluruh rangkaian kegiatan sebagai pembawa acara. Dia mengawal acara dari pembukaan hingga penutupan dengan suasana yang hangat dan komunikatif.

Empat Karya Sinema Independen

Film Purnama 2026 menayangkan empat film pilihan yang menampilkan beragam tema dan pendekatan bercerita. Karya yang diputar terdiri atas film fiksi dan dokumenter.

Film Perfecting a Flaw Until Nothing Remains (2026) produksi Kupukupu.production mengajak penonton merenungkan persoalan manusia, pencarian kesempurnaan, dan penerimaan diri. Gagasan tersebut disampaikan melalui pendekatan visual yang puitis.

Film berikutnya, Saucap Nyata (2025) produksi Framemograph, membawa penonton mendekati realitas sosial. Dokumenter ini menyajikan potret kehidupan melalui sudut pandang yang jujur dan membumi.

Rogahala (2025) produksi Shootclick Pictures menawarkan pengalaman berbeda melalui eksplorasi sinematik, kekuatan narasi, dan atmosfer visual yang khas.

Rangkaian pemutaran ditutup dengan Bandung Kota Kembung (2025), film dokumenter karya sutradara Sani Nasril. Film tersebut mengajak penonton mencermati berbagai dinamika perkotaan Bandung melalui perspektif kritis dan humanis.

Keempat karya itu memperlihatkan bahwa sineas independen memiliki beragam cara dalam membaca realitas dan menerjemahkannya menjadi bahasa visual.

Diskusi Perkaya Perspektif Penonton

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi film yang terbagi dalam dua segmen. Nasya Alifa Ramadani memandu jalannya diskusi sebagai moderator.

Sesi tersebut menghadirkan dialog interaktif antara pembuat film dan penonton. Proses kreatif, teknik penyutradaraan, pemilihan pendekatan visual, serta latar belakang tema film menjadi beberapa topik utama pembahasan.

Para penonton memperoleh kesempatan untuk mengetahui proses di balik terciptanya sebuah karya. Pembuat film juga dapat mendengar secara langsung tanggapan dan penafsiran penonton terhadap karya mereka.

Diskusi itu memperlihatkan bahwa film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Film dapat menjadi medium percakapan, berbagi pengalaman, dan mempertemukan beragam pandangan mengenai manusia maupun kehidupan sosial.

Animator Cilik Tampilkan Animasi KDM

Kejutan muncul di tengah acara ketika layar menampilkan animasi karakter Kang Dedi Mulyadi Cilik. Tayangan yang tidak diumumkan sebelumnya itu langsung menarik perhatian peserta.

Penonton semakin penasaran ketika pembawa acara mengundang kreator di balik animasi tersebut untuk naik ke panggung. Sosok pembuatnya ternyata Mahal Sanghyang Ayodhia, animator cilik yang baru berusia 9 tahun.

Kemunculan Mahal disambut tepuk tangan meriah. Para peserta mengaku tidak menyangka animasi berkualitas tersebut dibuat oleh seorang anak usia sekolah dasar.

Kehadiran Mahal menjadi salah satu momen paling berkesan dalam Film Purnama 2026. Karyanya membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia.

Momen tersebut juga memperlihatkan bahwa regenerasi pelaku industri kreatif Indonesia mulai tumbuh sejak usia dini. Anak-anak dapat mengembangkan kemampuan luar biasa apabila memperoleh dukungan dan ruang untuk menampilkan karya.

Ruang Kolaborasi Sineas Independen

Melalui pemutaran film, diskusi, dan apresiasi terhadap talenta baru, Film Purnama 2026 memperkuat posisinya sebagai ruang kolaborasi bagi para pegiat sinema independen.

Kegiatan ini tidak hanya mempertemukan karya dengan penonton. Para sineas juga dapat memperluas jaringan, berbagi pengalaman, serta membuka peluang kolaborasi untuk menghasilkan karya baru.

Film Purnama 2026 turut mendorong terbentuknya ekosistem perfilman yang lebih inklusif, kritis, dan berkelanjutan. Keterlibatan sineas, pemerintah, akademisi, pelajar, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Penyelenggaraan kegiatan di Bandung Creative Hub membuktikan bahwa kolaborasi antara komunitas perfilman, institusi pemerintah, dan masyarakat mampu menciptakan ruang apresiasi yang bermakna bagi perkembangan sinema Indonesia.

Film Purnama diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan, melahirkan karya-karya baru, membuka kesempatan kolaborasi, dan menginspirasi generasi muda untuk berkarya melalui medium film.

(alfa/nmn)*

TAGGED:#FilmPurnama2026 #FilmIndependen #SinemaIndonesia #BandungCreativeHub #AnimatorCilik #SineasMuda #PerfilmanBandung #EkonomiKreatif #FilmDokumenter #MahalSanghyangAyodhia
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Wamendiktisaintek Fauzan Tinjau Peternakan Domba UHAMKA di Jonggol

admin@mediakampus admin@mediakampus Januari 8, 2025
Jangan Tunda Peran Kampus, Dana Desa Besar Butuh Pendampingan Nyata
Karate Unisba Tampil Gemilang di Korea Selatan, Borong 6 Medali dan Sabet Juara Umum II
Amin Rasyid: Hafidz 30 Juz, Wisudawan Tuna Netra yang Tak Pernah Menyerah di Unisba
Dari Kampus Perjuangan, FH Unisba Lahirkan Prestasi Baru di Panggung Nasional
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar