MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya mutu sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan SPMI Awareness 2026 yang digelar Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unisba di Auditorium Gedung Dekanat Unisba, Senin (3/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di seluruh lingkungan kampus. Melalui program tersebut, Unisba ingin menumbuhkan kesadaran bahwa mutu bukan hanya tanggung jawab unit tertentu, melainkan menjadi budaya bersama yang harus dipahami dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., membuka kegiatan sekaligus menegaskan bahwa penerapan SPMI harus menjadi bagian yang melekat dalam tata kelola perguruan tinggi, bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi ataupun menghadapi proses akreditasi.
Menurutnya, perjalanan pengembangan sistem penjaminan mutu di Unisba telah berlangsung sejak Badan Penjaminan Mutu dibentuk pada 2008. Konsistensi dalam menjalankan sistem tersebut telah menghasilkan berbagai capaian strategis, di antaranya meningkatnya jumlah program studi yang memperoleh akreditasi Unggul serta berbagai bentuk pengakuan terhadap kualitas tata kelola mutu Unisba.
“Budaya mutu tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Seluruh sivitas akademika harus memiliki komitmen yang sama. Ketika sistem penjaminan mutu dijalankan secara konsisten, pengakuan dari pihak eksternal akan mengikuti,” ujar Rektor.
Ia menambahkan, budaya organisasi di Unisba harus terus diarahkan pada prinsip continuous quality improvement atau peningkatan mutu secara berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kualitas layanan akademik dapat terus berkembang sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
Ketua Badan Penjaminan Mutu Unisba, Dr. Rini Lestari, S.E., M.Si., Ak., CA., mengatakan bahwa SPMI Awareness 2026 merupakan hasil tindak lanjut dari berbagai kegiatan benchmarking yang dilakukan BPM ke sejumlah perguruan tinggi.
Menurutnya, penguatan sistem penjaminan mutu di Unisba telah dilakukan secara berkesinambungan sejak 2016 dan memberikan dampak positif terhadap berbagai indikator kinerja universitas. Di antaranya bertambahnya program studi berakreditasi Unggul, diraihnya sertifikasi ISO oleh sejumlah fakultas dan program studi, meningkatnya capaian Unisba dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings yang sebelumnya digagas Kantor Urusan Internasional dan kini dikelola BPM, hingga keberhasilan beberapa program studi memperoleh akreditasi internasional.
“Kami ingin mengingatkan bahwa mutu bukan sekadar kewajiban administratif maupun target akreditasi. Mutu harus menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran setiap insan Unisba. Konsistensi merupakan kunci untuk mewujudkannya,” tutur Rini.
Mengangkat tema “Sinergi Wujudkan Mutu: Mengubah Kesadaran menjadi Kebiasaan”, kegiatan ini dihadiri pimpinan universitas, fakultas, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), program studi, serta berbagai unit kerja di lingkungan Unisba.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr., Koordinator Bidang Penjaminan Mutu Internal dan Akreditasi Nasional pada Satuan Penjaminan Mutu dan Reputasi Universitas (SPMRU) Universitas Gadjah Mada, memaparkan kebijakan nasional mengenai penjaminan mutu pendidikan tinggi. Ia juga menjelaskan pentingnya peran kepemimpinan dalam membangun budaya mutu melalui implementasi SPMI serta penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai mekanisme peningkatan mutu yang berkelanjutan di tingkat UPPS maupun program studi.
Melalui penyelenggaraan SPMI Awareness 2026, Unisba berharap implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal semakin mengakar di seluruh unit kerja sehingga mampu menciptakan budaya mutu yang berkesinambungan dan mendukung peningkatan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
(askur/png)


