MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan melalui Sidang Terbuka Senat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Hotel Grand Asrilia Bandung. Sebanyak 185 calon wisudawan dari Program Studi Magister Pendidikan Islam (MPI), S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), dan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) mengikuti kegiatan tersebut.
Yudisium menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk menjalankan tanggung jawab keilmuan dan sosial di tengah masyarakat. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi agar ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di FTK Unisba dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, peserta yudisium, serta orang tua dan keluarga mahasiswa.
Dekan FTK Unisba: Kelulusan Adalah Awal Tanggung Jawab
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba, Prof. Nan Rahminawati, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses pendidikan. Sebaliknya, capaian akademik tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi yang telah diperoleh.
Para lulusan diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai kekuatan untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Sebagai bagian dari insan pendidikan, mereka memiliki posisi strategis dalam membentuk manusia sekaligus mempersiapkan generasi masa depan.
Pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan transfer pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang memiliki integritas, akhlak, kompetensi, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan.
Karena itu, lulusan FTK Unisba diharapkan tidak hanya memiliki keberhasilan akademik dan profesional, tetapi juga mampu menjadi insan pendidikan yang memberikan keteladanan serta menghadirkan perubahan positif di lingkungan masyarakat.
Rangkaian kegiatan yudisium dan pelepasan juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur serta apresiasi kepada pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama menjalani proses pendidikan.
Perjalanan akademik di FTK Unisba dinilai tidak hanya memberikan bekal keilmuan, tetapi juga membentuk pengalaman sosial, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.
Bagi para calon wisudawan, pelepasan menjadi tanda dimulainya fase baru. Ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah selanjutnya diharapkan dapat diimplementasikan dalam berbagai ruang pengabdian.
Kehadiran orang tua dan keluarga turut memberikan makna tersendiri. Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi menjadi kebahagiaan bersama setelah melalui berbagai proses, dukungan, doa, dan pengorbanan selama masa studi.
Para orang tua berharap capaian akademik tersebut menjadi bekal bagi putra-putri mereka untuk menjalani kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi moral, integritas, dan tanggung jawab.
Taushiyah Tekankan Peran Insan Pendidikan
Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah taushiyah yang disampaikan Siti Muntamah, S.AP., M.M., dengan tema “Kontribusi Insan Pendidikan terhadap Kehidupan Bangsa Lebih Baik dan Tantangannya.”
Dalam taushiyahnya, ia mengingatkan bahwa berbagai persoalan bangsa memiliki keterkaitan erat dengan kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Oleh karena itu, membangun pendidikan pada hakikatnya juga merupakan bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat dan negara.
Pesan tersebut direfleksikan melalui wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw.:
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)
Perintah iqra’ tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca teks, tetapi juga menjadi landasan bagi pengembangan ilmu dan peradaban. Manusia didorong untuk membaca, memahami, mengkaji, serta mengembangkan pengetahuan dengan tetap menyadari keterhubungannya dengan Tuhan Sang Pencipta.
Di sisi lain, berbagai tantangan bangsa seperti lemahnya integritas, krisis keteladanan, intoleransi, kesenjangan sosial, penyalahgunaan teknologi, dan persoalan moral generasi muda membutuhkan keterlibatan insan pendidikan secara lebih serius.
Yudisium dan Pelepasan 185 calon wisudawan FTK Unisba menjadi momentum untuk menegaskan bahwa setiap gelar akademik membawa konsekuensi berupa tanggung jawab kepada masyarakat.
Para lulusan Magister Pendidikan Islam, S1 Pendidikan Agama Islam, dan S1 PGPAUD akan memasuki ruang pengabdian yang lebih luas. Mereka dapat berkiprah sebagai pendidik, pengelola lembaga pendidikan, peneliti, pelayan masyarakat, birokrat, profesional, maupun dalam berbagai bidang kehidupan lainnya.
Dengan bekal ilmu yang dimiliki, para lulusan diharapkan mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, profesi sebagai amanah, dan pendidikan sebagai instrumen untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik. (askur/nmn)***


