Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Ta’aruf Unisba 2026: Mahasiswa Baru Didorong Jadi Generasi Faqih Fiddin yang Berdampak
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Ta’aruf Unisba 2026: Mahasiswa Baru Didorong Jadi Generasi Faqih Fiddin yang Berdampak

admin@mediakampus
Last updated: September 14, 2026 12:57 pm
admin@mediakampus Published September 14, 2026
Share
Ta’aruf Unisba 2026: Mahasiswa Baru Didorong Jadi Generasi Faqih Fiddin yang Berdampak
Universitas Islam Bandung (Unisba) resmi menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru yang digelar di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026).(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Gerbang kehidupan sebagai mahasiswa resmi dibuka bagi mahasiswa baru Universitas Islam Bandung (Unisba) Tahun Akademik 2026/2027. Prosesi Penerimaan dan Pelantikan Mahasiswa Baru berlangsung di Aula Utama Unisba, Senin (14/9/2026), sekaligus menjadi bagian penting dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru.

Contents
Perbedaan Bukan Penghalang untuk Tumbuh BersamaLLDIKTI IV Dorong Mahasiswa Bawa Unisba ke Level InternasionalSaatnya Mengubah Mindset dari Siswa Menjadi MahasiswaKompetensi Digital hingga Berpikir Kritis Jadi Bekal Indonesia EmasTiga Hari Ta’aruf, Mahasiswa Diperkenalkan pada Dunia Kampus

Di hadapan mahasiswa baru, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan pesan agar masa kuliah tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan mengejar prestasi akademik, tetapi juga sebagai proses membangun jati diri dan mempersiapkan kontribusi bagi masyarakat.

“Selamat datang di Universitas Islam Bandung. Selamat datang di rumah baru untuk belajar, bertumbuh, menemukan jati diri, membangun persahabatan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.

Rektor menegaskan bahwa semangat Faqih Fiddin merupakan bagian dari amanah Unisba sejak didirikan pada 1958. Mahasiswa diharapkan memiliki kedalaman ilmu sekaligus pemahaman terhadap nilai-nilai Islam.

Menurutnya, keahlian profesional saja belum cukup untuk membentuk sosok lulusan yang utuh.

“Para pendiri kita tidak ingin Unisba hanya mencetak dokter yang hanya tahu obat, ekonom yang hanya tahu angka, sarjana hukum yang hanya tahu pasal, atau insinyur yang hanya tahu bangunan. Itu tidak cukup,” katanya.

Karena itu, Faqih Fiddin dimaknai sebagai kemampuan mengintegrasikan keahlian profesional dengan nilai-nilai Islam. Ilmu tidak semestinya hanya menjadi modal mencapai keberhasilan pribadi, tetapi juga harus menghasilkan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Semangat tersebut selaras dengan tema Ta’aruf Mahasiswa Baru 2026/2027, yaitu “Beyond Intelligence: Islamic, Inclusive, and Impactful”.

Rektor menjelaskan bahwa kecerdasan sejati melampaui ukuran akademik. Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa harus mampu memengaruhi sikap, cara mengambil keputusan, kemampuan menyelesaikan masalah, hingga kebermanfaatan bagi orang lain.

“Beyond Intelligence mengingatkan kita bahwa kecerdasan sejati adalah ketika ilmu yang kita miliki mampu membentuk cara kita bersikap, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” jelasnya.

Perbedaan Bukan Penghalang untuk Tumbuh Bersama

Pesan lain yang disampaikan Rektor berkaitan dengan pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif.

Mahasiswa baru berasal dari beragam latar belakang, karakter, pemikiran, dan pengalaman. Perbedaan tersebut, menurutnya, harus ditempatkan sebagai kekayaan yang memperkaya proses belajar dan interaksi selama berada di kampus.

“Jadikan perbedaan tersebut sebagai kekayaan, bukan sebagai alasan untuk saling menjauh. Belajarlah untuk mendengarkan, menghargai, bekerja sama, dan tumbuh bersama,” pesannya.

Mahasiswa juga diminta mulai membiasakan diri menghadirkan dampak dari ilmu yang diperoleh. Kontribusi tidak harus menunggu lulus, tetapi dapat dimulai sejak berada di ruang kelas, organisasi, komunitas, hingga lingkungan keluarga.

Dalam membangun karakter mahasiswa, Rektor memperkenalkan tiga Spirit Perjuangan Unisba, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.

Ketiganya menggambarkan semangat untuk berani berjuang, mampu berpikir secara mendalam, serta memiliki keberanian melahirkan pembaruan.

“20 tahun lagi, kalianlah yang diharapkan menjadi Mujaddid itu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa perjalanan pendidikan tidak selalu mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah.

“Jangan hanya bertanya, ‘Apa yang akan saya dapatkan dari Unisba?’ Tetapi mulai biasakan bertanya, ‘Apa yang dapat saya berikan melalui Unisba?’” katanya.

Selain mengejar prestasi, mahasiswa diminta menjaga salat, akhlak, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu.

“Jadilah mahasiswa yang unggul dalam intelektualitas, kuat dalam spiritualitas, luas dalam pergaulan, dan nyata dalam kontribusi,” tegasnya.

LLDIKTI IV Dorong Mahasiswa Bawa Unisba ke Level Internasional

Pesan penguatan juga datang dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.

Ia menyampaikan bahwa Unisba termasuk satu dari 19 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten yang telah meraih akreditasi unggul dari 417 perguruan tinggi yang berada di bawah LLDIKTI Wilayah IV.

Menurut Lukman, capaian tersebut diperoleh melalui proses penilaian oleh lembaga akreditasi independen berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

“Pilihan kalian adalah pilihan yang sangat tepat berada di Universitas Islam Bandung, karena kampus ini sudah diuji, bukan oleh Unisba, tetapi oleh badan akreditasi yang memang independen,” ujarnya.

Namun, mahasiswa tidak boleh berhenti pada capaian yang sudah diraih almamater. Lukman justru menantang generasi baru Unisba untuk ikut membawa kampus menuju level yang lebih tinggi hingga berkelas dunia.

Ia menilai keberhasilan lulusan di tingkat internasional dan pengakuan dunia terhadap kompetensi mereka akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Unisba bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia ketika kalian menjadi sukses di tingkat internasional dan diakui oleh dunia. Inilah tantangan kalian untuk membangun almamater Unisba yang kalian cintai dan nantinya kalian banggakan,” tuturnya.

Lukman juga mengajak mahasiswa baru melihat status sebagai mahasiswa dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi masih tergolong istimewa.

Ia menyebut Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Jawa Barat dan Banten masih berada di kisaran 32–34 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

LLDIKTI Wilayah IV terus berupaya memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai dukungan pemerintah. Namun, daya jangkau bantuan yang terbatas membuat kesempatan kuliah belum dapat dirasakan seluruh masyarakat.

“Karena itu, kuliah ini masih sangat istimewa. Kalian harus bersyukur karena tidak semua orang bisa kuliah, apalagi di Unisba,” ujarnya.

Karena itu pula, mahasiswa diminta membalas kesempatan tersebut dengan kesungguhan belajar dan kesiapan menghadapi tantangan. Kemampuan akademik harus disertai kemandirian, karakter, integritas, serta kemampuan beradaptasi.

Saatnya Mengubah Mindset dari Siswa Menjadi Mahasiswa

Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki fase belajar yang berbeda. Lukman mengingatkan mahasiswa baru agar segera meninggalkan pola belajar ketika masih menjadi siswa.

Di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam mengatur, merencanakan, dan menjalankan proses studinya.

“Mulai hari ini insyaallah nama kalian bukan lagi siswa tetapi mahasiswa. Tolong move on dari pola sekolah dan ubah mindset,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu. Istilah SKS tidak boleh dipahami sebagai “Sistem Kebut Semalam”, melainkan Satuan Kredit Semester yang menuntut konsistensi belajar.

Pembelajaran mahasiswa berlangsung melalui berbagai aktivitas, mulai dari perkuliahan, praktik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga KKN.

Integritas akademik juga menjadi perhatian. Mahasiswa diminta menjauhi kebiasaan menyontek dan membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Kemampuan akademik harus tumbuh seiring dengan karakter dan kecerdasan emosional.

Kompetensi Digital hingga Berpikir Kritis Jadi Bekal Indonesia Emas

Untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa didorong mengembangkan sejumlah kompetensi penting.

Kemampuan berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, literasi digital dan data, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi bekal yang perlu dipersiapkan sejak masa kuliah.

“Ketika kalian sukses, bawa ke mana pun ilmu kita. Bekerjalah secara profesional dan selalu jaga integritas, netral, transformatif, adaptif, dan realistis,” pesannya.

Lukman optimistis mahasiswa baru Unisba dapat menjadi generasi penerus yang mengisi berbagai posisi strategis di masa depan.

“Kita tidak pernah tahu di ruangan ini akan ada yang menjadi gubernur, menteri, wali kota, profesor, atau apa pun. Insyaallah akan menjadi orang sukses selama kalian mau menjemput kesuksesan itu,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Lukman mengutip pesan Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. B.J. Habibie yang menjadi salah satu tokoh yang dikaguminya.

“Keberhasilan itu bukan soal siapa yang paling pintar tetapi siapa yang paling gigih dalam berusaha.”

Ia pun mengajak mahasiswa menjadikan hari pertama di Unisba sebagai awal perjalanan baru untuk membangun masa depan dengan semangat, tanggung jawab, dan tekad.

“Sekali lagi, selamat hijrah, move on dari siswa menjadi mahasiswa. Selamat menjemput mimpi-mimpi kalian dan selamat menghadapi tantangan baru di dunia mahasiswa,” pungkasnya.

Tiga Hari Ta’aruf, Mahasiswa Diperkenalkan pada Dunia Kampus

Setelah prosesi penerimaan, rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan perguruan tinggi.

Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan materi mengenai karakter, keilmuan, kepemimpinan, dan kesiapan menjalani perkuliahan. Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Rektor, jajaran Wakil Rektor, Pandawara, dr. Widi Hadian, SpJP(K), FIHA, Sena Senjani, S.I.Kom., M.I.Kom., Sofiana Indraswari, M.Psikolog, serta Xaviera Putri.

Hari kedua diisi dengan Pengenalan dan Pengembangan Pribadi Mukmin, Muslim, Muhsin (P3M). Program ini menjadi bagian dari pembinaan karakter Islami bagi mahasiswa baru Unisba.

Dalam P3M, mahasiswa diajak mengenal diri melalui pendekatan Psikologi Islam sekaligus memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam melalui konsep Mukmin, Muslim, Muhsin, Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid. Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan.

Sementara pada hari ketiga, mahasiswa mengikuti kegiatan secara daring berupa asesmen psikologi dan penugasan melalui e-Ta’aruf, termasuk sertifikasi AI.

Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan SIBIMA sebagai sarana mengunggah prestasi, SAMAWA untuk mengakses layanan konseling, serta materi mengenai etika komunikasi mahasiswa.

Rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru tersebut menjadi langkah awal Unisba dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter, nilai, kepedulian, serta kesiapan untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

(askur/mnm)***

TAGGED:#Unisba #MahasiswaBaruUnisba #TaArufUnisba2026 #Unisba2026 #FaqihFiddin #BeyondIntelligence #PendidikanIslam #GenerasiIndonesiaEmas #MahasiswaBerdampak #UniversitasIslamBandung
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Saat Profit Tak Lagi Cukup: Pendekatan Islam terhadap Problematika ESG

Saat Profit Tak Lagi Cukup: Pendekatan Islam terhadap Problematika ESG

admin@mediakampus admin@mediakampus April 20, 2026
Ratusan Mahasiswa Baru FiKom Unisba Digembleng Bela Negara
Unisba Gelar PKM Berdampak di Sukaluyu, Lansia Dapat Edukasi Penyakit dan Swamedikasi Aman
PUKMA Dapat Kiat Seni Pitching Untuk Penjualan dan Promosi dari Fikom Unisba
Rektor Unisba Hari Ini Kukuhkan Empat Guru Besar
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar