SUASANA hangat menyelimuti Ruang Badan Penjaminan Mutu (BPM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) pada Jumat pagi (17/10). Di ruangan yang berdinding sejarah dan prestasi itu, bukan hanya terjadi pergantian nama dalam struktur organisasi, tetapi juga perpindahan amanah dan semangat pengabdian.
Dekan Fikom, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si., bersama Wakil Dekan II, Prof. Dr. Dedeh Fardiah, M.Si., dan Wakil Dekan III, Dr. Tresna Wiwitan, M.Si., hadir dengan wajah teduh. Mereka menyaksikan prosesi regenerasi pejabat struktural yang menjadi bagian dari tradisi akademik: menjaga kesinambungan kepemimpinan, tanpa kehilangan nilai kebersamaan.
Bukan tanpa alasan pergantian itu dilakukan. Beberapa pejabat sebelumnya bersiap melangkah ke jenjang doktoral (S3)—sebuah perjalanan akademik baru yang sekaligus membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.
Mereka adalah Sophia Novita, S.I.Kom., M.I.Kom. (Sekretaris BPM Fikom), Yulianti, S.Sos., M.Si. (Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Komunikasi), dan Raditya Pratama Putra, S.I.Kom., M.I.Kom. (Kepala Seksi Laboratorium Multimedia).
Tongkat amanah kini berpindah tangan. Izni Nur Indrawati Maulani, S.E., M.I.Kom. dipercaya menjadi Sekretaris BPM Fikom. Ratri Rizki Kusumalestari, S.Sos., M.I.Kom. kini menjabat Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, sementara Dr. Muhammad E. Fuady, S.Sos., M.Si. menakhodai Laboratorium Multimedia.
Dalam sambutannya, Prof. Atie tidak sekadar berbicara soal jabatan—ia berbicara tentang makna tanggung jawab dan keikhlasan.
“Jabatan itu sementara, tapi akan selalu tercatat dalam perjalanan akademik kita. Apa pun posisi yang diemban, lakukan sebaik mungkin, karena kepercayaan lahir dari keyakinan bahwa kita mampu menjalankan amanah,” ucapnya dengan nada penuh makna.
Bagi Atie, pejabat struktural bukanlah sosok yang berkuasa, melainkan pelayan lembaga yang menggerakkan roda akademik dengan semangat integritas dan pengabdian.
“Tidak semua dosen mendapatkan kepercayaan seperti ini. Maka, laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan berikan yang terbaik untuk fakultas,” tambahnya.
Ia pun menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi sebagai fondasi kerja sama di antara sivitas akademika.
“Kita ini satu rumah besar. Kalau komunikasi baik, kerja jadi ringan, suasana pun harmonis,” ujarnya dengan senyum yang menular.
Namun pesan terpentingnya justru datang di akhir sambutan. Sebuah refleksi sederhana, namun sarat makna spiritual.
“Apa pun yang kita lakukan, niatkan sebagai ibadah. Jika kita ikhlas, Allah akan membalas dengan kebaikan yang lebih besar,” tuturnya lirih, namun menggema di hati para hadirin.
Momen serah terima jabatan hari itu tidak hanya menandai pergantian posisi di atas kertas, melainkan juga perjalanan batin para akademisi dalam melanjutkan misi keilmuan, pengabdian, dan keikhlasan.
Bagi Fikom Unisba, regenerasi bukan sekadar soal struktur—tetapi tentang kesinambungan nilai, integritas, dan cinta terhadap dunia pendidikan.(ask/png)


