MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) menjajaki kolaborasi strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI). Penjajakan dilakukan melalui audiensi di Jakarta, Rabu (15/7/2026), untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia dan ekosistem ketenagakerjaan nasional.
Pertemuan ini menjadi bagian dari komitmen FEB Unisba dalam memperluas sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan agar semakin siap menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Delegasi FEB Unisba dipimpin Dekan FEB Unisba, Prof. Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA. Turut mendampingi Wakil Dekan Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Umum, Dr. Yuni Rosdiana, S.E., M.Si., Ak., CA., CTT., serta Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan, Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si.
Rombongan FEB Unisba diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M.
Dalam audiensi tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat direalisasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan ketenagakerjaan di Indonesia.
Program magang dan penempatan mahasiswa menjadi salah satu agenda utama yang dibicarakan. Selain itu, FEB Unisba dan Kemnaker RI juga menjajaki penyelenggaraan kuliah umum, seminar, program praktisi mengajar, serta kolaborasi penelitian.
Berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi turut masuk dalam pembahasan. Hasil penelitian dan kajian bersama nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa FEB Unisba diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengalaman belajar berbasis praktik. Keterlibatan langsung dalam lingkungan profesional akan membantu mahasiswa memahami tantangan, budaya kerja, serta perkembangan kebutuhan industri.
Kerja sama dengan Kemnaker RI juga diproyeksikan dapat meningkatkan kompetensi lulusan FEB Unisba. Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis, daya adaptasi, dan kesiapan menghadapi perubahan pasar kerja.
Pada sisi lain, sinergi antara akademisi dan pemerintah berpeluang menghasilkan berbagai penelitian, rekomendasi kebijakan, serta inovasi yang relevan dengan persoalan ketenagakerjaan. Kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang lebih konkret, terarah, dan berkelanjutan. Kedua institusi diharapkan dapat segera menindaklanjutinya melalui program yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Ke depan, sinergi FEB Unisba dan Kemnaker RI diharapkan turut mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, produktif, dan berdaya saing. Langkah ini sekaligus menegaskan peran FEB Unisba sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen memberikan kontribusi terhadap pembangunan nasional. (askur/nmn)***


