Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: FEB Unisba Soroti Green Finance, Teknologi, dan Kesiapan Daerah Menuju Ekonomi Rendah Karbon
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

FEB Unisba Soroti Green Finance, Teknologi, dan Kesiapan Daerah Menuju Ekonomi Rendah Karbon

admin@mediakampus
Last updated: Oktober 2, 2026 4:07 am
admin@mediakampus Published Oktober 2, 2026
Share
FEB Unisba Soroti Green Finance, Teknologi, dan Kesiapan Daerah Menuju Ekonomi Rendah Karbon
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, dari akademisi, regulator, lembaga keuangan, pelaku lingkungan hidup, hingga mahasiswa untuk membahas efektivitas kebijakan pembiayaan hijau serta tantangan dan peluang implementasinya di tingkat daerah.(foto: komhumas unisba)
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, dari akademisi, regulator, lembaga keuangan, pelaku lingkungan hidup, hingga mahasiswa untuk membahas efektivitas kebijakan pembiayaan hijau serta tantangan dan peluang implementasinya di tingkat daerah.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang dibahas dalam upaya membangun ekonomi daerah rendah karbon di Indonesia. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) mengangkat isu tersebut melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan kalangan akademisi, regulator, sektor keuangan, pemerhati lingkungan, dan mahasiswa.

Contents
Perguruan Tinggi Beri Perspektif Berbasis DataTantangan Implementasi Green Finance

FGD bertajuk “Efektivitas Kebijakan Green Finance dalam Mendorong Pembangunan Berkelanjutan dan Kinerja LULUCF: Peran Inovasi Teknologi dalam Mendukung Ekonomi Daerah Rendah Karbon di Indonesia” tersebut berlangsung di Student Center Unisba, Kamis (1/10/2026).

Forum diarahkan untuk membahas bagaimana kebijakan green finance dapat mendukung aktivitas ekonomi yang memperhatikan aspek lingkungan, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan penerapannya di tingkat daerah.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Alumni, Kerja Sama, dan Kemahasiswaan FEB Unisba, Dr. Rabiatul Adwiyah, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, Rabiatul mengatakan bahwa pembangunan ekonomi rendah karbon membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Transisi tersebut tidak cukup hanya ditopang kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan kerja sama antara perguruan tinggi, sektor keuangan, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga terkait.

“Green finance bukan hanya berbicara mengenai pembiayaan yang ramah lingkungan tetapi juga bagaimana pembiayaan tersebut mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan inovasi agar kebijakan yang dirancang dapat benar-benar memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” ujar Rabiatul.

Perguruan Tinggi Beri Perspektif Berbasis Data

Menurut Rabiatul, perguruan tinggi dapat mengambil bagian melalui riset dan kajian yang menghasilkan data serta rekomendasi bagi kebutuhan pembangunan.

Peran tersebut menjadi semakin relevan karena isu ekonomi rendah karbon dan green finance bersinggungan dengan berbagai bidang, mulai dari ekonomi dan keuangan hingga lingkungan serta teknologi.

“FEB Unisba berkomitmen untuk terus memperkuat peran akademik melalui riset, diskusi ilmiah, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Isu green finance dan ekonomi rendah karbon merupakan isu strategis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin serta keterlibatan generasi muda,” tambahnya.

Untuk memperkaya perspektif, FGD menghadirkan Fauqi Muhtaromun Nazwan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Arieck Priyatna sebagai perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, dan Siti Muarofah dari Bank Indonesia.

Forum juga menghadirkan Dr. Achmad Kemal Hidayat, S.E., M.Sc. selaku ahli keuangan/akademisi ekonomi serta Prof. Dr. Renea Shinta Aminda, S.E., M.M. sebagai ahli ekonomi/akademisi ekonomi.

Para narasumber membahas berbagai sisi kebijakan green finance, termasuk peran sektor keuangan dalam mendukung proyek dan kegiatan ekonomi berwawasan lingkungan. Penguatan kinerja LULUCF (Land Use, Land-Use Change and Forestry) juga menjadi bagian dari pembahasan.

LULUCF berkaitan dengan pengelolaan lahan, perubahan penggunaan lahan, dan kehutanan. Aspek tersebut memiliki keterkaitan dengan agenda pengurangan emisi serta kemampuan ekosistem dalam menyerap karbon.

Pembahasan kemudian diperluas pada kebutuhan inovasi teknologi. Teknologi dapat digunakan untuk membantu pemantauan lingkungan, pengelolaan sumber daya, pengukuran emisi, dan penyediaan data.

Ketersediaan data tersebut menjadi salah satu unsur yang dapat mendukung pengambilan keputusan, termasuk dalam menentukan arah penyaluran pembiayaan hijau sesuai kebutuhan.

Tantangan Implementasi Green Finance

Selain membahas peluang, forum tersebut turut mengidentifikasi sejumlah tantangan dalam penerapan green finance di daerah.

Aspek tata kelola, transparansi, kualitas data, literasi keuangan hijau, hingga kesiapan daerah dalam mengembangkan kegiatan ekonomi berkelanjutan menjadi bagian dari isu yang dibicarakan.

Pertemuan akademisi dan praktisi tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif mengenai kebutuhan membangun ekosistem pembiayaan yang dapat berjalan seiring dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Bagi FEB Unisba, forum seperti ini dapat menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan pembangunan di lapangan.

Rabiatul berharap pembahasan yang dilakukan tidak berhenti dalam ruang diskusi, tetapi dapat berlanjut menjadi penelitian, kolaborasi, maupun rekomendasi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah.

“Harapannya, diskusi hari ini tidak berhenti sebagai forum akademik, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui riset, kolaborasi, maupun kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” pungkas Dr. Rabiatul Adwiyah.

FGD tersebut sekaligus menjadi sarana memperluas pemahaman akademisi dan mahasiswa mengenai pembiayaan berkelanjutan. Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai transformasi ekonomi menuju model rendah karbon di Indonesia.(askur/nmn)***

TAGGED:#FEBUnisba #GreenFinance #EkonomiRendahKarbon #PembangunanBerkelanjutan #LULUCF #PembiayaanHijau #InovasiTeknologi #EkonomiHijau #UniversitasIslamBandung #EkonomiDaerah
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Putri Jasmin Lepas Single “DIA”, Balada Mengharu Biru yang Menyentuh Hati Pendengar Indonesia–Malaysia

admin@mediakampus admin@mediakampus Desember 9, 2025
Prodi PAI FTK Unisba Gelar Penyegaran Kurikulum dan Ujian Komprehensif Mahasiswa Tingkat Akhir
Muhammad Rokan Bastian, Wisudawan Termuda Unisba 2026 yang Lulus Kedokteran di Usia 19 Tahun
Fakultas Kedokteran Unisba Miliki Anatomage Table Pengganti Cavader
Fikom Unisba Tanamkan Mahasiswa Literasi Fintech agar Lebih Cerdas Mengelola Keuangan Digital
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar