MEDIA-KAMPUS.COM – Ratusan warga Perumahan Unisba RW 12, Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, memeriahkan penyambutan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui kegiatan Festival Muharram 1448 H yang berlangsung penuh semangat, khidmat, dan kebersamaan, Senin (15/6).
Kegiatan yang digagas oleh RW 12 bersama DKM Masjid Nurul Muttaqien, DKM Masjid Al-Ukhuwah, ibu-ibu majelis taklim kedua masjid, serta organisasi remaja masjid ini menghadirkan berbagai agenda edukatif dan religius. Mulai dari pemutaran film tentang hijrah Nabi Muhammad SAW, pawai obor, makan bersama, hingga pembagian door prize yang disambut antusias warga.
Festival Muharram diikuti oleh masyarakat dari RT 1 hingga RT 5 di lingkungan Perumahan Unisba. Sejak awal kegiatan, suasana kebersamaan dan semangat syiar Islam terasa kuat di tengah warga yang hadir bersama keluarga mereka.
Rangkaian acara diawali dengan nonton bareng film bertema hijrah, dilanjutkan salat Isya berjamaah, sambutan dan doa bersama, pawai obor, makan bersama, serta ditutup dengan pembagian door prize dan doa penutup.
Pelaksanaan kegiatan dimotori oleh Iwan Firmansyah, Abdul Aziz, dan Nurul dengan dukungan penuh dari Kurma (Keluarga Remaja Masjid Al-Ukhuwah) serta KRIM (Keluarga Remaja Islam Masjid Nurul Muttaqien) yang menjadi motor penggerak kegiatan di lapangan.
Mengenang Perjuangan Hijrah Rasulullah
Ketua DKM Masjid Al-Ukhuwah yang juga dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba), Dr. Aep Saefudin, M.Ag, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk memahami dan mengenang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.
Menurutnya, hijrah yang dilakukan Rasulullah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi sebuah perjuangan besar yang penuh pengorbanan demi menegakkan syiar Islam.
“Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, mengenang peristiwa hijrah merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk syiar Islam di tengah kehidupan modern yang sering kali dipenuhi budaya hedonisme,” ujarnya.
Koordinator kegiatan, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa Festival Muharram bertujuan mengenalkan makna hijrah kepada anak-anak dan generasi muda agar mereka memahami pentingnya peristiwa tersebut dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa hijrah merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang perlu dikenalkan sejak dini agar nilai-nilainya tetap hidup dalam kehidupan mereka,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 12 Perumahan Unisba, Askurifai Baksin, menilai peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di tengah derasnya arus budaya populer yang sering membuat masyarakat melupakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Islam.
Pawai Obor Perkuat Kebersamaan Warga
Salah satu agenda yang paling menarik perhatian warga adalah pawai obor yang menempuh rute sekitar dua kilometer mengelilingi kawasan Perumahan Unisba dan sekitarnya.
Peserta pawai terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang turut mendampingi putra-putri mereka. Demi menjaga keselamatan, anak-anak berusia di bawah lima tahun tidak membawa obor, melainkan menggunakan lampu senter sebagai alternatif yang lebih aman.
Rute pawai dimulai dari Masjid Al-Ukhuwah, keluar menuju Jalan Raya Jatihandap, melintasi kawasan Panyandaan, kemudian kembali memasuki Perumahan Unisba hingga berakhir di Masjid Al-Ukhuwah.
Meski melintasi jalur yang cukup ramai kendaraan, iring-iringan peserta berjalan tertib dan penuh semangat. Lantunan salawat dan suasana kebersamaan mewarnai sepanjang perjalanan, menciptakan nuansa syiar Islam yang hangat dan penuh makna.
Setelah kembali ke lokasi acara, peserta menukarkan kupon makanan dan menikmati santap malam bersama. Momentum tersebut semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan antarwarga.
Di penghujung acara, Iwan Firmansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus kedua masjid, para relawan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Muharram 1448 H.
“Mari jadikan kebersamaan dua masjid ini sebagai kekuatan umat. Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat tumbuhnya persaudaraan, kepedulian sosial, dan peradaban yang rahmatan lil alamin. Semoga Festival Muharram menjadi momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik, memperkuat syiar Islam, serta mempererat ukhuwah dan kebersamaan warga,” ujarnya.
Festival Muharram 1448 H di Perumahan Unisba menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan, pendidikan keagamaan, dan syiar Islam dapat terus tumbuh melalui kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.(askur/png)***


