MEDIA-KAMPUS.COM — Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, termasuk bagi kalangan remaja. Namun, di balik manfaat teknologi tersebut, muncul kecenderungan baru ketika AI tidak hanya digunakan sebagai sarana belajar, tetapi juga menjadi tempat berbagi cerita, mencari dukungan emosional, hingga teman berdialog secara personal bagi remaja.
Melihat fenomena tersebut, Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM Unisba) bersama tim Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom Unisba) berkolaborasi dengan SMA PGII Bandung menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Revitalisasi Komunikasi Keluarga dalam Mengatasi Ketergantungan Remaja terhadap AI Companion dengan Metode Luqmanul Hakim.”
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA PGII 1 Bandung, Jalan Panata Yudha, digelar dalam dua sesi berbeda. Sesi pertama berlangsung pada Selasa (12/5) dan melibatkan sekitar 90 siswa kelas X, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pada Sabtu (23/5) dengan peserta para orang tua siswa.
Tidak hanya menjadi wadah edukasi mengenai penggunaan teknologi secara sehat, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis mempererat sinergi antara Fikom Unisba dan SMA PGII Bandung melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) serta Implementation Arrangement (IA). Kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu, sambutan dari pihak Fikom Unisba disampaikan oleh Ketua Tim PkM, Indri Rachmawati, S.Sos., M.I.Kom. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan hubungan interpersonal, khususnya di lingkungan keluarga.
“Teknologi tidak dapat menggantikan kehangatan komunikasi dalam keluarga. Ketika anak merasa didengar, dipahami, dan diterima, keluarga akan tetap menjadi ruang aman utama bagi mereka,” ujarnya.
Program ini disusun berdasarkan perspektif Ilmu Komunikasi, terutama pada aspek komunikasi keluarga dan komunikasi pendidikan. Pendekatan tersebut diperkuat melalui kajian psikologi komunikasi serta nilai-nilai keislaman yang diterapkan melalui Metode Luqmanul Hakim.
Kegiatan PkM menyasar siswa dan orang tua melalui beragam aktivitas edukatif, seperti literasi AI, penguatan komunikasi keluarga, pemahaman psikologi komunikasi remaja, pengelolaan emosi, hingga pembentukan family safe space, yakni ruang aman bagi anggota keluarga untuk saling berbagi cerita dan perasaan.
Selain itu, tim PkM memperkenalkan Model Komunikasi Keluarga 5R yang terdiri atas Respect, Reflect, Respond, Regulate, dan Reinforce. Model ini dirancang sebagai pendekatan praktis yang membantu orang tua membangun komunikasi lebih terbuka, hangat, dan efektif dengan remaja di tengah tantangan era digital.
Berdasarkan evaluasi awal, program ini menunjukkan hasil positif berupa meningkatnya kesadaran siswa mengenai pentingnya keluarga sebagai sumber utama dukungan emosional. Di sisi lain, pemahaman peserta tentang penggunaan AI secara sehat, bijak, dan proporsional juga mengalami peningkatan.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM Fikom Unisba berharap penguatan komunikasi keluarga dapat menjadi langkah preventif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi modern sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga di tengah perubahan sosial yang berlangsung semakin cepat.(askur/png)***


