MEDIA-KAMPUS.COM– Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) terus memperluas kolaborasi internasional dalam penguatan kapasitas akademik. Bersama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dan AID Academy Malaysia, Fikom Unisba menggelar workshop internasional dalam rangka Program Pengabdian kepada Masyarakat Kerjasama Luar Negeri (PKMkLN) 2026, Sabtu (9/5/2026), yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan yang didukung pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi komunikasi akademik mahasiswa dan dosen agar mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam publikasi jurnal internasional bereputasi.
Program PKMkLN 2026 dipimpin oleh Prof. Dr. Neni Yulianita, M.S. sebagai ketua tim, dengan anggota Dr. Tresna Wiwitan, M.Si. serta Dr. Anne Maryani, M.Si.
Workshop internasional ini diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Fikom Unisba serta mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Malaysia.
Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menulis artikel ilmiah bereputasi internasional, meningkatkan keterampilan presentasi akademik pada forum global, serta memahami pemanfaatan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) secara etis dalam publikasi ilmiah.
Narasumber USIM Kupas Strategi Presentasi Ilmiah di Forum Internasional
Workshop menghadirkan sejumlah akademisi dari Indonesia dan Malaysia yang membagikan pengalaman serta strategi praktis di dunia akademik internasional.
Pembicara pertama, Dr. Rosninawati Hussin dari USIM, mengulas strategi menyampaikan presentasi ilmiah yang efektif di forum internasional. Materi yang diberikan mencakup teknik menyusun alur presentasi, membuat desain slide yang komunikatif, membangun kepercayaan diri saat menyampaikan materi, hingga strategi menjawab pertanyaan audiens secara profesional.
Menurutnya, kemampuan komunikasi akademik menjadi aspek penting agar gagasan ilmiah dapat dipahami dan diterima oleh audiens global secara optimal.
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Safiyyah Ahmad Sabri dari USIM yang memaparkan strategi penulisan artikel ilmiah untuk jurnal internasional bereputasi.
Peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya unsur novelty dalam penelitian, penyusunan abstrak yang kuat, pembangunan argumentasi akademik yang sistematis, hingga cara menghadapi reviewer jurnal internasional secara profesional.
Tak hanya itu, pembahasan juga menyoroti etika publikasi ilmiah serta penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab dalam proses akademik dan penelitian.
Editor Mediator Jurnal Komunikasi Bahas Strategi Publikasi Scopus
Sementara itu, Dr. Ferry Darmawan, M.Ds., selaku Editor in Chief Mediator: Jurnal Komunikasi, memberikan materi tentang strategi penulisan artikel ilmiah berbasis standar IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
Ia juga menjelaskan teknik memilih jurnal internasional bereputasi, termasuk basis data Scopus dan Web of Science, sebagai target publikasi ilmiah berkualitas.
Dalam paparannya, Ferry menekankan pentingnya rigor penelitian, kebaruan riset (novelty), serta pemahaman terhadap proses peer review sebagai faktor utama dalam meningkatkan peluang artikel diterima di jurnal internasional.
Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas karya ilmiah, memperluas jaringan akademik internasional, serta menghasilkan artikel yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi global.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju konferensi internasional ICCOMAH yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026. Seluruh peserta workshop diwajibkan mengirimkan artikel penelitian untuk dipresentasikan dalam forum akademik internasional tersebut.(askur/png)***


