MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) terus mendorong kesiapan generasi muda menghadapi dunia profesional. Salah satunya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Workshop Pitching Presentation untuk Mengembangkan Employability Skills Siswa SMK yang digelar Rabu (26/8/2026) di SMK YPC Tasikmalaya, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Workshop tersebut secara khusus menyasar siswa Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV). Peserta dibekali keterampilan menyampaikan ide, karya, kompetensi, dan potensi diri secara singkat, sistematis, menarik, sekaligus persuasif.
Kemampuan pitching dinilai semakin penting bagi lulusan SMK karena dapat digunakan dalam berbagai situasi profesional, mulai dari seleksi magang, wawancara kerja, presentasi portofolio, menawarkan jasa kreatif, hingga merintis usaha.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim PKM Fikom Unisba, Dr. Anne Ratnasari, M.Si. Ia menegaskan bahwa kompetensi lulusan SMK tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan teknis. Mereka juga perlu memiliki employability skills, seperti komunikasi, kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, adaptasi, serta keterampilan meyakinkan orang lain terhadap kompetensi yang dimiliki.
Menurut Anne, karya yang berkualitas akan semakin bernilai ketika penciptanya mampu menjelaskan gagasan dan manfaat karya tersebut kepada audiens.
“Bagi siswa DKV, keterampilan teknis dan kreativitas merupakan modal yang sangat penting. Namun, ketika memasuki dunia kerja, mereka juga harus mampu menjelaskan ide, menunjukkan portofolio, serta meyakinkan calon pengguna jasa atau perusahaan mengenai nilai yang dapat mereka berikan. Di sinilah keterampilan pitching menjadi penting,” ujarnya.
Dalam workshop dijelaskan bahwa employability skills merupakan perpaduan antara hard skills, soft skills, sikap, dan kemampuan membangun relasi yang mendukung seseorang untuk memperoleh pekerjaan, mempertahankan posisi, serta berkembang dalam lingkungan profesional.
Keterampilan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, adaptabilitas, etos kerja, dan literasi digital menjadi bagian penting dari kompetensi tersebut.
Wakil Kepala SMK YPC Tasikmalaya Bidang Kurikulum, Dodi Firmansyah, M.Pd., menyambut positif kegiatan PKM Fikom Unisba. Menurutnya, kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dapat memperluas wawasan siswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Pelaksanaan kegiatan di sekolah juga dikoordinasikan Kepala Program Keahlian DKV SMK YPC Cintawana, M. Iqbal TS., S.Kom., yang mengatur keterlibatan para siswa DKV selama kegiatan berlangsung.
Momentum tersebut turut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Fikom Unisba dan SMK YPC Tasikmalaya. Dari pihak Fikom Unisba, kerja sama ditandatangani Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Belmawa), Santi Indra Astuti, M.Si., Ph.D.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi pintu bagi pengembangan program berkelanjutan, terutama dalam peningkatan kompetensi siswa, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari Employability Skills hingga Praktik Pitching
Workshop dirancang secara bertahap agar siswa tidak hanya memahami konsep pitching, tetapi juga mampu mempraktikkannya. Materi dimulai dari pengenalan employability skills, dasar-dasar pitching presentation, penyusunan pitch deck, hingga praktik dan showcasing karya.
Pada sesi awal, Dr. O. Hasbiansyah, M.Si. dan Dr. Anne Ratnasari, M.Si. menjelaskan keterkaitan antara pitching presentation dan employability skills.
Pitching tidak hanya identik dengan aktivitas pebisnis ketika menawarkan produk atau mencari investor. Keterampilan tersebut juga dibutuhkan ketika seseorang melamar pekerjaan, menghadapi wawancara, memperkenalkan diri dalam forum profesional, maupun menyampaikan gagasan kepada pihak lain.
Dengan demikian, latihan pitching sekaligus menjadi sarana mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, problem solving, kreativitas, kepercayaan diri, kerja sama tim, dan adaptasi.
“Pitching bukan sekadar pandai berbicara tetapi kemampuan meyakinkan orang lain terhadap nilai yang kita miliki,” menjadi salah satu pesan utama dalam workshop.
Selanjutnya, M. Rochim, M.Si. membawakan materi tentang struktur dan anatomi pitching presentation. Para siswa diperkenalkan pada penyusunan pitch deck yang efektif, mulai dari membuat pembukaan yang menarik, mengidentifikasi masalah, menawarkan solusi, menunjukkan nilai tambah, menyajikan data atau bukti pendukung, menjelaskan rencana implementasi, hingga menyusun penutup yang kuat.
Dalam praktiknya, pitching bukan sekadar kegiatan menjelaskan ide. Pembicara harus mampu membangun keyakinan audiens terhadap gagasan yang disampaikan. Karena itu, siswa diarahkan untuk memahami masalah yang hendak diselesaikan, pihak yang terdampak, solusi yang ditawarkan, serta keunggulan dari gagasan atau karya mereka.
Pada sesi berikutnya, Santi Indra Astuti, M.Si., Ph.D. memandu peserta dalam praktik membuat pitching deck sekaligus melakukan pitching presentation. Siswa diminta menerapkan materi yang telah dipelajari ke dalam rancangan presentasi sebelum menampilkannya pada sesi showcasing.
Melalui praktik tersebut, siswa belajar bukan hanya membuat slide yang menarik, tetapi juga menyusun pesan secara efektif, menentukan informasi utama, memanfaatkan portofolio sebagai bukti, membangun argumentasi, serta mengakhiri presentasi dengan call to action yang jelas.
Pitching yang efektif harus singkat, fokus, terstruktur, relevan dengan karakter audiens, didukung bukti, serta menggunakan visual yang mampu memperkuat pesan.
Bagi siswa DKV, kemampuan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan profesi kreatif. Seorang desainer tidak hanya dituntut menghasilkan karya visual, tetapi juga harus mampu menjelaskan konsep, mempresentasikan portofolio, berkomunikasi dengan klien, menawarkan solusi kreatif, dan membangun personal branding.
Untuk mengukur perkembangan pemahaman peserta, rangkaian kegiatan dilengkapi pretest dan posttest. Workshop kemudian ditutup dengan sesi showcasing, evaluasi, penyampaian kesan dan pesan, serta ramah tamah.
Melalui kegiatan PKM ini, Fikom Unisba berharap siswa SMK YPC Tasikmalaya semakin memahami bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh penguasaan keterampilan teknis.
Kemampuan menyampaikan gagasan, mengomunikasikan nilai diri, membangun argumentasi, berbicara secara persuasif, serta tampil percaya diri juga menjadi bagian penting dari kompetensi profesional.
Semakin sering berlatih pitching, semakin terasah pula kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kreativitas, problem solving, kerja sama, adaptasi, dan kepercayaan diri. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan semakin siap menghadapi persaingan dan dinamika dunia kerja. “Pitch It! Own Your Future!” (askur/nmn)***


