MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali mencatatkan kisah membanggakan pada Wisuda Gelombang I Tahun Akademik 2025/2026. Sosok Muhammad Rokan Bastian resmi dinobatkan sebagai wisudawan termuda dalam prosesi yang digelar di Aula Unisba pada 14–15 Februari 2026.
Rokan berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,49 dan predikat Sangat Memuaskan. Ia dinyatakan lulus pada 2 Februari 2026.
Lahir di Ciamis pada 2 Juli 2006, Rokan menuntaskan studi sarjananya di usia 19 tahun 7 bulan 1 hari. Pada Juli mendatang, ia baru akan menginjak usia 20 tahun. Capaian ini melanjutkan rekam jejak akademiknya yang telah menonjol sejak awal perkuliahan. Pada Tahun Akademik 2022/2023, ia juga tercatat sebagai mahasiswa termuda Unisba.
Rokan mengungkapkan bahwa keberhasilannya menyelesaikan pendidikan tinggi di usia muda tak lepas dari jalur akselerasi yang ditempuh sejak sekolah dasar.
“SD saya tempuh selama lima tahun dan SMP dua tahun. SMA juga melalui jalur percepatan,” jelasnya.
Langkah tersebut membawanya memasuki dunia perguruan tinggi lebih cepat dibandingkan rata-rata seusianya.
Minat Rokan di bidang kedokteran tumbuh dari lingkungan keluarga. Ia merupakan anak kedua dari dua bersaudara dan mengikuti jejak sang kakak, Arkan, yang juga pernah menjadi mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran Unisba pada 2019 serta wisudawan termuda pada 2023.
Profesi orang tuanya turut memberi pengaruh besar. Ayahnya berprofesi sebagai dokter, sementara ibunya adalah seorang perawat. Lingkungan tersebut membentuk tekadnya untuk berkiprah di dunia medis sejak dini.
Aktif Berorganisasi dan Raih Prestasi
Selama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran, Rokan tak hanya fokus pada akademik. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan, termasuk menjadi panitia Taruf PPMB di divisi psikiatri dan forensik. Ia juga terlibat dalam sejumlah proyek Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bersama dosen.
Sejumlah prestasi pun berhasil diraihnya, di antaranya Juara 1 Lomba Poster tingkat fakultas pada mata kuliah IKMK serta Juara Harapan dalam ajang Resvex.
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar selama kuliah adalah manajemen waktu.
“Materi kedokteran sangat padat, jadi harus benar-benar bisa mengatur waktu,” ujarnya.
Ia juga sempat merasakan perbedaan usia dengan teman-teman seangkatannya. Namun, suasana kampus yang suportif membuatnya merasa nyaman.
“Teman-teman sangat baik dan menerima saya dengan terbuka,” tambahnya.
Menghadapi ujian penting seperti SOCA dan OSCE menjadi pengalaman berharga bagi Rokan. Ia menilai kedua ujian tersebut menuntut keseimbangan antara penguasaan teori dan keterampilan klinis.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Rokan berencana melanjutkan ke tahap profesi dokter melalui program Koas selama dua tahun, dilanjutkan dengan masa magang (internship). Ia pun telah menetapkan target spesialisasi di bidang jantung.
“Sistem kardiovaskular sangat menarik. Selama kuliah saya merasa paling memahami bagian itu,” jelasnya.
Sebagai wisudawan termuda Unisba 2026, Rokan menyampaikan pesan motivasi bagi generasi muda agar tidak ragu mencoba hal baru meski merasa lebih muda dari lingkungan sekitar.
“Jangan takut mencoba. Fokus pada tujuan dan jangan lupa minta doa orang tua,” pesannya.
Ke depan, ia bertekad kembali ke kampung halamannya untuk mengabdi.
“Saya ingin praktik dan melayani masyarakat di Ciamis,” tutupnya.
Kisah Muhammad Rokan Bastian menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah batas untuk berprestasi. Dengan disiplin, dukungan keluarga, dan tekad kuat, generasi muda mampu menorehkan pencapaian gemilang sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat luas.(ask/png)***


