Di sebuah pondok pesantren sederhana di Kampung Cisaat, Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kehidupan sehari-hari para santri berjalan penuh kesederhanaan. Mereka belajar kitab, beribadah, dan tinggal bersama dalam ruang-ruang asrama yang terbatas. Namun, di balik semangat menuntut ilmu itu, ada masalah kesehatan yang selama ini menghantui: penyakit kulit skabies atau yang lebih akrab dikenal masyarakat sebagai kudis.
Pesantren Baitur Rohman, tempat 75 santri menetap, hanya memiliki dua kamar mandi untuk dipakai bersama. Kondisi sanitasi ini membuat risiko penularan penyakit kulit semakin tinggi. “Banyak anak-anak mengeluh gatal, terutama di malam hari. Awalnya dianggap biasa, tapi ternyata banyak yang terkena skabies,” ungkap salah satu pengurus pesantren.
Masalah itu akhirnya sampai ke telinga para dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba). Mereka melihat bahwa penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya dengan pengobatan, tetapi harus dimulai dari pengetahuan dasar tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sebuah Misi dari Kampus ke Pesantren
Di sinilah peran tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) FK Unisba muncul. Dipimpin oleh dr. Julia Hartati, M.Kes., bersama rekannya Dr. Deis Hikmawati, dr., SpDV., M.Kes. dan dr. Ismawati, M.Kes., mereka datang membawa misi kesehatan dengan tema “Upaya Peningkatan Pengetahuan PHBS untuk Mencegah Penyebaran Skabies di Pondok Pesantren Baitur Rohman.”
GOR Desa Pangauban menjadi saksi ketika puluhan santri duduk berjejer, mendengarkan penjelasan para dokter. Wajah-wajah lugu itu tampak serius, meski sesekali bercampur tawa saat mengikuti sesi interaktif. Mereka menjalani pretest sebelum mendapat materi, lalu posttest setelahnya untuk melihat perubahan pengetahuan mereka.
Kegiatan ini juga dibuka dengan sambutan virtual dari Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, yang menegaskan pentingnya kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Namun program ini tidak berhenti di ruang kelas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan penuh perhatian: santri putra diperiksa oleh dokter pria, sedangkan santriwati oleh dokter wanita. Hasil pemeriksaan ini diharapkan menjadi pintu awal penanganan medis bagi santri yang terindikasi menderita skabies.
Yang tak kalah penting, para orang tua santri juga dilibatkan. Mereka diberi pengetahuan tentang bagaimana cara menjaga kebersihan anak-anaknya, pentingnya sanitasi rumah, dan peran keluarga dalam mendukung kesehatan anak.
“Kalau hanya anak-anak yang diberi edukasi, itu belum cukup. Orang tua juga harus paham, supaya bisa menularkan kebiasaan sehat di rumah maupun ketika anak kembali ke pesantren,” kata salah satu anggota tim.
Ada yang istimewa dari pendekatan tim FK Unisba. Mereka tidak sekadar menyampaikan teori kesehatan, tetapi juga mengaitkannya dengan ajaran Islam. Kebersihan dijelaskan sebagai bagian dari thaharah (kesucian), sebuah amalan yang diperintahkan dalam Al-Qur’an dan dicontohkan Rasulullah SAW.
Bagi para santri, pesan ini terasa lebih dekat dan mengena. Bahwa menjaga kebersihan bukan hanya soal tubuh sehat, melainkan juga bagian dari ibadah.
Di akhir kegiatan, tampak antusiasme berbeda di wajah para santri. Sebanyak 31 orang santri yang hadir hari itu pulang dengan bekal baru: pengetahuan tentang cara menjaga diri dari penyakit kulit dan pentingnya PHBS.
“Sekarang saya tahu kenapa harus rajin mandi dan tidak boleh bergantian handuk,” ujar seorang santri sambil tersenyum.
Bagi FK Unisba, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pengabdian masyarakat. Ini adalah upaya nyata membawa perubahan di tengah masyarakat, terutama di lingkungan pesantren yang masih rentan terhadap masalah kesehatan.
Sementara bagi Pondok Pesantren Baitur Rohman, kegiatan ini menjadi secercah harapan. Harapan bahwa gatal-gatal yang selama ini dianggap biasa bisa benar-benar diatasi. Harapan bahwa anak-anak bisa belajar dengan lebih tenang tanpa diganggu penyakit kulit.
Dan di balik itu semua, tersimpan pesan besar: menjaga kebersihan adalah bagian dari menjaga martabat diri, iman, dan ilmu.(ask/png)

