Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Ratri Rizki Kusumalestari Sandang Gelar Doktor Ilmu Komunikasi Unisba, Kupas Cara Gen Z Menyikapi Hoaks di Era Digital
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Ratri Rizki Kusumalestari Sandang Gelar Doktor Ilmu Komunikasi Unisba, Kupas Cara Gen Z Menyikapi Hoaks di Era Digital

admin@mediakampus
Last updated: November 5, 2025 2:29 am
admin@mediakampus Published November 5, 2025
Share
Ratri Rizki Kusumalestari Sandang Gelar Doktor Ilmu Komunikasi Unisba, Kupas Cara Gen Z Menyikapi Hoaks di Era Digital
Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu komunikasi berbasis nilai Islam dan kemanusiaan. Melalui sidang terbuka promosi doktor yang digelar Selasa(4 /11), di Ruang Auditorium, Lantai 8, Gedung Dekanat Unisba, Jalan Tamansari 24–26 Bandung, dosen dan peneliti Ratri Rizki Kusumalestari resmi meraih gelar Doktor Ilmu Komunikasi.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM –  Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tradisi akademik berbasis etika keislaman dan nilai kemanusiaan. Pada Selasa (4/11), kampus di Jalan Tamansari itu menggelar sidang promosi doktor di Auditorium Lantai 8 Gedung Dekanat, yang mengukuhkan Ratri Rizki Kusumalestari sebagai Doktor Ilmu Komunikasi.

Sidang terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng. Dalam forum ilmiah itu, Ratri mempertahankan disertasi berjudul “Budaya Bermedia Gen Z Menghadapi Hoaks (Studi Etnografi Khalayak pada Mahasiswa yang Diterpa Hoaks di Media Sosial dan Aplikasi Obrolan)”. Ia diuji oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Hj. Atie Rachmiatie, Dra., M.Si., Dr. Ferry Darmawan, S.Sos., M.Ds., serta Prof. Dr. Septiawan Santana Kurnia, S.Sos., M.Si.

Dalam paparannya, Ratri menjelaskan bagaimana Generasi Z, yang lahir dan besar di tengah kemajuan teknologi, menjadi pengguna paling aktif media sosial sekaligus pihak paling sering disorot dalam arus informasi cepat dan rentan bias. Penelitian ini bermula dari keprihatinan akademik atas maraknya hoaks yang menyasar anak muda, yang seringkali hanya diperlakukan sebagai penerima pasif dalam perbincangan literasi digital.

“Gen Z punya modal besar untuk melawan hoaks. Hanya saja, mereka kerap dilihat sebagai kelompok yang mudah terpengaruh, bukan sebagai pengguna media yang mampu berpikir kritis dan mengambil sikap,” ujar Ratri dalam sesi pembelaannya.

Melalui metode etnografi khalayak kritis, Ratri meneliti perilaku digital mahasiswa di platform seperti Instagram, TikTok, X (Twitter), dan WhatsApp. Ia mengamati cara mereka membaca, menimbang, dan merespons informasi menyesatkan, sembari tetap berpartisipasi dalam percakapan digital yang dinamis.

Penelitian ini menghasilkan model konseptual Budaya Bermedia Gen Z Menghadapi Hoaks, yang memetakan lima posisi sikap anak muda terhadap hoaks: dominan-hegemonik, negosiasi, oposisi, apatis, dan strict filtering. Dua kategori terakhir, yaitu apatis dan strict filtering, merupakan kontribusi baru yang melengkapi teori encoding/decoding Stuart Hall.

Ratri menjelaskan bahwa sikap apatis muncul akibat information fatigue, yaitu kelelahan menghadapi banjir informasi. Sementara strict filtering menggambarkan kelompok yang semakin cermat memilih informasi, menggunakan alat verifikasi, dan memanfaatkan jaringan pengecek fakta untuk menahan laju hoaks.

“Fenomena ini mencerminkan dinamika mental dan sosial anak muda yang hidup bersama algoritma dan budaya viral,” jelasnya.

Menurut Ratri, cara Gen Z mengonsumsi informasi tidak hanya dipengaruhi teknologi, tetapi juga struktur kekuasaan digital yang diwarnai algoritma, logika komersial, dan budaya popularitas. Mereka berusaha membangun identitas dan gagasan melalui media, namun tetap berada di wilayah rentan manipulasi informasi.

Nilai Islam Sebagai Fondasi Etika Digital

Keunggulan penelitian ini terletak pada penarikan nilai-nilai keislaman sebagai prinsip etika bermedia. Ratri menegaskan bahwa ajaran tabayyun, qaulan sadida, dan amar ma’ruf nahi munkar dapat menjadi fondasi budaya digital yang berkarakter dan bertanggung jawab.

“Tabayyun bukan hanya perintah agama, tetapi langkah literasi kritis agar kita tidak sembarangan menerima atau menyebarkan informasi,” tutur Ratri.

Ia juga memperkenalkan konsep “literasi hoaks”, yaitu kemampuan berpikir kritis, menilai kredibilitas sumber, memahami konteks, sekaligus memikul tanggung jawab moral dalam menyebarkan informasi.

Temuan ini dapat menjadi acuan bagi dunia pendidikan dalam menyusun kurikulum literasi digital berbasis etika, sekaligus memberikan arah baru bagi kebijakan publik dalam pencegahan hoaks. Bagi masyarakat, riset ini menjadi pengingat bahwa membangun lingkungan informasi yang sehat adalah tugas bersama.

“Hoaks bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga soal budaya pikir dan kesadaran moral. Melawan hoaks berarti menumbuhkan masyarakat yang kritis, etis, dan peduli,” tegasnya.

Keberhasilan Ratri menambah daftar riset unggulan Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba di bidang budaya digital dan etika bermedia, serta menguatkan misi fakultas untuk melahirkan cendekiawan komunikasi yang kritis, berkarakter, dan berlandaskan nilai keislaman. (ask/png)

TAGGED:#DoktorIlmuKomunikasi #UnisbaBandung #GenerasiZMelawanHoaks #LiterasiDigitalIslam #PenelitianKomunikasi #RatriRizkiKusumalestari
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Dialog Fiskal Daerah: Unisba Soroti Efisiensi Belanja dan Digitalisasi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi

admin@mediakampus admin@mediakampus November 20, 2025
Kemdiktisaintek Laksanakan Pelatihan Guru untuk Membangun Talenta Muda Numerasi
Perkuat Implementasi OBE, Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unisba Gelar Lokakarya Pemutakhiran RPS dan Evaluasi CPL
Unisba Rayakan Milad ke-67 Lewat Prosesi Penuh Syukur dan Kebersamaan
5 Alasan Mengapa Lansia Tetap Harus Berhubungan Intim
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar