PAGI buta, Jumat (19/9), kawasan Student Centre Universitas Islam Bandung (Unisba) sudah dipenuhi ratusan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). Wajah-wajah penuh semangat itu hadir dengan harapan dan rasa ingin tahu: seperti apa dunia kampus yang akan mereka jalani?
Tepat pukul 06.00 WIB, rangkaian acara Taaruf dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) 2025 resmi dimulai. Denting pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne Fikom, menandai langkah awal perjalanan mereka di Fikom Unisba. Tidak sekadar seremoni, momen ini menjadi pintu gerbang perkenalan dengan lingkungan akademik yang akan menempa mereka.
Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie Dra., M.Si., tampil memberikan sambutan hangat. Dengan penuh kebanggaan, ia menyerahkan secara simbolis mahasiswa baru kepada para Ketua Program Studi (S1, S2, dan S3). “Kami ingin kalian bukan hanya belajar, tetapi juga tumbuh, terhubung, dan berkontribusi,” pesannya, sejalan dengan tema tahun ini: “Fikom FYP: Fabulous, Youth, and Potential” dan tagline Connect, Collaborate, Conquer.
Tak berhenti di situ, mahasiswa baru kemudian diajak mengikuti sesi talkshow bersama jajaran Wakil Dekan dan Kaprodi S1. Forum ini bukan hanya memaparkan program akademik dan fasilitas kampus, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat betapa luasnya peluang pengembangan diri yang bisa mereka raih di Fikom.
Sorak-sorai terdengar lebih meriah ketika jam menunjukkan pukul 10.35 WIB. Inilah puncak acara: perkenalan para dosen dan tenaga kependidikan Fikom Unisba. Suasana semakin hidup saat penghargaan diberikan kepada dosen dan tendik dengan penampilan terbaik, ditambah hadiah-hadiah kreatif yang memancing tawa sekaligus semangat peserta.
Meski suasana penuh keceriaan, sisi akademik tetap mendapat perhatian serius. Mahasiswa baru memperoleh materi perwalian dari Kepala Seksi Akademik, disusul dengan pembagian ruang perwalian dan perkenalan fasilitator yang akan menjadi pendamping mereka di awal perjalanan kuliah.
Menjelang penutupan, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Kegiatan Ngaji Bersama menghadirkan nuansa religius yang mengingatkan mahasiswa bahwa perkuliahan di Unisba bukan hanya soal akademik, tetapi juga tentang nilai-nilai Islami yang menjadi jati diri kampus.
“Harapan kami, mahasiswa baru bukan hanya memahami dunia perkuliahan, tapi juga bisa membangun jejaring, kolaborasi, dan kontribusi nyata di masyarakat,” ujar Prof. Atie menutup rangkaian kegiatan.
Taaruf dan PPMB tahun ini seolah menegaskan bahwa menjadi mahasiswa Fikom bukan sekadar menjalani rutinitas kuliah. Ada semangat kebersamaan, ada ruang untuk tumbuh, dan ada tantangan yang menanti untuk ditaklukkan bersama. Seperti tema yang diusung, mereka diajak untuk terhubung, berkolaborasi, lalu menaklukkan setiap peluang dan rintangan dalam perjalanan akademik mereka.


