Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Studium General Magister Pendidikan Islam Unisba Bahas Tantangan Digitalisasi dalam Pendidikan Islami
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Studium General Magister Pendidikan Islam Unisba Bahas Tantangan Digitalisasi dalam Pendidikan Islami

admin@mediakampus
Last updated: April 15, 2026 12:18 am
admin@mediakampus Published April 15, 2026
Share
Studium General Magister Pendidikan Islam Unisba Bahas Tantangan Digitalisasi dalam Pendidikan Islami
Program Studi Magister Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan kegiatan Studium General bertema “Peluang dan Tantangan Teknologi Informasi Digital dan Media Sosial bagi Pendidikan Islami” Selasa (14/4).(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM — Program Studi Magister Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Studium General bertajuk “Peluang dan Tantangan Teknologi Informasi Digital dan Media Sosial bagi Pendidikan Islami” pada Selasa (14/4). Kegiatan ini menjadi forum akademik penting dalam merespons derasnya arus disrupsi digital yang kini turut membentuk wajah pendidikan, khususnya pendidikan Islam di era modern.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba, Nan Rahminawati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus siap menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital. Menurutnya, transformasi digital tidak hanya sebatas penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup perubahan cara pandang, metode pembelajaran, hingga nilai-nilai yang mendasari proses pendidikan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan Islam harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai fundamentalnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Pendidikan Islam, Dedih Surana, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas akademik civitas akademika. Ia menyoroti pentingnya membangun digital mindset yang kritis, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Menurutnya, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan literasi digital yang baik agar penggunaannya tetap bijak, etis, dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan ini, hadir pula narasumber Santi Indra Astuti, seorang akademisi sekaligus praktisi literasi digital nasional. Ia memaparkan secara mendalam tentang fenomena disrupsi dalam dunia pendidikan, termasuk pergeseran otoritas keilmuan akibat terbukanya akses informasi secara luas.

Ia menjelaskan bahwa era digital saat ini ditandai dengan demokratisasi pengetahuan, di mana informasi dapat diakses oleh siapa saja. Namun, kondisi ini juga menuntut kemampuan berpikir kritis agar masyarakat mampu menyaring dan memanfaatkan informasi secara tepat.

Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan meliputi integrasi teknologi dalam pembelajaran, pengembangan desain pembelajaran berbasis digital, kolaborasi melalui platform daring, hingga refleksi pedagogik yang berkelanjutan. Hal tersebut memerlukan dukungan dari berbagai aspek, mulai dari literasi digital, pengalaman penggunaan teknologi, pelatihan profesional, hingga kesiapan institusi pendidikan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kemampuan teknis semata, tetapi juga dari kemampuan membangun budaya digital yang sehat. Tanpa etika dan budaya yang kuat, kecakapan digital justru berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Kegiatan ini turut menyoroti pentingnya pengembangan digital mindset di kalangan pendidik, seperti sikap adaptif, inovatif, reflektif, serta memiliki growth mindset dalam menghadapi perubahan. Dalam konteks pendidikan Islam, hal ini menjadi krusial untuk memastikan nilai-nilai keislaman tetap terinternalisasi dalam proses pembelajaran berbasis teknologi.

Melalui penyelenggaraan Studium General ini, Prodi Magister Pendidikan Islam FTK Unisba menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan Islam yang responsif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, hingga praktisi pendidikan. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.(ask/png)***

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Unisba Kukuhkan 42 Insinyur Profesional dari Fakultas Teknik

admin@mediakampus admin@mediakampus Agustus 25, 2025
PPI Thüringen Menggelar Pasar Kaget di Jena, Jerman, Pelipur Rindu Tanah Kelahiran
Milad ke-41, Fikom Unisba Gelar Kuliah Umum: From Classroom To Boardroom
Metaverse Mengubah Lanskap Marketing: Value Co-Creation Menjadi Strategi Utama Brand
Mendiktisaintek Dukung ITERA Kembangkan Inovasi Alat Pendeteksi Kecemasan
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar