MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Universitas Islam Bandung (Unisba) terus berupaya membangun budaya kerja yang profesional sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi tenaga kependidikan Tahun Akademik 2026/2027 yang mulai digelar Rabu (7/10/2026).
Program tersebut diselenggarakan Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba melalui Bagian Peningkatan Insan 3M. Kegiatan diikuti tenaga kependidikan dari berbagai unit kerja di lingkungan Unisba.
Pembukaan pembinaan turut dihadiri para dekan serta pimpinan lembaga, badan, dan unit kerja di lingkungan Universitas Islam Bandung.
Ketua LPI3M Unisba, Dr. Hj. Parihat, Dra., M.Si., mengatakan program BTQ merupakan salah satu bentuk layanan LPI3M untuk mendukung peningkatan kualitas insan 3M, khususnya di kalangan tenaga kependidikan.
“Pembinaan ini merupakan salah satu bentuk layanan kami, khususnya di Bagian Peningkatan Insan 3M, untuk memberikan pembinaan BTQ bagi tenaga kependidikan,” ujarnya.
Parihat menjelaskan, sebelum mengikuti pembinaan, tenaga kependidikan terlebih dahulu menjalani placement test. Dari 269 peserta yang mengikuti pemetaan kemampuan tersebut, sebanyak 126 orang akan memperoleh pembinaan secara intensif.
Sementara itu, 130 peserta lainnya dinilai telah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik. Kelompok tersebut nantinya diarahkan mengikuti program pemeliharaan agar kemampuan yang telah dimiliki tetap terjaga.
“Dari hasil placement test, ada 126 orang yang akan kami bina. Kemudian ada 130 orang yang bacaannya sudah bagus sehingga kami akan melakukan perawatan saja,” katanya.
Pembinaan Berlangsung Tiga Bulan
Program pembinaan BTQ dirancang berlangsung sekitar tiga bulan. Untuk memudahkan proses pendampingan, LPI3M membagi peserta ke dalam 10 kelompok yang masing-masing akan mendapatkan bimbingan dari tutor.
Waktu pelaksanaan pembinaan disesuaikan berdasarkan kesepakatan antara peserta dan tutor masing-masing kelompok. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembelajaran tanpa mengabaikan aktivitas kerja peserta.
Parihat menegaskan bahwa pembinaan BTQ tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya keislaman di lingkungan Unisba.
“Ini adalah kesempatan yang berharga dan patut kita syukuri bersama. Kami ingin bersinergi dan bersama-sama menyiarkan kalimat Allah,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an tenaga kependidikan, terutama bagi peserta yang masih terbata-bata. Dengan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, peserta diharapkan semakin baik dan fasih dalam membaca Al-Qur’an.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum, dan Keuangan (PSDUK) Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pembinaan BTQ tersebut.
Menurutnya, program yang digagas LPI3M menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di Unisba dilakukan secara komprehensif. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kependidikan perlu berjalan seimbang dengan penguatan spiritual.
“Kegiatan yang dilaksanakan oleh LPI3M ini menunjukkan bahwa Unisba bukan hanya memperhatikan peningkatan kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga memberikan perhatian kepada tenaga kependidikan dari aspek spiritual,” katanya.
Helmi menilai Al-Qur’an dan salat merupakan bagian mendasar dalam kehidupan seorang muslim. Karena itu, pembinaan BTQ diharapkan tidak sekadar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendorong proses internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Bukan hanya pengetahuan dan kemampuan psikomotor saja tetapi mudah-mudahan ada internalisasi nilai sehingga mampu memberikan perubahan terhadap karakter Bapak dan Ibu,” ujarnya.
Menurut Helmi, penguatan karakter tersebut pada akhirnya dapat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan tenaga kependidikan kepada sivitas akademika Unisba.
“Perubahan karakter nantinya akan berdampak pada pelayanan, dan pelayanan yang semakin baik akan menambah rekognisi untuk Universitas Islam Bandung,” tuturnya.
Membentuk Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid
Helmi menambahkan, pembinaan BTQ juga memiliki keterkaitan dengan visi Unisba dalam membentuk insan berkarakter 3M, yaitu Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid.
“Prinsip utamanya adalah bagaimana melahirkan insan yang memiliki karakter 3M, yaitu Mujahid sebagai pejuang, Mujtahid sebagai pemikir, dan Mujaddid sebagai orang yang memiliki semangat pembaruan,” katanya.
Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang masih dalam proses belajar membaca Al-Qur’an agar tidak merasa minder. Menurutnya, kemampuan yang belum sempurna bukan alasan untuk berhenti belajar karena proses tersebut merupakan bagian dari pembinaan sekaligus memiliki nilai ibadah.
“Bagi yang dalam proses pembinaan dan masih terbata-bata, tetap semangat. Ini merupakan bentuk perhatian kita,” ujarnya.
Ke depan, Helmi berharap pembinaan BTQ dapat dikembangkan secara lebih luas. Tidak hanya diperuntukkan bagi tenaga kependidikan yang masih membutuhkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bagi mereka yang telah memiliki kemampuan baik melalui kegiatan lanjutan, seperti kajian dan telaah Al-Qur’an.
Usai pembukaan, Dr. Muhammad Yunus, S.H.I., M.E.Sy., mewakili panitia memberikan penjelasan mengenai teknis pelaksanaan pembinaan kepada peserta.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan sesi pelatihan. Para peserta mengikuti pembinaan bersama tutor sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.
Melalui pembinaan BTQ tersebut, Unisba berharap kemampuan membaca Al-Qur’an tenaga kependidikan terus mengalami peningkatan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar universitas dalam membangun lingkungan kerja yang religius, berintegritas, profesional, dan berkualitas. (askur/nmn)***


