MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan internal melalui pembinaan sumber daya manusia. Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan “Silaturahmi, Dialog, dan Penguatan Pelayanan Pengemudi” yang digelar Bagian Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum Unisba, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Asy’ari Unisba, Jalan Tamansari No. 1, Bandung, tersebut dilaksanakan pukul 09.00–11.00 WIB. Selain menjadi ruang mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga menjadi forum dialog sekaligus penguatan kompetensi para pengemudi dalam menjalankan tugas pelayanan.
Materi pembinaan disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum dan Keuangan Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I. Dalam arahannya, ia menempatkan tiga hal sebagai fokus utama kegiatan, yakni memperkuat silaturahmi, membuka ruang penyampaian aspirasi melalui dialog, serta meningkatkan kompetensi dan sikap profesional dalam memberikan pelayanan.
Pengemudi Jadi Bagian Penting Citra Unisba
Helmi Aziz menegaskan bahwa pengemudi memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan sivitas akademika maupun tamu universitas. Karena itu, kualitas pelayanan yang diberikan turut mencerminkan profesionalisme dan citra Unisba.
Ia mengingatkan bahwa setiap pengemudi harus memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan aspek keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, kebersihan, serta sikap melayani.
“Komitmen utama kita dalam bertugas adalah memastikan perjalanan yang selamat, tepat waktu, nyaman, aman, bersih, dan senantiasa melayani secara baik,” ujar Helmi.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, para pengemudi diwajibkan memahami dan menerapkan 15 poin standar pelayanan dan etika. Beberapa di antaranya adalah hadir 10–15 menit sebelum waktu penugasan, memastikan kondisi kendaraan siap digunakan, serta menjaga etika dan kerahasiaan berbagai urusan kedinasan.
Dalam pembinaan tersebut, Helmi juga memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan kepada tamu universitas. Pengemudi diminta senantiasa berpenampilan rapi, bersikap sopan, membantu kebutuhan dasar tamu selama perjalanan, serta menjaga nama baik dan citra Unisba.
Dengan demikian, tugas pengemudi tidak semata-mata berkaitan dengan aspek operasional kendaraan, tetapi juga menyangkut kualitas interaksi dan pelayanan kepada setiap pengguna layanan.
Selain standar pelayanan, kegiatan tersebut turut membahas sosialisasi Pasal 93 mengenai pengalihtugasan dan pengalihfungsian pegawai sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya guna serta efektivitas organisasi.
Pelayanan Profesional Berawal dari Keikhlasan
Tidak hanya memberikan penguatan mengenai standar operasional dan etika kerja, Helmi Aziz juga mengajak para pengemudi memperkuat dimensi spiritual dalam menjalankan profesinya. Materi bertema “Ikhlas” menjadi bagian penting dalam pembinaan tersebut.
Menurut Helmi, pelayanan yang berkualitas perlu dibangun dari niat yang baik dan bersih, bukan semata-mata untuk memperoleh pujian atau kepentingan pribadi (riya).
“Ikhlas sejati bukan berarti kita telah sepenuhnya terbebas dari segala kotoran hati tetapi senantiasa berusaha mengembalikan niat hanya kepada Allah SWT setiap kali hati mulai tercampuri oleh selain-Nya,” jelas Helmi.
Ia menjelaskan, keikhlasan dalam bekerja dapat membentuk karakter positif dalam diri seseorang. Lima karakter utama yang disebutnya sebagai buah dari keikhlasan adalah zuhud, sabar, tawakkal, qana’ah, dan ridha.
“Seseorang yang berhasil mencapai tingkat ikhlas dalam hidupnya, secara otomatis akan membentuk lima pilar karakter utama di dalam jiwanya, yaitu zuhud, sabar, tawakkal, qana’ah, dan ridha,” tuturnya.
Melalui kegiatan silaturahmi dan pembinaan ini, Unisba berharap para pengemudi semakin memahami peran strategis mereka dalam mendukung aktivitas universitas. Profesionalisme, kedisiplinan, etika pelayanan, serta nilai spiritual diharapkan dapat berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pembinaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Unisba membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada kualitas layanan, tetapi juga dilandasi nilai-nilai keikhlasan.
Semangat tersebut dirangkum dalam motto “Bersama Melayani dengan Ikhlas dan Profesional”, sebagai komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat dan kebaikan bagi seluruh sivitas akademika maupun tamu Universitas Islam Bandung.(askur/nmn)***

