MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Sebanyak 110 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Bandung (Unisba) mulai memasuki pengalaman nyata dunia pendidikan melalui program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2026.
Program tersebut secara resmi dibuka sekaligus ditandai dengan pelepasan mahasiswa untuk menjalani praktik lapangan di 19 sekolah mitra. Lokasi penempatan mahasiswa tersebar di sejumlah wilayah, meliputi Kota Bandung, Cimahi, Lembang, hingga Banjaran.
Rangkaian pembekalan dan pembukaan PLP dilaksanakan pada 28 dan 31 Agustus 2026 di sekolah tempat mahasiswa ditempatkan. Setelah itu, kegiatan praktik lapangan berlangsung selama hampir dua bulan, terhitung mulai 1 September sampai 22 Oktober 2026.
PLP menjadi bagian dari perkuliahan lapangan mahasiswa pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027 dengan bobot 4 SKS. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori pendidikan di ruang kuliah, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengalami secara langsung dinamika kehidupan sekolah.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan seorang pendidik. Selain memperluas wawasan, PLP juga menjadi sarana untuk membangun sikap profesional serta kesiapan mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan secara lebih luas.
Sebanyak 19 sekolah menjadi lokasi praktik mahasiswa PAI Unisba. Beberapa sekolah yang berada di Kota Bandung antara lain SMAN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 5 Bandung, SMAN 19 Bandung, dan MAN 2 Kota Bandung.
Sementara itu, mahasiswa lainnya menjalani PLP di sejumlah sekolah yang berada di wilayah Kota Cimahi, Lembang, dan Banjaran.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Unisba, Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., berpesan agar mahasiswa menjadikan PLP bukan sekadar sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkaya pengalaman dan pengetahuan.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menyerap berbagai pembelajaran selama berada di sekolah sehingga dapat membawa pulang wawasan baru setelah menyelesaikan program.
“Mahasiswa sekarang diserahkan ke sekolah dalam keadaan kosong, namun ketika selesai PLP nanti harus terisi pengetahuan dan wawasannya,” ujar Nan saat penyerahan mahasiswa PLP.
Pesan serupa disampaikan Ketua Penyelenggara PLP PAI Unisba 2026, Dr. Giantomi Muhammad, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa PLP merupakan kegiatan lapangan yang secara rutin menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa PAI Unisba.
Menurut Giantomi, keterlibatan mahasiswa secara langsung di lingkungan sekolah memiliki makna penting dalam mempersiapkan generasi calon guru. Kehadiran mereka di sekolah diharapkan tidak hanya menjadi proses belajar, tetapi juga dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.
Ia menilai profesi guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, mahasiswa PAI yang dipersiapkan menjadi calon pendidik perlu memahami kondisi nyata di lapangan, termasuk berbagai persoalan dan tantangan yang akan dihadapi ketika kelak menjalankan profesinya.
Melalui PLP PAI Unisba 2026, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih komprehensif. Mereka tidak hanya belajar bagaimana melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memahami kultur sekolah, tanggung jawab pendidik, interaksi dengan peserta didik, serta berbagai tantangan dalam menjalankan tugas sebagai guru.
Program ini sekaligus menjadi tahapan penting bagi mahasiswa dalam membangun kesiapan profesional sebagai calon pengajar Pendidikan Agama Islam.
Dengan bekal teori dan pengalaman praktik yang diperoleh selama PLP, mahasiswa PAI Unisba diharapkan mampu tumbuh menjadi calon pendidik yang kompeten, berwawasan luas, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan serta masyarakat.
(askur/nmn)***


