JUMAT siang itu, Aula Pascasarjana Universitas Islam Bandung (Unisba) dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Ratusan mahasiswa baru Fakultas Syariah tampak bersemangat mengikuti kegiatan Ta’aruf dan Program Pembinaan Mahasiswa Baru (PPMB). Bagi mereka, inilah pintu gerbang menuju perjalanan panjang menimba ilmu di kampus biru Unisba.
Bukan hanya perkenalan biasa, acara ini disiapkan dengan sentuhan nilai Islami yang kental. Ketua pelaksana kegiatan, Ifa Hanifia Senjiati, menjelaskan bahwa tema besar tahun ini, “Excellence In Islamic Spirit: With the Faculty of Sharia Unisba, Guiding Students to the Global Stage Through the Character of Mujahid, Mujtahid, and Mujaddid”, menjadi landasan penyusunan acara. Dari pemilihan materi hingga aktivitas sederhana, semua diarahkan agar mahasiswa baru terbiasa menempatkan nilai agama sebagai fondasi.
Salah satu momen yang cukup berkesan adalah ketika seluruh peserta menunaikan salat Ashar berjamaah. “Kami ingin menunjukkan bahwa nilai Islam harus menyatu dalam setiap kegiatan, tidak hanya dalam teori, tapi juga praktik sehari-hari,” ujar Ifa. Ia berharap tahun depan, Ta’aruf bisa lebih segar, memanfaatkan teknologi, dan lebih sesuai dengan gaya generasi muda, tanpa kehilangan ruh Islami yang menjadi ciri khas Fakultas Syariah.
Tak hanya soal suasana Islami, kegiatan ini juga menghadirkan banyak cerita personal. Muhammad Anjal Munir, mahasiswa baru asal Ternate yang memilih Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), misalnya, tampak begitu antusias. Ia bercerita dengan mata berbinar, “Yang paling seru itu ketika ada penjelasan tentang HKI. Rasanya langsung dapat gambaran nyata, oh begini praktiknya. Jadi makin mantap, tidak salah memilih jurusan.”
Anjal bahkan menambahkan kesan unik yang jarang muncul di acara sejenis: hadiah. “Dapat hadiah buku tentang umroh, bikin makin semangat. Kalau bisa tahun depan ice breaking-nya lebih sering, jadi suasananya cair. Pulang lebih sore pun nggak masalah kalau acaranya menyenangkan,” katanya sambil tertawa kecil.
Di balik lancarnya acara, ada kerja keras panitia yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa senior. Persiapan selama sebulan terbayar lunas saat melihat raut wajah gembira para peserta. Suasana penuh tawa, tepuk tangan, dan interaksi aktif menandai bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengalaman awal yang membekas.
Bagi Fakultas Syariah, kegiatan Ta’aruf dan PPMB bukan hanya ajang menyambut mahasiswa baru, melainkan juga titik awal menanamkan semangat intelektual sekaligus spiritual. Sementara bagi mahasiswa baru seperti Anjal, acara ini menjadi cerita pertama mereka di kampus—cerita tentang ilmu, nilai Islam, hadiah kecil, dan tawa hangat yang akan selalu dikenang.(ask/png)


