Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Unisba Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Inklusif 2026, Perkuat Komitmen Bangun Kampus Ramah Disabilitas
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Unisba Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Inklusif 2026, Perkuat Komitmen Bangun Kampus Ramah Disabilitas

admin@mediakampus
Last updated: Juli 30, 2026 1:50 pm
admin@mediakampus Published Juli 30, 2026
Share
Universitas Islam Bandung (Unisba) menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Inklusif dalam ajang UNS-KND Inclusion Metric 2026 yang diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Selasa (28/7/2026).(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menorehkan prestasi nasional setelah meraih penghargaan Perguruan Tinggi Inklusif pada ajang UNS-KND Inclusion Metric 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Selasa (28/7/2026). Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas keseriusan Unisba dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Contents
Layanan Disesuaikan dengan Kebutuhan MahasiswaTantangan Terbesar Adalah Membangun Budaya Inklusif

Bagi Unisba, penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

Wakil Rektor Bidang Belmawa Unisba, Dr. Asnita Frida B. R. Sebayang, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi universitas untuk terus berbenah dalam menyediakan sistem pembelajaran dan pelayanan yang semakin inklusif.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan mempersiapkan berbagai aspek pembelajaran maupun pelayanan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang benar-benar inklusif,” ujarnya.

Menurut Asnita, pencapaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang telah dilakukan Unisba sejak awal tahun 2026 dalam mendukung kebijakan pemerintah mengenai pengembangan kampus ramah disabilitas.

Salah satu langkah penting adalah pembentukan Task Force Unit Layanan Disabilitas (ULD) melalui Surat Keputusan Rektor pada Maret 2026. Pembentukan unit ini menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan yang lebih terstruktur bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Tidak hanya itu, Unisba juga memperoleh hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) untuk memperkuat sistem layanan disabilitas di lingkungan kampus.

Melalui dukungan tersebut, berbagai program mulai dijalankan, mulai dari pendataan mahasiswa penyandang disabilitas sejak proses penerimaan mahasiswa baru, penyusunan tata kelola layanan, hingga mengikuti proses penilaian UNS-KND Inclusion Metric, instrumen yang dikembangkan oleh Universitas Sebelas Maret bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) untuk mengukur tingkat inklusivitas perguruan tinggi di Indonesia.

“Dari proses asesmen tersebut terlihat berbagai upaya yang telah dilakukan Unisba dalam membangun kampus yang lebih inklusif. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas ikhtiar yang telah kami lakukan, meskipun masih banyak hal yang harus terus diperbaiki,” katanya.

Sebelum memperoleh penghargaan nasional tersebut, Unisba telah melaksanakan berbagai program penguatan layanan disabilitas.

Di antaranya melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Bandung Independent Living Center (BILiC) untuk memahami karakteristik berbagai jenis disabilitas beserta kebutuhan pendampingannya.

Selain itu, Unisba menghadirkan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI dalam kegiatan sosialisasi kepada para dekan mengenai implementasi kampus inklusif.

Universitas juga melakukan benchmarking ke Monash University Indonesia guna mempelajari praktik terbaik penyelenggaraan pendidikan inklusif serta mengikuti penyusunan indikator UNS-KND Inclusion Metric bersama UNS dan KND.

Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola layanan disabilitas yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Komitmen Unisba terhadap pendidikan inklusif tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan layanan, tetapi juga melalui kesempatan yang setara dalam pengembangan prestasi mahasiswa.

Untuk pertama kalinya, Unisba mengirimkan mahasiswa pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Disabilitas tingkat nasional.

Mahasiswa tersebut berhasil menjadi wakil LLDIKTI Wilayah IV hingga tingkat nasional, menunjukkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Layanan Disesuaikan dengan Kebutuhan Mahasiswa

Sebagai unit yang berada di bawah Bidang Belmawa, Unit Layanan Disabilitas memiliki tanggung jawab memastikan mahasiswa penyandang disabilitas memperoleh hak pendidikan yang setara sejak diterima sebagai mahasiswa hingga menyelesaikan studi.

Setiap mahasiswa dipetakan kebutuhannya secara individual sehingga bentuk pendampingan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Setiap mahasiswa memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami melakukan pemetaan sejak awal, berdialog dengan mahasiswa, kemudian menyiapkan akomodasi yang layak agar mereka dapat mengikuti seluruh proses akademik maupun kegiatan kemahasiswaan secara optimal,” jelas Asnita.

Sebagai bagian dari pengembangan layanan jangka panjang, Unisba juga sedang mengembangkan Learning Management System (LMS) yang lebih ramah bagi mahasiswa penyandang disabilitas.

Berbagai mekanisme pembelajaran maupun evaluasi akademik juga terus disesuaikan agar mampu mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dengan kondisi tertentu.

Di sisi lain, universitas secara berkala melakukan audit fasilitas kampus untuk meningkatkan aksesibilitas, mulai dari gedung perkuliahan, tempat ibadah, hingga pengembangan situs web yang lebih ramah bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan (low vision friendly).

Tantangan Terbesar Adalah Membangun Budaya Inklusif

Menurut Asnita, tantangan utama dalam mewujudkan kampus inklusif bukan semata-mata pembangunan infrastruktur, melainkan membangun kesadaran seluruh sivitas akademika.

“Tantangan terbesar kami adalah membangun pola pikir bersama. Kampus inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab rektorat, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga seluruh warga kampus agar memiliki kepedulian terhadap mahasiswa disabilitas,” ujarnya.

Untuk memperkuat budaya tersebut, Unisba akan terus mengembangkan berbagai program lanjutan, antara lain penyusunan pedoman layanan disabilitas, peningkatan fasilitas aksesibilitas, pembentukan relawan pendamping mahasiswa disabilitas, pelatihan bahasa isyarat, hingga peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa.

Asnita menegaskan bahwa penghargaan nasional ini bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal untuk menghadirkan perubahan yang lebih nyata.

“Target kami adalah menerjemahkan penghargaan ini menjadi aksi nyata. Kami ingin pembelajaran semakin inklusif, pelayanan semakin baik, dan seluruh sivitas akademika memiliki kepedulian yang sama dalam mendukung mahasiswa penyandang disabilitas,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen tersebut selaras dengan visi Unisba dalam mewujudkan nilai-nilai 3M, yakni membentuk insan mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mewujudkan kampus yang ramah bagi semua, termasuk penyandang disabilitas, merupakan bagian dari kontribusi Unisba dalam membangun masyarakat yang lebih adil, setara, dan berkeadaban,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Asnita mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan inklusivitas sebagai budaya bersama.

“Mari bergandengan tangan agar kampus inklusif tidak berhenti sebagai slogan. Penghargaan ini hanyalah langkah awal. Yang terpenting adalah membangun kepedulian, kebersamaan, dan tindakan nyata sehingga Unisba benar-benar menjadi kampus yang nyaman, setara, dan ramah bagi semua,” pungkasnya. (askur/nmn)***

Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Milad ke-43 Fikom Unisba: Teguhkan Semangat “Rumah Bersama” dan Perkuat Peran Komunikasi di Era Digital

Milad ke-43 Fikom Unisba: Teguhkan Semangat “Rumah Bersama” dan Perkuat Peran Komunikasi di Era Digital

admin@mediakampus admin@mediakampus Juni 10, 2026
Menuju Pengukuhan Guru Besar, Perjalanan Penuh Dedikasi Prof. Dr. Sri Suwarsi, S.E., M.Si. Capai Jabatan Guru Besar
Kajian Kognitif Gamers Antar Dosen Psikologi Unisba Raih Gelar Doktor dari UI
LPPM Unisba Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Pelatihan Peternakan Ayam Petelur di Garut
Dipimpin Rektor, Unisba Salurkan Layanan Kesehatan dan Penguatan Spiritual untuk Pesantren Korban Banjir
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar