Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Wisuda Gelombang II Unisba Kukuhkan 1.500 Lebih Lulusan, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Wisuda Gelombang II Unisba Kukuhkan 1.500 Lebih Lulusan, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak

admin@mediakampus
Last updated: Agustus 22, 2026 3:44 pm
admin@mediakampus Published Agustus 22, 2026
Share
Wisuda Gelombang II Unisba Kukuhkan 1.500 Lebih Lulusan, Teguhkan Semangat Kampus Berdampak
Pada wisuda ini, lebih dari 1.500 lulusan resmi dikukuhkan. Prosesi berlangsung di Aula Utama Unisba, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026), diikuti lulusan jenjang Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana dari berbagai fakultas. Selama dua hari, wisuda digelar dalam empat sesi.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali melepas lebih dari 1.500 lulusan melalui Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2025/2026. Prosesi tersebut menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Contents
Orang Tua Menjadi Bagian Penting Perjalanan LulusanLLDIKTI Dorong Lulusan Adaptif di Era Kecerdasan BuatanTiga Lulusan Raih Predikat Terbaik

Semangat tersebut selaras dengan komitmen Unisba sebagai kampus berdampak, yang mendorong lulusannya menjadi “ragi” di tengah masyarakat. Para alumni diharapkan mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan kontribusi positif, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dunia profesional.

Wisuda berlangsung di Aula Utama Unisba, Sabtu–Minggu (22–23/8/2026). Prosesi diikuti lulusan jenjang Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana dari berbagai fakultas. Selama dua hari, rangkaian wisuda dilaksanakan dalam empat sesi.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa wisuda tidak semestinya dipandang sebagai akhir perjalanan akademik. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang pengabdian yang sesungguhnya. Gelar akademis yang tertera di belakang nama Saudara bukan sekadar hiasan ijazah, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut pembuktian nyata di tengah masyarakat,” ujar rektor.

Ia meminta para lulusan tetap menjadikan nilai Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid sebagai bagian dari karakter dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di Unisba.

Nilai tersebut, menurutnya, dapat menjadi landasan untuk terus berjuang, berpikir kritis, berinovasi, serta menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

Rektor juga menekankan pentingnya menyelaraskan kompetensi keilmuan dengan integritas. Penguasaan ilmu tanpa integritas berisiko disalahgunakan, sementara integritas tanpa ilmu dapat membuat seseorang kurang mampu menyelesaikan persoalan secara tepat.

“Di pundak Saudara kini melekat identitas sebagai intelektual Muslim, sebagai insan yang Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, serta pembelajar sepanjang hayat,” katanya.

Orang Tua Menjadi Bagian Penting Perjalanan Lulusan

Dalam sambutannya, rektor juga mengingatkan para wisudawan untuk tidak melupakan jasa orang tua yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para orang tua atas doa, dukungan, serta pengorbanan yang diberikan hingga putra-putri mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Kepada Bapak dan Ibu orang tua lulusan, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisba. Hari ini, kami kembalikan putra-putri Bapak/Ibu. Insyaallah mereka kembali sebagai pribadi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk masyarakat,” ujar rektor.

Ketua Badan Pembina Yayasan Unisba, Prof. Dr. H. Bagir Manan, S.H., M.CL., turut mengingatkan para lulusan mengenai tanggung jawab besar yang melekat pada seorang sarjana.

Dalam sambutannya, Bagir mengutip pemikiran Bung Hatta mengenai karakter utama seorang sarjana, yaitu memiliki pembawaan intelektual sekaligus menjunjung tinggi etika.

Menurut Bagir, intelektualitas tidak cukup hanya ditunjukkan melalui penguasaan ilmu. Seorang intelektual juga harus berani bertanggung jawab, bersikap adil, dan memiliki keterbukaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Seorang intelektual tidak cukup hanya accountable, tidak cukup hanya ethics tapi harus dilengkapi oleh dua hal lagi, yaitu seorang intelektual harus selalu fair, fairness, selalu jujur. Yang kedua, harus selalu terbuka, openness,” tuturnya.

Bagir juga berpesan agar lulusan berhati-hati dalam menentukan setiap keputusan. Kehati-hatian bukan berarti takut bertindak, tetapi memastikan setiap langkah telah dipertimbangkan dengan matang dan disertai tanggung jawab.

Ia mengajak para sarjana Unisba untuk mengambil peran sebagai bagian dari perubahan masyarakat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika kehidupan yang terus berubah menuntut lulusan untuk mampu beradaptasi, memberikan manfaat, sekaligus menjadi penggerak perubahan.

“Menjadilah manusia pembawa kebaikan dalam masyarakat, jangan mengecewakan masyarakat,” pesannya.

Bagir berharap para lulusan terus memperbarui wawasan dan mempertahankan identitas sebagai sarjana Muslim yang memiliki tanggung jawab intelektual maupun sosial.

“Saya berharap di manapun Saudara berada, tunjukkanlah bahwa Saudara-saudara adalah sarjana Unisba yang membawa harapan-harapan Unisba. Menjadi sarjana intelektual, sarjana Muslim intelektual yang bertanggung jawab,” katanya.

LLDIKTI Dorong Lulusan Adaptif di Era Kecerdasan Buatan

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., memberikan apresiasi atas capaian Unisba yang termasuk dalam 19 perguruan tinggi dari 314 perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten yang telah memperoleh akreditasi Unggul.

Dalam sambutannya, Lukman menyampaikan bahwa wisuda merupakan awal perjalanan baru yang akan membawa lulusan menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang. Persaingan dunia kerja yang semakin ketat serta pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, membuat kemampuan beradaptasi dan belajar secara berkelanjutan semakin penting.

“Jadikanlah teknologi sebagai alat yang kita berdayakan, bukan alat yang menggantikan peran kita,” pesannya.

Ia menilai lulusan perlu membekali diri dengan akhlak, integritas, kemampuan memecahkan masalah, dan kemauan untuk terus belajar. Di tengah kemajuan AI, kemampuan manusia seperti empati, kecerdasan emosional, kreativitas, etika, serta tanggung jawab moral tetap menjadi kekuatan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Selain menjadi pencari kerja, para lulusan juga didorong untuk berani menangkap peluang sebagai entrepreneur. Dengan menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan, lulusan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga maupun masyarakat.

Untuk memasuki dunia profesional, Lukman mengajak lulusan Unisba memegang prinsip JAGO, yakni Jejaring, Adaptif, Gesit, serta Orisinal dan Otentik.

“Pegang teguh spirit tersebut di mana pun kalian berada,” pesannya.

Tiga Lulusan Raih Predikat Terbaik

Wisuda Gelombang II Unisba juga menjadi momentum pemberian apresiasi kepada lulusan dengan capaian akademik dan masa studi terbaik.

Predikat Yudisium Pujian dengan IPK tertinggi tingkat universitas diraih Meisya Febriana dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dengan IPK 3,98.

Sementara predikat lulusan tercepat diberikan kepada Muhammad Farhan Faiz Mubarok, yang berasal dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi. Ia berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun, 4 bulan, 21 hari.

Adapun predikat lulusan termuda diraih Nazwa Zahratunnisa dari Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada usia 20 tahun, 10 bulan, 21 hari.

Wisuda Gelombang II Unisba Tahun Akademik 2025/2026 pun menjadi penanda lahirnya lebih dari 1.500 lulusan yang diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Dengan bekal ilmu, integritas, nilai keislaman, dan semangat Mujahid, Mujtahid, serta Mujaddid, mereka diharapkan mampu menjadi intelektual Muslim yang memberikan manfaat dan membawa perubahan di tengah masyarakat.

(askur/nmn)

TAGGED:#WisudaUnisba #Unisba #WisudaGelombangII #KampusBerdampak #LulusanUnisba #UniversitasIslamBandung #SarjanaUnisba #PendidikanTinggi #IntelektualMuslim #MujahidMujtahidMujaddid
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Pojok Statistik Unisba Terima Studi Banding dari Universitas Pelita Bangsa

admin@mediakampus admin@mediakampus September 4, 2025
Menyapa Dunia dari Bandung: Kisah Internasionalisasi Prodi Akuntansi Unisba
Milad Unisba 2026 Dorong Generasi Muda Berdaya Saing, Cerdas Finansial, dan Berakhlak Mulia
Tim PKM-P3UM Unisba Berdayakan Ekonomi Umat
Dari Jogokaryan ke Bandung: Membandingkan Model Pengelolaan Masjid yang Berdaya Umat
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar