Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Jejak Anak Muda di Rancasari: Ketika Mahasiswa dan Warga Menjahit Data untuk Masa Depan Kota Bandung
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
FeatureInfo Kampus

Jejak Anak Muda di Rancasari: Ketika Mahasiswa dan Warga Menjahit Data untuk Masa Depan Kota Bandung

admin@mediakampus
Last updated: Oktober 15, 2025 12:29 am
admin@mediakampus Published Oktober 14, 2025
Share
SHARE

PAGI itu, udara di Kecamatan Rancasari masih segar setelah hujan malam sebelumnya. Di sebuah balai RW, belasan mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) tampak sibuk berbincang dengan warga. Di tangan mereka, bukan sekadar kertas dan pena tapi ponsel yang menampilkan aplikasi dengan nama unik: Laci RW — Layanan Catatan Informasi Rukun Warga.

Aplikasi sederhana itu menjadi “jembatan” antara data dan kehidupan nyata masyarakat. Melalui layar kecil, mereka mengumpulkan cerita: berapa banyak warga lanjut usia yang tinggal sendiri, di mana lokasi drainase tersumbat, hingga potensi ekonomi rumahan yang tersembunyi di gang-gang kecil.

Kegiatan itu bukan survei biasa. Ini adalah bagian dari Program Kampus Berdampak yang digagas Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unisba, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung. Tahun 2025, mereka membawa tema besar: “Penyusunan Profil Kewilayahan Menggunakan Aplikasi Laci RW di Kecamatan Rancasari.”

Sebanyak 45 mahasiswa dan 10 dosen turun langsung ke lapangan, berdampingan dengan perangkat kewilayahan dan masyarakat. Mereka bukan sekadar mendata tapi juga mendengarkan. Karena di balik angka dan tabel, selalu ada cerita manusia yang harus dipahami.

“Kami ingin membantu warga mengenali wilayahnya sendiri dengan lebih baik,” ujar salah satu mahasiswa PWK Unisba dengan senyum lebar. “Setiap titik data punya makna—dan makna itu bisa jadi pijakan untuk pembangunan yang benar-benar berpihak.”

Aplikasi Laci RW memungkinkan setiap RW menyusun Profil RW yang berisi potret sosial, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Data inilah yang nantinya menjadi dasar dalam Program Prakarsa (Program Akselerasi Kewilayahan Bandung Utama) — program prioritas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

Melalui profil yang tersusun rapi di Laci RW, Pemerintah Kota Bandung kini memiliki “peta kehidupan” warga yang lebih utuh. Bukan sekadar angka, melainkan cerminan kebutuhan nyata: wilayah mana yang butuh ruang terbuka hijau, RW mana yang perlu perhatian soal sanitasi, dan di mana potensi usaha kecil bisa tumbuh.

Para mahasiswa Unisba ikut dalam setiap tahapnya — dari pendampingan warga dalam pendataan, sosialisasi aplikasi, hingga analisis dan penyusunan rekomendasi pembangunan. Mereka belajar, bukan dari ruang kelas, tapi dari obrolan hangat dengan masyarakat yang mereka layani.

Program ini bukan hanya soal data, tapi soal rasa memiliki. Rasa bahwa pembangunan bukan lagi urusan pemerintah semata, melainkan kerja bersama antara warga, akademisi, dan birokrat.

“Kami ingin menjadikan data bukan sekadar angka di laporan,” kata salah satu dosen pembimbing. “Tapi sebagai napas perencanaan yang hidup, yang lahir dari suara masyarakat itu sendiri.”

Dari Rancasari, semangat kolaborasi ini diharapkan menjalar ke seluruh Kota Bandung. PWK Unisba dan Bapperida ingin membuktikan bahwa pembangunan yang baik dimulai dari pemahaman yang benar — dan pemahaman itu lahir dari data yang jujur, akurat, dan partisipatif.

Dan di balik semua itu, ada cerita kecil yang tak kalah penting: tentang anak-anak muda yang turun ke lapangan, membuka “laci-laci” data kehidupan warga, dan menulis ulang harapan untuk kota yang lebih inklusif dan berdaya saing.(ask/png)

TAGGED:#PWKUnisba #BapperidaBandung #LaciRWBandung #MBKMUnisba #ProfilKewilayahanRancasari #PembangunanBerbasisData
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
KBRI Windhoek Dorong Kolaborasi Budaya Melalui Workshop Tenun Wastra Nusantara di Dua Kota Namibia

KBRI Windhoek Dorong Kolaborasi Budaya Melalui Workshop Tenun Wastra Nusantara di Dua Kota Namibia

admin@mediakampus admin@mediakampus Desember 9, 2025
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Unisba Adakan Ekskursi Internasional “Studio Academy: Singapore Excursion”
Unisba Ikuti Rapat Strategis Bersama Mendiktisaintek dan Wali Kota Bandung Bahas Inovasi Pengelolaan Sampah
Unisba Perkuat Tata Kelola Kampus Lewat Sosialisasi SPI dan Implementasi Manajemen Risiko
Prodi Perbankan Syariah Unisba Perkuat Peluang Kolaborasi dengan BSI Lewat Kunjungan Industri ke Treasury & Global Market
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar