MEDIA-KAMPUS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Islam Bandung. Muhammad Raffli Masrichan sukses meraih penghargaan “Most Dedicated Tutor” dalam ajang nasional Gerakan Mengajar Desa (GMD) Batch 2.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara penutupan (Closing Ceremony) yang digelar pada Sabtu, 14 Maret 2026, setelah peserta menyelesaikan rangkaian program pengabdian sejak 25 November 2025.
Dalam program tersebut, Raffli dipercaya sebagai ketua kelompok yang memimpin 18 relawan di desa penempatan. Ia menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang solid serta strategi yang adaptif dalam menjalankan program.
Pendekatan pembelajaran yang diterapkannya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, nilai kepemimpinan, serta penguatan wawasan praktis di luar ruang kelas.
Di bawah koordinasinya, tim berhasil merealisasikan berbagai program yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat desa, antara lain pemeriksaan kesehatan warga, pengadaan papan kelas untuk sekolah, dan penataan estetika lingkungan sekolah melalui instalasi rangkaian bunga.
Program-program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan lingkungan sosial di daerah.
Penghargaan “Most Dedicated Tutor” diberikan berdasarkan sejumlah kriteria ketat, yaitu Inovasi Pembelajaran – Pengembangan modul fun learning yang interaktif dan sesuai karakter anak desa, Dampak Nyata (Impact Assessment) – Kontribusi langsung terhadap siswa dan masyarakat, Konsistensi Operasional – Disiplin dalam manajemen program dan logistik, dan Penilaian Sejawat (Peer Feedback) – Pengakuan atas kepemimpinan dari sesama relawan.
Kompetisi Nasional dengan Standar Tinggi
Program GMD sendiri merupakan gerakan nasional di bawah naungan Yayasan Generasi Sahabat Pendidikan. Organisasi ini dikenal memiliki standar seleksi dan kompetisi tinggi, sebanding dengan gerakan pengabdian ternama seperti Indonesia Mengajar dan 1000 Guru.
Dengan jangkauan relawan di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia, penghargaan ini menegaskan kualitas dan daya saing mahasiswa di tingkat nasional.
Keberhasilan Raffli menjadi representasi nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Prestasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa PWK Unisba mampu mengintegrasikan keilmuan perencanaan wilayah dengan kepedulian sosial secara konkret.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi di wilayah pedesaan Indonesia.(sani/png)***


