MEDIA-KAMPUS.COM – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisba kembali menggelar Mini Expo Jaya 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil kreativitas dan inovasi bisnis yang telah mereka kembangkan selama proses perkuliahan.
Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/6) ini menjadi sarana pembelajaran sekaligus apresiasi bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berwirausaha, berpikir kreatif, dan menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Mini Expo Jaya merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Kewirausahaan dan Digital Bisnis. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut melahirkan ide bisnis, tetapi juga mengembangkan, menguji, dan memvalidasinya menjadi produk nyata yang berpotensi berkembang menjadi usaha berkelanjutan.
Beragam produk inovatif hasil karya mahasiswa dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang pameran, acara ini juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama Joko Ervianto, alumni Akuntansi Unisba angkatan 1984 yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Amanda Brownies.
Dalam pemaparannya, Joko menceritakan perjalanan kariernya hingga berhasil membangun salah satu merek brownies terkemuka di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh semangat, konsistensi, dan komitmen yang kuat.
Menurutnya, tantangan dalam membangun usaha tidak berhenti pada penciptaan produk. Menjaga kualitas, meningkatkan kapasitas produksi, serta membangun budaya kerja yang sehat menjadi faktor penting yang menentukan keberlangsungan bisnis.
Joko juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Semangat belajar serta kemauan untuk terus berkembang dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di dunia usaha yang semakin dinamis.
Kegiatan ini semakin meriah dengan hadirnya Lightning Session yang menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku industri kreatif, di antaranya Adi Panuntan dari 9 Matahari, Avitia Nurmatari dari Sesar Lembang Kalcer, serta Vanessa Letizia dari Greeneration Foundation. Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan bisnis melalui talkshow bersama Aji Raksa, alumni Akuntansi FEB Unisba yang kini berkarier sebagai Head of Strategy Joseon Chicken.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa, Mini Expo Jaya 2026 juga memberikan kesempatan kepada siswa SMA PGII 1 Bandung dan SMKN 3 Bandung untuk mengikuti sesi Business Pitching Presentation. Dalam sesi tersebut, para peserta mempresentasikan ide dan produk inovatif yang mereka kembangkan.
Berbagai stan pameran turut memeriahkan acara dengan menampilkan karya mahasiswa Kewirausahaan dan Digital Bisnis Akuntansi FEB Unisba, siswa sekolah mitra, serta pelaku usaha seperti Mielia, Es Potong Sawargi, dan Joseon Chicken.
Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan FEB Unisba, Dr. Handri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap produk yang dipamerkan merupakan hasil proses pembelajaran yang panjang, mulai dari diskusi, eksperimen, hingga penyempurnaan bersama dosen pembimbing.
Ia berharap Mini Expo Jaya dapat terus berkembang dan memiliki cakupan yang lebih luas. Setelah sukses digelar selama empat tahun berturut-turut, kegiatan ini dinilai memiliki potensi untuk berkembang menjadi ajang kewirausahaan tingkat Jawa Barat, nasional, bahkan internasional.
Sementara itu, Ketua Program Studi Akuntansi FEB Unisba, Dr. Kania Nurcholisah, S.E., M.Si., menegaskan bahwa Mini Expo Jaya menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami proses membangun bisnis, mulai dari penciptaan ide hingga pemasaran produk.
Menurutnya, mahasiswa Akuntansi tidak hanya dibekali kemampuan mengelola laporan keuangan dan angka, tetapi juga didorong untuk menciptakan inovasi serta menangkap peluang usaha yang berkembang di masyarakat.
Melalui Mini Expo Jaya 2026, Akuntansi FEB Unisba kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong lahirnya generasi muda kreatif, inovatif, dan memiliki semangat kewirausahaan yang kuat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ide-ide besar perlu diwujudkan, diuji, dan diapresiasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.


