MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Universitas Islam Bandung (Unisba) bersama Pemerintah Kota Banjar memperkuat kolaborasi dalam pengembangan wilayah melalui Seminar Akhir Studio Perencanaan Kota. Kegiatan yang digelar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Unisba, tersebut berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba, Jumat (17/7/2026).
Seminar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil kajian mengenai penataan ruang Kota Banjar. Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Fakultas Teknik Unisba dan Pemerintah Kota Banjar.
Koordinator Studio Perencanaan Kota, Dr. Ir. Ira Safitri Darwin, S.T., M.Si., IPU., menjelaskan, Kota Banjar dipilih sebagai lokasi kajian karena memiliki karakteristik wilayah yang menarik. Sebagai salah satu kota termuda di Jawa Barat, Banjar dinilai mempunyai dinamika perkembangan yang relevan untuk dipelajari oleh mahasiswa perencanaan wilayah dan kota.
Studio Perencanaan Kota kali ini mengangkat tema “Konsep Tata Ruang Kecamatan dan Ibu Kota Kecamatan di Kota Banjar sebagai Etalase Pemberdayaan UMKM.”
Ira mengatakan, tema tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek fisik penataan ruang. Mereka juga diarahkan untuk memahami peran perencanaan kota dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam proses penyusunan kajian, mahasiswa mengerjakan 11 jenis analisis dan satu desain tapak. Hasilnya disajikan dalam berbagai bentuk, antara lain laporan survei, laporan fakta dan analisis, laporan akhir, video profil, poster, serta buklet ringkasan eksekutif.
“Kami berharap hasil studio ini dapat menjadi bahan diskusi dan alternatif gagasan bagi Pemerintah Kota Banjar dalam penyusunan perencanaan di tingkat kecamatan,” ujar Ira.
Kajian tersebut diharapkan memberikan pilihan konsep bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan pusat kecamatan yang tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pelayanan publik, tetapi juga sebagai ruang promosi produk dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Unisba Dorong Konsep Kampus Berdampak
Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjar atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan studio lapangan.
Pemerintah Kota Banjar telah membuka akses terhadap data, menyediakan ruang belajar, serta mendampingi mahasiswa ketika melakukan pengamatan langsung di lapangan.
Menurut Ratna, Studio Perencanaan Kota bukan sekadar bagian dari pemenuhan kurikulum. Kegiatan tersebut juga menjadi laboratorium hidup atau living laboratory yang membantu mahasiswa memahami dinamika ruang dan kehidupan masyarakat secara langsung.
Kolaborasi dengan pelaku UMKM serta gagasan penyusunan peta jalan pembangunan Kota Banjar melalui pendekatan wellness city turut menjadi perhatian. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan manfaat pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Semangat kampus berdampak yang saat ini digaungkan pemerintah sejatinya selaras dengan nilai yang selama ini dipegang Unisba, yaitu menjadi ragi di masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah,” kata Ratna.
Ia menegaskan, Unisba siap memperluas kemitraan dengan Pemerintah Kota Banjar. Ruang kolaborasi dapat dikembangkan melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan pembangunan, dan penyusunan rekomendasi kebijakan daerah.
Membuka Dialog antara Kampus dan Pemerintah Daerah
Wali Kota Banjar, Ir. Sudarsono, mengapresiasi Unisba yang telah menjadikan Kota Banjar sebagai lokasi kegiatan Studio Perencanaan Kota. Kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan pada 29 Maret hingga 4 April 2026.
Menurut Sudarsono, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya mendukung proses pembelajaran akademik. Aktivitas tersebut sekaligus membuka ruang dialog dan pertukaran gagasan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.
Tema etalase pemberdayaan UMKM dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan Kota Banjar. Penataan pusat kecamatan berbasis UMKM berpotensi menghadirkan kawasan pelayanan masyarakat sekaligus ruang promosi produk unggulan daerah.
Konsep tersebut juga dapat mendukung pemerataan aktivitas ekonomi agar pertumbuhan tidak hanya terpusat pada kawasan tertentu.
“Saya percaya ide-ide kreatif yang disusun mahasiswa akan memberikan perspektif baru terhadap pengembangan ruang Kota Banjar. Hasilnya diharapkan tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga menjadi referensi dan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Komitmen kolaborasi diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Fakultas Teknik Unisba dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Banjar.
Selain itu, Program Studi PWK Unisba dan Bappelitbangda Kota Banjar menandatangani Implementation Agreement sebagai landasan pelaksanaan program bersama. Prosesi tersebut dilengkapi dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol komitmen membangun kemitraan secara berkelanjutan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil Studio Perencanaan Kota Banjar oleh mahasiswa PWK Unisba. Para peserta juga mengikuti sesi diskusi bersama akademisi dan jajaran Pemerintah Kota Banjar serta pengumuman poster terbaik.
Seminar dan kerja sama tersebut mempertegas komitmen Unisba sebagai kampus berdampak. Kontribusi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui kemitraan nyata untuk mendukung pembangunan wilayah yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. (askur/nmn)***


