MEDIA-KAMPUS.COM — Seiring percepatan digitalisasi administrasi perpajakan nasional, Tax Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) menggandeng Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat I untuk menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Aktivasi Akun Coretax bagi Wajib Pajak Orang Pribadi. Kegiatan yang digelar secara hybrid pada Selasa (23/12) di Gedung LPPM Unisba ini menjadi upaya strategis dalam meningkatkan literasi sekaligus kesiapan wajib pajak menghadapi sistem perpajakan digital berbasis Coretax.
Dalam kegiatan tersebut, hadir para penyuluh pajak dari Kanwil DJP Jawa Barat I sebagai narasumber, yakni Rony Zakaria selaku Penyuluh Pajak Ahli Madya, serta Martin Purnama Putra dan Antoni Eka Bali sebagai Penyuluh Pajak Ahli Pertama. Para narasumber memberikan pendampingan langsung disertai pemaparan teknis mengenai pemanfaatan Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan yang terintegrasi.
Sebanyak 55 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 25 peserta luring dan 30 peserta daring. Peserta berasal dari kalangan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa calon Relawan Pajak (Renjani) 2026. Antusiasme peserta tampak sejak awal acara, terutama pada sesi praktik langsung aktivasi akun Coretax dan pembuatan kode otorisasi DJP.
Tak hanya fokus pada aktivasi akun, kegiatan ini juga dilengkapi dengan bimbingan teknis pengisian SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi melalui simulator Coretax. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif mengenai alur pelaporan SPT Tahunan dengan sistem digital terbaru milik Direktorat Jenderal Pajak.
Ketua Tax Center FEB Unisba, Asri Suangga, SE., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan Tax Center FEB Unisba dalam mendukung sosialisasi dan edukasi perpajakan kepada masyarakat. Menurutnya, digitalisasi sistem perpajakan menuntut kesiapan dan pemahaman yang memadai dari wajib pajak. Oleh karena itu, melalui pendampingan seperti ini, Tax Center berupaya memfasilitasi wajib pajak agar lebih percaya diri dan mandiri dalam memanfaatkan layanan pajak digital.
Sebagai kelanjutan dari rangkaian edukasi tersebut, Tax Center FEB Unisba kembali menggelar pendampingan aktivasi akun Coretax pada Senin (05/01). Kegiatan kali ini diperuntukkan khusus bagi dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Unisba dan turut dihadiri Rektor Unisba periode 2017–2025, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH., MH. Sebanyak 16 peserta mengikuti agenda ini dan seluruhnya berhasil melakukan aktivasi akun Coretax. Selain itu, tim Tax Center juga memberikan pendampingan intensif bagi peserta yang memerlukan pemutakhiran data agar sesuai dengan sistem terbaru.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Salah satunya, Dr. Huriyah Rahmah dari Fakultas Tarbiyah Unisba, yang menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai pendampingan ini sangat bermanfaat dan menyayangkan jika kesempatan serupa terlewatkan oleh banyak pihak. Ke depan, ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara lebih merata di setiap fakultas, baik dalam bentuk roadshow maupun pendampingan internal.
Hal senada disampaikan oleh Dea Ainun Nisa, calon Relawan Pajak (Renjani) 2026. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan bekal teknis yang nyata, mulai dari tahapan aktivasi akun hingga cara menangani berbagai kendala yang mungkin dihadapi wajib pajak. Kesempatan mencoba langsung simulator Coretax, menurutnya, memberikan gambaran yang jelas dan menjadi modal penting bagi dirinya dan rekan-rekannya dalam mempersiapkan diri sebagai Relawan Pajak 2026.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan pendampingan ini berlangsung tertib dan lancar. Kegiatan ini dinilai efektif dalam membantu peserta memahami aspek teknis sekaligus meningkatkan kesiapan wajib pajak dalam mengakses layanan perpajakan digital. Melalui inisiatif tersebut, Tax Center FEB Unisba kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis Direktorat Jenderal Pajak dalam mendorong peningkatan literasi dan kepatuhan perpajakan masyarakat. (askur/png)


