MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Fotografi bukan sekadar aktivitas mengabadikan objek, melainkan juga seni mengolah visual untuk menyampaikan cerita dan pesan. Pemahaman tersebut diperkenalkan kepada siswa SMKN 10 Bandung melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University dalam rangka International Photography and Short Movie Festival (IPSMF) 2026.
Melalui program bertajuk “Pelatihan Dasar Fotografi dan Short Movie untuk Mengembangkan Kreativitas Produksi Konten Digital”, para siswa memperoleh kesempatan mempelajari teknik dasar fotografi sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Kegiatan ini berlangsung di SMKN 10 Bandung, Jalan Cijawura Hilir Nomor 339, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jumat (23/10/2026).
Pelatihan tersebut menghadirkan Fakhri Athar Radian, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi angkatan 2025, Fakultas Komunikasi dan Ilmu Sosial Telkom University, sebagai pemateri. Ia memperkenalkan berbagai dasar fotografi yang dapat menjadi bekal siswa dalam menghasilkan karya visual yang menarik dan komunikatif.
Materi yang diberikan mencakup teknik pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, perspektif, serta pemilihan sudut pengambilan gambar atau angle. Para siswa diajak memahami bahwa kekuatan sebuah foto tidak hanya ditentukan oleh objek yang diabadikan, tetapi juga oleh kemampuan fotografer dalam memilih sudut pandang dan menata elemen visual.
Setelah mengikuti pemaparan materi, siswa melanjutkan pembelajaran melalui praktik fotografi. Mereka diberi kebebasan menentukan objek foto berdasarkan ide dan kreativitas masing-masing. Walaupun tidak disertai tantangan khusus, praktik ini tetap berfokus pada penerapan teknik angle dan komposisi yang sebelumnya telah dipelajari.
Dengan pendekatan tersebut, siswa dapat merasakan secara langsung proses menerjemahkan teori fotografi menjadi karya visual. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk mencoba berbagai pendekatan dalam mengambil gambar dan memahami faktor-faktor yang membuat sebuah foto terlihat lebih menarik.
Praktik Fotografi, Ruang Siswa Mengeksplorasi Ide dan Sudut Pandang
Sesi praktik menjadi kesempatan bagi siswa SMKN 10 Bandung untuk mengeksplorasi beragam objek dengan sudut pengambilan gambar yang berbeda. Kebebasan memilih objek membuka ruang bagi mereka untuk menuangkan gagasan, mengembangkan perspektif pribadi, dan mengekspresikan kreativitas melalui fotografi.
Dalam proses tersebut, siswa juga belajar bahwa menghasilkan gambar yang baik membutuhkan pertimbangan visual. Pemilihan sudut pengambilan gambar, penataan komposisi, dan cara memandang objek menjadi bagian penting yang memengaruhi hasil akhir sebuah foto.
Pengalaman praktik secara langsung turut memperkuat proses pembelajaran karena siswa dapat menghubungkan materi yang disampaikan dengan pengalaman nyata. Selain memahami teknik dasar fotografi, mereka didorong untuk meningkatkan kreativitas serta mengasah kepekaan dalam mengamati lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi visual.
Program ini juga relevan dengan potensi kompetensi siswa SMKN 10 Bandung, terutama dalam bidang Broadcasting dan Perfilman melalui konsentrasi Produksi dan Siaran Program Televisi (PSPT) serta Produksi Film (PF). Pemahaman fotografi menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pengembangan keterampilan dalam produksi konten visual.
Di tengah perkembangan media digital dan industri kreatif, kemampuan mengolah visual secara menarik dan efektif semakin dibutuhkan. Karena itu, penguasaan teknik dasar fotografi diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi yang relevan dengan bidang broadcasting, perfilman, dan produksi konten digital.
Melalui kegiatan Abdimas Telkom University ini, siswa diharapkan semakin memahami dasar-dasar fotografi dan mampu menerapkannya dalam menghasilkan karya visual yang kreatif. Perpaduan antara penyampaian materi dan praktik langsung menjadi upaya untuk membangun keberanian siswa dalam mengeksplorasi ide, mengembangkan keterampilan, serta mengoptimalkan kreativitas dalam produksi konten digital.
Dengan demikian, pembelajaran fotografi tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi berlanjut pada pengalaman berkarya yang dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan dunia media dan industri kreatif. (askur/nmn)***


