MEDIA-KAMPUS.COM – Dewan Guru Besar (DGB) Universitas Islam Bandung (Unisba) mulai menyusun berbagai langkah strategis guna memperkuat kontribusi akademik dan mendorong terwujudnya kampus yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan perdana Dewan Guru Besar yang dikemas dalam agenda brainstorming dan silaturahmi di Aula Pascasarjana Unisba, Rabu (1/7).
Forum tersebut menjadi momentum awal konsolidasi Dewan Guru Besar untuk menyamakan visi sekaligus merumuskan arah kebijakan dalam mendukung pengembangan universitas serta memperluas kontribusi keilmuan bagi pembangunan nasional.
Kegiatan dihadiri para anggota Dewan Guru Besar Unisba dan dibuka secara resmi oleh Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, rektor menegaskan bahwa keberadaan Dewan Guru Besar merupakan amanat statuta universitas yang memiliki fungsi penting dalam memperkuat tata kelola akademik serta menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Menurutnya, Dewan Guru Besar diharapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan strategis yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal, nasional, maupun global. Para guru besar juga didorong untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu, menghasilkan riset yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta memperkokoh posisi Unisba sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Kita tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Para guru besar diharapkan menjadi kontributor pemikiran yang mampu memperkuat peran Unisba dalam pembangunan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, Dra., M.Si., memaparkan arah pengembangan organisasi beserta sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Menurutnya, pertemuan perdana ini menjadi fondasi penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan visi seluruh guru besar dalam menjalankan tanggung jawab akademik.
Ia menjelaskan bahwa Dewan Guru Besar memiliki fungsi strategis sebagai penjaga etika dan moral akademik, pemberi pertimbangan kepada pimpinan universitas, pengawal marwah akademik, sekaligus katalisator pengembangan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Menjadi guru besar adalah amanah sekaligus anugerah. Karena itu, sudah sepatutnya kita mensyukuri amanah tersebut dengan memberikan kontribusi terbaik bagi Unisba, masyarakat, dan bangsa,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Atie juga memaparkan sejumlah agenda strategis Dewan Guru Besar, antara lain melakukan pemetaan kepakaran seluruh guru besar, membentuk kelompok kepakaran berdasarkan bidang ilmu, menyusun rekomendasi akademik bagi pimpinan universitas, mengembangkan kajian terhadap isu-isu strategis nasional maupun global, serta memperluas jejaring kerja sama dengan Dewan Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Di samping itu, Dewan Guru Besar akan menyusun dokumentasi profil dan bidang kepakaran setiap guru besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan visibilitas akademik Unisba. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas disiplin, membuka peluang kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, sekaligus memperluas kontribusi keilmuan universitas.
Melalui forum perdana ini, Dewan Guru Besar Unisba diharapkan semakin solid dalam menjalankan fungsinya sebagai mitra strategis universitas. Berbagai gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat memperkuat tata kelola akademik, mendorong inovasi, serta mempertegas komitmen Unisba sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan umat.(askur/nmn)***


