MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menerima kunjungan dari Bappelitbangda Kota Banjar dalam rangka membahas implementasi kerja sama strategis, Kamis (16/4). Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba dan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua institusi yang menekankan pentingnya kemitraan berbasis riset dalam mendorong pembangunan daerah. Diskusi kemudian difokuskan pada peluang konkret kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Ratna Januarita, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai pertemuan ini sebagai langkah awal yang signifikan dalam membangun sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
“Terima kasih atas kunjungan dari Bappelitbangda Kota Banjar. Ini merupakan kehormatan bagi kami. Harapannya, kerja sama yang dirancang tidak hanya berhenti sebagai dokumen, tetapi mampu menghasilkan kolaborasi produktif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ratna juga menegaskan bahwa Unisba terus mengembangkan pendekatan kolaboratif melalui konsep heptahelix sejak tahun 2021. Konsep ini melibatkan berbagai unsur, tidak hanya akademisi, pemerintah, dan masyarakat, tetapi juga membuka ruang kolaborasi internasional.
“Kami berharap dari pertemuan ini dapat ditemukan titik temu yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk kerja sama spesifik di tingkat fakultas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Banjar, Eri Kusmara Wardhana, menyampaikan harapan agar diskusi tersebut mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dari Unisba. Melalui diskusi ini, kami berharap dapat menggali berbagai peluang yang nantinya berdampak positif bagi kemajuan Kota Banjar,” ungkapnya.
Diskusi yang dipandu langsung oleh Ratna berlangsung dinamis dan interaktif. Sejumlah topik strategis dibahas, termasuk penguatan riset kolaboratif, program pengabdian masyarakat, serta penyusunan kebijakan publik berbasis kajian akademik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen awal kedua pihak dalam membangun kerja sama berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.(askur/png)***


