MEDIA-KAMPUS.COM — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Bandung menerima kunjungan benchmarking kurikulum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina, khususnya Program Studi Ekonomi Pembangunan, pada Kamis (21/5). Agenda akademik tersebut berlangsung di Ruang 2 Lantai 8 Gedung Dekanat FEB Unisba mulai pukul 15.00 WIB.
Kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mutu akademik, mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri dan masyarakat, serta memperluas sinergi antarkampus di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang dan semakin kompetitif.
Dari pihak FEB Unisba, kegiatan dihadiri langsung oleh pimpinan fakultas, mulai dari Dekan FEB Unisba, Wakil Dekan Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Sumber Daya dan Keuangan, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kerja Sama, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan, hingga dosen dan pengelola program studi terkait. Sementara itu, delegasi FEB Universitas Pertamina dipimpin oleh Wakil Dekan I bersama tim akademik dan jajaran pimpinan fakultas.
Pertemuan berlangsung dalam suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Kedua institusi saling berbagi pengalaman terbaik mengenai pengembangan kurikulum, implementasi Outcome-Based Education (OBE), penguatan capaian pembelajaran lulusan, penyusunan mata kuliah berbasis kebutuhan industri, hingga strategi meningkatkan daya saing program studi di tingkat nasional dan internasional.
Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup optimalisasi tracer study, penguatan kompetensi mahasiswa di bidang literasi digital dan analisis ekonomi, serta penyusunan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan global dan tantangan masa depan.
Dalam kesempatan tersebut, Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB Unisba turut memaparkan berbagai inovasi akademik yang telah dijalankan. Beberapa di antaranya meliputi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), perluasan jejaring kerja sama, serta penguatan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dekan FEB Unisba, Sri Fadilah, menegaskan bahwa benchmarking kurikulum merupakan bagian penting dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan berkelanjutan.
Ia berharap forum seperti ini mampu menjadi ruang pertukaran ide dan pengalaman yang dapat memperkuat kualitas pendidikan, terutama dalam menciptakan kurikulum yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Di sisi lain, pihak FEB Universitas Pertamina mengapresiasi keterbukaan dan sambutan hangat dari FEB Unisba dalam berbagi praktik baik terkait tata kelola akademik dan pengembangan program studi. Mereka menilai benchmarking ini memberikan perspektif baru sekaligus referensi strategis dalam meningkatkan kualitas kurikulum dan tata kelola pendidikan tinggi berbasis continuous improvement.
Selain menjadi sarana pertukaran wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi. Potensi kolaborasi tersebut meliputi penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran dosen dan mahasiswa, seminar akademik, hingga publikasi ilmiah kolaboratif.
Melalui sinergi ini, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pembangunan bangsa.
Sejalan dengan semangat FEB SATU (Sustainability, Acceleration, Transcendent Values, and Unity), FEB Unisba terus mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul, terbuka terhadap kolaborasi strategis, serta berkontribusi aktif dalam kemajuan pendidikan nasional.


