MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menghadirkan peluang baru dalam dunia pendidikan anak usia dini. Menyikapi perkembangan tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba) menggelar pelatihan pemanfaatan AI bagi para pendidik PAUD di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Senin (24/8/2026).
Workshop bertajuk “Optimalisasi Pembuatan Bahan Ajar Anak Usia Dini Berbasis AI” tersebut dilaksanakan di PAUD Imanda, Jalan Halteu Utara, Kecamatan Andir. Kegiatan diikuti 15 peserta yang terdiri atas pimpinan sekolah dan tenaga pendidik dari lembaga PAUD, TK, serta Kelompok Bermain di wilayah Kecamatan Andir.
Pemanfaatan AI dalam proses pendidikan anak usia dini kini semakin berkembang. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai aspek pembelajaran, mulai dari pengembangan bahasa dan literasi, kemampuan kognitif, hingga pembelajaran sosial dan emosional anak.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, penggunaan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan kompetensi pendidik. Teknologi harus digunakan secara bijak dan disesuaikan dengan kebutuhan serta tahapan perkembangan anak.
Fikom Unisba selama ini turut mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Kehadiran AI dinilai memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk menciptakan bahan ajar yang kreatif, variatif, sekaligus relevan dengan karakteristik peserta didik usia dini.
Koordinator Tim PKM Fikom Unisba, Dr. Doddy C Iskandar, mengatakan perkembangan AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pendidik perlu memahami teknologi tersebut dan mengoptimalkan sisi positifnya untuk mendukung peningkatan kualitas konten pembelajaran.
“Para guru dapat memanfaatkan AI untuk memproduksi konten edukatif yang menarik secara cepat dan kreatif, dari dongeng bergambar (storytelling), lagu anak edukatif, hingga video pembelajaran yang interaktif,” ujar Doddy di sela kegiatan.
Dalam workshop tersebut, peserta tidak sekadar mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar AI. Tim PKM Fikom Unisba yang terdiri atas Dr. Zulfebriges, Dr. Endri Listiani, Dian Widya Putri, M.I.Kom., dan Adjie Muhammad Agung juga memberikan pendampingan praktik.
Para guru dilatih memanfaatkan AI sejak tahap pengembangan gagasan, penyusunan cerita, pembuatan materi visual, hingga pengemasan bahan tersebut menjadi konten pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami anak.
Penggunaan AI untuk pendidikan anak usia dini memiliki karakteristik dan tantangan khusus. Bahan ajar yang dibuat tidak cukup hanya menarik secara visual, tetapi juga harus sederhana, mengandung nilai edukatif, serta sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
Karena itu, peran pendidik tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Kreativitas guru dan pemahaman terhadap karakter setiap anak diperlukan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat dalam kegiatan pembelajaran.
Antusiasme terhadap workshop juga disampaikan Resmisari Dewi, S.Sos., M.Pd., pengajar sekaligus pimpinan PAUD Imanda. Ia mengapresiasi langkah Fikom Unisba yang memberikan pembekalan sesuai dengan kebutuhan pendidik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi menjadi bekal penting bagi tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
Melalui kegiatan ini, guru diharapkan tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu mengolah AI menjadi sarana untuk memperkaya kreativitas pembelajaran. Berbagai bentuk materi seperti dongeng, lagu, ilustrasi, hingga video edukasi dapat dikembangkan menjadi bahan ajar yang lebih beragam dan menarik bagi anak.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. AI memang dapat memberikan berbagai kemudahan dalam proses produksi bahan ajar, tetapi kualitas pembelajaran tetap bergantung pada peran pendidik.
Teknologi hanyalah alat. Kreativitas, pengalaman, dan pemahaman guru terhadap kebutuhan serta karakter anak tetap menjadi kunci utama dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna.(askur/nmn)***


