MEDIA-KAMPUS.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang amanah dan berintegritas. Melalui program Pembentukan Karakter Dokter Muslim (PKDM), sebanyak 163 mahasiswa profesi dokter angkatan 2025 genap Tahun Akademik 2025/2026 mengikuti pembinaan karakter yang digelar di Aula Unisba, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat fondasi moral, etika, dan spiritual para calon dokter sebelum terjun penuh ke dunia praktik medis.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menekankan bahwa profesi dokter tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan akademik. Ia menyebut, karakter, integritas, serta kesadaran spiritual merupakan unsur utama yang harus melekat pada setiap dokter muslim.
“Menjadi dokter muslim adalah sebuah amanah. Niat yang lurus, karakter yang kokoh, serta kemampuan menjaga nilai moral dan keislaman menjadi fondasi penting sejak masa pendidikan hingga praktik di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menuturkan bahwa pembentukan karakter bukanlah proses instan. Menurutnya, karakter profesional dibangun melalui proses panjang yang melibatkan pendidikan, pengalaman klinis, serta pembiasaan nilai etika.
Ia mengingatkan bahwa profesi dokter berhadapan langsung dengan manusia dalam berbagai kondisi, sehingga diperlukan empati, sensitivitas, dan tanggung jawab tinggi.
“Karakter tidak terbentuk dalam waktu singkat. PKDM menjadi upaya bersama untuk menanamkan profesionalisme, empati, serta etika sebagai dokter muslim,” ujarnya.
Materi Penguatan Etika dan Kedokteran Syariah
Dalam kegiatan PKDM ini, para peserta mendapatkan beragam materi strategis. Rektor Unisba memaparkan topik Implementasi 3M dalam Praktik Kepaniteraan, sedangkan Dekan FK menyampaikan materi mengenai Kode Etik dan Profil Lulusan Dokter Muslim.
Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba, Dr. Parihat Kamil, Dra., M.Si., memberikan materi tentang Fiqih Thoharoh dan Salat bagi Pasien, yang menekankan pentingnya pemahaman syariah dalam pelayanan medis.
Selain itu, Dadang Rukanta, dr., Sp.OT., M.Kes., mengulas Implementasi Kedokteran Syariah dalam Pelayanan Rumah Sakit. Tito Gunantara, dr., SpA., SubSp. Hematoonkologi (K)., M.Kes., turut membahas pentingnya Hubungan Dokter–Pasien dan Kesejawatan dalam perspektif dokter muslim.
Rangkaian kegiatan semakin lengkap dengan diskusi panel bertema Etika Pergaulan dan Pencegahan Dosa Besar (Zina, Minuman Beralkohol, dan NAPZA) serta Kesehatan Mental dalam Praktik Kepaniteraan. Diskusi ini menghadirkan Dr. Muhammad Yunus, S.H.I., M.E.Sy., dan Ayu Prasetia, dr., Sp.KJ., MMRS., yang memberikan penguatan dari aspek hukum syariah dan kesehatan jiwa.
Wujud Visi Mencetak Dokter Muslim Berkarakter
Ketua Panitia PKDM, Rizki Perdana, dr., M.Kes., AIFO-K, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata visi dan misi FK Unisba dalam menghasilkan lulusan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik profesional.
“PKDM menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat kesadaran, tanggung jawab, serta karakter mahasiswa profesi. Harapannya, nilai-nilai ini terus diterapkan dalam praktik kedokteran, bukan hanya selama kegiatan berlangsung,” ungkapnya.
Melalui program ini, FK Unisba menegaskan tekadnya untuk melahirkan dokter yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga amanah, beretika, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.(ask/png)***


