MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan internal melalui penyelenggaraan Unisba Leadership Academy (ULA) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Unisba selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (21–23/4/2026), dan diikuti oleh para dekan serta wakil dekan sebagai bagian dari langkah strategis menghadapi Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029.
Program yang diinisiasi oleh Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kelembagaan ini dirancang untuk menyatukan visi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta meningkatkan kompetensi strategis pimpinan fakultas sebagai strategic manager dan risk-aware leader. Selain itu, forum ini juga mendorong para pimpinan mampu menerjemahkan kebijakan universitas ke dalam implementasi nyata di tingkat fakultas, dengan tetap berpegang pada nilai kepemimpinan Islami yang berlandaskan semangat Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M).
Rektor Unisba, A. Harits Nu’man, menegaskan bahwa ULA menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis ke depan. Ia menyebut kegiatan ini sebagai ruang kolaboratif dalam menyusun rencana tahun akademik 2026–2027 melalui skema Rencana Kerja dan Belanja (RKB).
“Unisba saat ini ibarat kapal besar yang terus berkembang, ditandai dengan peningkatan jumlah fakultas, program studi, serta capaian rekognisi nasional,” ujarnya.
Saat ini, Unisba memiliki 10 fakultas dan 36 program studi, dengan sekitar 50 persen di antaranya telah meraih akreditasi unggul. Capaian ini dinilai sebagai modal penting untuk menghadapi tantangan era disrupsi, khususnya di bidang teknologi. Rektor juga menekankan pentingnya keselarasan visi, penguatan sinergi, dan penyusunan strategi yang realistis dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.
Ketua panitia yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum, dan Keuangan (PASDUK), Helmi Aziz, menjelaskan bahwa ULA bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan di tingkat fakultas sekaligus menyelaraskan arah kebijakan universitas dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Renstra.
“Pimpinan fakultas diharapkan mampu menjadi change leader yang dapat mengelola dan mengorkestrasi sumber daya secara efektif untuk mencapai target kinerja yang terukur dan berkelanjutan,” jelasnya.
ULA 2026 menghadirkan berbagai materi strategis dari jajaran pimpinan yayasan dan universitas. Materi Spiritual Leadership dan Khitah Perjuangan disampaikan oleh Miftah Faridl selaku Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba. Sementara itu, Rektor Unisba juga memaparkan The Grand Design Unisba 2025–2027 and Beyond.
Beragam topik penting lainnya turut dibahas, mulai dari Academic and Student Excellence, Ethical and Prophetic Leadership, hingga strategi pengelolaan sumber daya dan anggaran, penjaminan mutu berkelanjutan, penguatan jejaring dan keberlanjutan, serta peningkatan riset dan dampak pengabdian kepada masyarakat.
Pada hari terakhir, para dekan mempresentasikan Personal Action Plan (PAP) yang berisi program prioritas masing-masing fakultas dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan indikator khas Unisba. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama antara rektor dan para dekan, serta penyerahan sertifikat kepada peserta.
Melalui ULA 2026, Unisba menegaskan komitmennya dalam membangun kepemimpinan institusional yang adaptif, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman guna menghadapi tantangan global serta mewujudkan visi besar menuju tahun 2033.(sani/png)***


