MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) — Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai platform digital perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir jernih, kritis, dan bertanggung jawab. Pesan tersebut mengemuka dalam Pengajian Umum Bulanan Lembaga Peningkatan Insan Mujahid-Mujtahid-Mujaddid (LPI3M) Universitas Islam Bandung (Unisba), Sabtu (25/7/2026).
Pengajian yang digelar di Masjid Al-Asy’ari Unisba itu mengusung tema “Islam dan Akal Sehat: Menemukan Keseimbangan di Era Suprainformasi”. Tema ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat yang menghadapi derasnya arus informasi melalui media sosial dan beragam kanal komunikasi digital.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si. Dalam sambutannya, Parihat menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme jamaah yang hadir mengikuti pengajian.
Ia menilai Pengajian Umum Bulanan perlu diselenggarakan secara berkelanjutan karena memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan spiritual sekaligus memperluas wawasan intelektual keislaman. Manfaat program tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh civitas academica Unisba maupun masyarakat luas.
LPI3M Unisba menghadirkan Ustadz Dr. K.H. Tata Sukayat, M.Ag., sebagai narasumber. Selain dikenal sebagai akademisi dan pendakwah, Tata Sukayat saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al-Jabbar.
Dalam kajiannya, Tata Sukayat menyoroti pentingnya membangun keseimbangan antara penggunaan akal dan ketaatan terhadap prinsip syariat. Menurutnya, kemampuan tersebut semakin penting di tengah melimpahnya informasi yang belum tentu benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap informasi. Setiap orang juga harus mampu menilai kredibilitas sumber, memahami konteks, dan memeriksa kebenaran isi pesan sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya.
Jamaah pun diajak membiasakan diri bersikap kritis, selektif, dan berhati-hati saat berhadapan dengan berbagai informasi. Langkah tersebut dapat mencegah penyebaran hoaks, fitnah, serta konten menyesatkan yang berpotensi merugikan orang lain.
Sikap kritis itu tetap perlu dibangun berdasarkan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, penggunaan akal tidak terlepas dari tanggung jawab moral dan kepatuhan terhadap tuntunan syariat.
Prinsip tersebut sejalan dengan semangat wasathiyah atau moderasi Islam. Umat diharapkan mampu mengambil sikap secara proporsional, tidak tergesa-gesa dalam membuat kesimpulan, serta menghindari tindakan berlebihan ketika merespons suatu informasi.
Pengajian tersebut diikuti pimpinan dan pengurus LPI3M Unisba, civitas academica, serta jamaah dari lingkungan internal dan eksternal kampus. Ruang utama Masjid Al-Asy’ari Unisba telah dipadati peserta sejak rangkaian acara dimulai.
LPI3M Unisba juga menayangkan pengajian secara langsung melalui kanal YouTube @alasyariunisba. Siaran tersebut disediakan agar kajian dapat diikuti oleh masyarakat yang tidak berkesempatan hadir langsung di lokasi.
Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan selanjutnya melalui Instagram @lpi3m.unisba dan @alasyariunisba, YouTube @alasyariunisba, serta Facebook lpi3m.unisba.
Melalui program pengajian bulanan ini, LPI3M Unisba berupaya menghadirkan pembinaan keislaman yang mencerahkan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer. Program tersebut diharapkan turut membentuk umat yang moderat, cerdas, kritis, dan bijaksana dalam menghadapi era suprainformasi. (askur/nmn)***


