Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Dua Mahasiswa Baru Unisba Bawa Bekal Istimewa ke Bangku Kuliah
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Feature

Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Dua Mahasiswa Baru Unisba Bawa Bekal Istimewa ke Bangku Kuliah

admin@mediakampus
Last updated: September 14, 2026 1:46 pm
admin@mediakampus Published September 14, 2026
Share
Hafal 30 Juz Al-Qur’an, Dua Mahasiswa Baru Unisba Bawa Bekal Istimewa ke Bangku Kuliah
Keduanya merupakan penerima Beasiswa Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M) Unisba Kategori Hafizh Al-Qur’an. Di balik pencapaian tersebut, ada cerita tentang proses panjang, rasa lelah, dukungan keluarga, hingga usaha untuk tetap konsisten menjaga hafalan.(foto: komhumas unisba)
SHARE

MEMULAI  kehidupan sebagai mahasiswa menjadi babak baru bagi Aghsally Tsabit Aqdami dan Muhammad Fauzan Nur Alif Lalana. Keduanya sama-sama resmi menjadi mahasiswa baru Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Tahun Akademik 2026/2027.

Contents
Hafalan Selesai, Perjalanan Mengabdi BerlanjutFauzan Mulai Menghafal Sejak Kelas 3 SDTantangan Baru: Menjadi Hafizh di Tengah Kesibukan Kampus

Namun, ada satu bekal istimewa yang telah mereka bawa jauh sebelum mengenakan almamater Unisba: hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Aghsally dan Fauzan merupakan penerima Beasiswa Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (3M) Unisba Kategori Hafizh Al-Qur’an. Di balik predikat sebagai hafizh 30 juz, tersimpan perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Ada proses menghafal yang melelahkan, perjuangan melawan rasa jenuh, dukungan keluarga, bimbingan para ustaz, hingga tantangan terbesar setelah hafalan selesai, yakni menjaganya tetap melekat.

Bagi Aghsally, perjalanan menjadi hafizh tidak berlangsung dalam sekali langkah.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba ini telah mengenal kehidupan pesantren sejak kelas 4 SD. Meski demikian, ia mengakui bahwa ketika duduk di bangku SMP, proses menghafalnya belum berjalan serius.

“Saya waktu di SMP kebanyakan main,” katanya.

Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting bagi Aghsally. Memasuki jenjang SMA, ia memutuskan berpindah lingkungan dan melanjutkan pendidikan di Markaz Tahfizh Icakan, Ciamis.

Keputusan itu menjadi momentum untuk memperbaiki diri sekaligus menyelesaikan target hafalan yang sebelumnya belum tuntas.

“Kalau di sini masih main-main terus, enggak diselesaikan hafalannya, bakal sama saja kejadiannya sama yang di SMP,” ujarnya.

Di lingkungan baru tersebut, Aghsally menetapkan target yang cukup jelas: 10 juz setiap semester.

Target itu dijalankan secara bertahap. Semester pertama berhasil menyelesaikan 10 juz, kemudian dilanjutkan 10 juz pada semester berikutnya. Hingga akhirnya, seluruh hafalan 30 juz Al-Qur’an berhasil dituntaskan dalam waktu sekitar satu tahun empat bulan.

Hafalan Selesai, Perjalanan Mengabdi Berlanjut

Menuntaskan 30 juz ternyata bukan akhir dari perjalanan Aghsally.

Setelah menyelesaikan hafalannya, ia melanjutkan proses belajar sekaligus menjalani pengabdian dengan mengajar di Riau. Di sana, ia dipercaya mengampu halaqah tahfizh.

Pengalaman tersebut semakin memperkuat ketertarikannya terhadap dunia pendidikan Islam.

Setelah kembali ke Bandung, Aghsally kemudian memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Unisba dengan mengambil Program Studi PAI. Pilihan tersebut terasa selaras dengan perjalanan yang telah dilaluinya.

Latar belakang pesantren, pengalaman menghafal Al-Qur’an, serta pengalaman mengajar menjadi alasan yang membuat pendidikan Islam terasa dekat dengan dirinya.

Kini, tantangan yang dihadapi Aghsally pun berubah. Jika sebelumnya ia berjuang menyelesaikan hafalan, saat menjadi mahasiswa ia harus memastikan 30 juz yang telah dihafalnya tetap terjaga di tengah kesibukan perkuliahan dan aktivitas kampus.

Aghsally memilih cara sederhana untuk mempertahankan hafalannya, yakni menyediakan waktu khusus untuk murajaah setiap hari.

Waktu sebelum atau setelah Subuh menjadi salah satu pilihan. Dalam waktu tersebut, ia dapat membaca satu hingga dua juz. Tidak harus selalu dalam waktu yang panjang, tetapi harus dilakukan secara konsisten.

Bagi Aghsally, menjaga hafalan membutuhkan kebiasaan yang terus dilakukan.

“Yang penting istiqamah, konsisten tiap hari harus ada yang dibaca,” tuturnya.

Prinsip itulah yang kini menjadi bagian dari rutinitasnya sebagai mahasiswa baru Unisba.

Fauzan Mulai Menghafal Sejak Kelas 3 SD

Perjalanan serupa, dengan cerita yang berbeda, juga dijalani Muhammad Fauzan Nur Alif Lalana.

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Unisba tersebut mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas 3 SD di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Al Azka, Cisauk, Tangerang-Banten.

Empat tahun kemudian, tepatnya ketika duduk di kelas 1 SMP, Fauzan berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.

Perjalanan itu tentu tidak selalu berjalan mulus. Fauzan mengaku pernah mengalami kelelahan hingga muncul keinginan untuk menyerah. Namun, dukungan orang tua serta bimbingan ustaz membuatnya tetap bertahan.

“Saya tahu bahwa hafalan Al-Qur’an ini tujuan yang mulia,” katanya.

Kesadaran tersebut menjadi salah satu kekuatan bagi Fauzan untuk terus melanjutkan perjuangannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan Kudus pada 2025, Fauzan tidak langsung melanjutkan kuliah.

Ia memilih menjalani masa pengabdian selama satu tahun dengan membantu pondok, khususnya dalam hal kedisiplinan dan tata tertib.

Setelah masa pengabdian selesai, Fauzan kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Unisba dan memilih Program Studi Teknik Industri.

Ketertarikannya terhadap Teknik Industri salah satunya karena bidang tersebut memiliki cakupan yang luas. Selain itu, Unisba memang termasuk salah satu kampus yang sejak awal menjadi impiannya.

Lokasi kampus yang relatif dekat dengan rumah menjadi nilai tambah. Namun, ada alasan lain yang tidak kalah penting bagi Fauzan: ia berharap lingkungan Unisba dapat membantu dirinya tetap menjaga hafalan Al-Qur’an.

Sebagai penerima Beasiswa 3M Kategori Hafizh Al-Qur’an, Fauzan melihat beasiswa tersebut bukan hanya sebagai dukungan dalam pembiayaan pendidikan.

Lebih dari itu, beasiswa tersebut menjadi pengingat agar ia terus menjaga hafalan yang telah diperjuangkan sejak kecil.

“Dengan saya mendapatkan beasiswa ini, saya tahu ini dapat membantu saya tetap menjaga Al-Qur’an saya, hafalan saya,” ujarnya.

Untuk menjaga hafalannya di tengah aktivitas perkuliahan, Fauzan tidak menetapkan pola yang terlalu berat. Ia memilih memanfaatkan waktu-waktu luang untuk tetap berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Membaca lima hingga 10 halaman di sela kesibukan, menurutnya, sudah dapat menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an setiap hari.

Tantangan Baru: Menjadi Hafizh di Tengah Kesibukan Kampus

Aghsally dan Fauzan kini memasuki lingkungan yang berbeda dari kehidupan pesantren.

Di pesantren, ritme belajar dan hafalan relatif terbentuk melalui sistem yang sudah berjalan. Sementara di perguruan tinggi, keduanya harus belajar mengatur waktu secara lebih mandiri.

Kuliah, tugas, aktivitas mahasiswa, pergaulan, hingga kewajiban menjaga hafalan harus berjalan beriringan.

Karena itu, tantangan mereka bukan lagi sekadar bagaimana menambah hafalan, melainkan bagaimana menjadikan Al-Qur’an tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari di tengah dinamika dunia kampus.

Keduanya menyadari bahwa menjadi hafizh bukan hanya tentang mampu mengingat 30 juz, tetapi juga tentang menjaga hubungan dengan Al-Qur’an secara konsisten.

Perjalanan Aghsally dan Fauzan di Unisba pun memiliki tujuan yang lebih jauh daripada sekadar menyelesaikan pendidikan sarjana.

Aghsally memiliki harapan untuk suatu hari membangun lembaga tahfizh atau pondok pesantren sendiri. Ia ingin terus berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani.

Sementara Fauzan ingin memanfaatkan ilmu dan hafalan yang dimilikinya untuk ikut menyebarkan serta membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Keduanya kini berdiri di titik awal perjalanan baru sebagai mahasiswa Unisba.

Dua mahasiswa baru, dua kisah perjuangan yang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: menjadikan hafalan Al-Qur’an bukan sekadar pencapaian, melainkan bekal untuk menjalani masa depan.

Beasiswa 3M menjadi salah satu bentuk dukungan Unisba agar perjalanan tersebut terus berlanjut. Harapannya, Aghsally dan Fauzan dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam ilmu, kehidupan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di Kampus Biru, perjalanan mereka baru saja dimulai. 30 juz telah menjadi bekal. Kini saatnya ilmu, iman, dan kontribusi berjalan bersama.(askur/nmn)***

TAGGED:#Unisba #MahasiswaBaruUnisba #Hafizh30Juz #HafizhAlQuran #Beasiswa3MUnisba #BeasiswaUnisba #TahfizhAlQuran #GenerasiQurani #PendidikanIslam #UniversitasIslamBandung
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

LSP Unisba Tingkatkan Kapasitas Asesor melalui RCC di Grand Tebu Bandung

admin@mediakampus admin@mediakampus November 4, 2025
Media: Representasi, Negosiasi, dan Agensi dalam Masyarakat
Research Talk Series 03 FEB Unisba: Mahasiswa Magister Manajemen Dibekali Teknik Penyusunan Kuesioner Tesis yang Valid dan Reliabel
Unisba Ambil Bagian dalam Rakernas dan Jambore Nasional AMKI 2025
Unisba Semarakkan Ramadan 1447 H dengan Tabligh Akbar, Santunan 613 Anak Yatim dan Guru Ngaji, serta I’tikaf Bersama
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar