MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menghadirkan suasana Ramadan yang sarat nilai spiritual dan kepedulian sosial melalui rangkaian kegiatan tabligh akbar, santunan bagi anak yatim, dhuafa, dan guru ngaji, serta i’tikaf bersama di Masjid Al-Asy’ari Unisba, Sabtu–Minggu (14–15/3/2026).
Kegiatan yang digelar oleh Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) tersebut merupakan bagian dari Gebyar Ramadan 1447 H. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen Unisba dalam memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan sivitas akademika dan masyarakat sekitar.
Pada kegiatan tabligh akbar, jamaah mendapatkan tausiyah dari KH Rukman Wiriadinata, M.Ag. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan universitas, pengurus yayasan, sivitas akademika Unisba, para penerima santunan, serta masyarakat di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan Unisba setiap bulan Ramadan. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan kampus.
Ia berharap jumlah penerima santunan dapat terus meningkat di masa mendatang seiring bertambahnya kepercayaan masyarakat kepada Unisba sebagai lembaga pendidikan tinggi.
“Mudah-mudahan ke depan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Unisba, jumlah penerima santunan yang bisa kami bantu juga semakin bertambah,” ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa kegiatan sosial ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih menghadapi tantangan ekonomi.
“Kehadiran Unisba diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini mendapatkan rida Allah SWT dan Unisba semakin maju dalam melahirkan generasi yang faqih fiddin, berakhlakul karimah, serta mampu menjadi pemimpin umat di masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH Miftah Faridl, menegaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh keistimewaan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperluas kepedulian sosial.
“Ramadan adalah bulan istimewa yang mengajarkan kita untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak berbagi. Mudah-mudahan seluruh amal yang dilakukan dalam kegiatan ini diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Ia juga mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Ad-Duha yang menekankan pentingnya memuliakan anak yatim serta bersikap santun kepada orang yang meminta. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa merupakan jalan untuk meraih rahmat dan keberkahan dari Allah SWT.
Santunan untuk 613 Penerima
Ketua LPI3M Unisba, Dr. Parihat, Dra., M.Si., melaporkan bahwa pada tahun ini santunan diberikan kepada 613 penerima, yang terdiri dari 484 anak yatim dan dhuafa serta 129 guru ngaji.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta memberikan penghargaan kepada para guru ngaji yang telah berperan besar dalam mengajarkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung visi Unisba dalam membentuk generasi yang memiliki karakter mujahid, mujtahid, dan mujaddid, yakni generasi yang berilmu, berjuang, serta mampu memberikan kemaslahatan bagi umat,” jelasnya.
I’tikaf Bersama di Masjid Al-Asy’ari
Setelah kegiatan tabligh akbar dan penyaluran santunan, rangkaian acara dilanjutkan dengan I’tikaf Unisba 1447 H yang mengusung tema “Sentuhan Ilahi: Ketika Allah SWT Lebih Dekat dari Urat Nadi Kita” di Masjid Al-Asy’ari Unisba.
Kegiatan i’tikaf yang berlangsung pada 14–15 Maret 2026 tersebut diikuti oleh 276 peserta, yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unisba menegaskan bahwa i’tikaf merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan di bulan suci Ramadan.
Ia menilai Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum pendidikan spiritual, evaluasi diri, dan perencanaan masa depan.
Rektor juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum i’tikaf tidak hanya untuk mendoakan diri sendiri, tetapi juga mendoakan kemajuan Universitas Islam Bandung.
“Unisba adalah kampus perjuangan yang terus berikhtiar melahirkan insan yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter. Kami berharap dari kampus ini lahir para pemimpin yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang mendalam atau tafaqquh fiddin,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa konsep tafaqquh fiddin di Unisba diterjemahkan melalui nilai 3M, yakni Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, yang menjadi karakter utama lulusan Unisba.
“Mudah-mudahan jumlah calon Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid terus bertambah setiap tahunnya. Mari kita bersama-sama berdoa agar Unisba semakin berkembang dan semakin dipercaya masyarakat dalam mendidik generasi masa depan,” pungkasnya.(ask/png)*


