MEDIA-KAMPUS.COM (NMN)— Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Islam Bandung (KPM Unisba) kembali memperkuat regenerasi organisasi melalui penyelenggaraan Diklat Kampus Calon Anggota Angkatan XXXIV di Gedung Student Centre Unisba, Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema “Building Resilient Protocol Leaders Through Integrity and Service”, kegiatan ini diikuti 24 calon anggota yang dipersiapkan menjadi protokoler berkarakter, profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Unisba, Dr. Asnita Frida B.R. Sebayang, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan merupakan ruang strategis untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta jiwa melayani.
Menurut Asnita, peran seorang protokoler jauh melampaui tugas mengatur jalannya acara. Seorang protokoler juga menjadi representasi institusi dalam setiap kegiatan resmi sehingga karakter, profesionalisme, dan kualitas pelayanan harus ditanamkan sejak proses kaderisasi.
“Seorang protokoler bukan sekadar menjalankan tata acara, tetapi juga menjadi wajah Universitas Islam Bandung dalam setiap kegiatan resmi. Karena itu, karakter, profesionalisme, dan kemampuan memberikan pelayanan harus dibangun sejak dini,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidangnya. Rohmatul Mahfiroh, S.Sos. membawakan materi Beauty Class and Grooming, Ari Yuda Laksmana, M.M., PCC., IC-ACC. menyampaikan materi Etiket, Manners, dan Kepribadian, Akhmad Yusup, S.Sy., M.Sc. memberikan pelatihan Public Speaking, sedangkan Dr. M.E. Fuady, S.Sos., M.Si. mengupas materi Keprotokolan dan Kehumasan.
Dalam paparannya, Ari Yuda menjelaskan bahwa kualitas seorang protokoler tidak hanya diukur dari penguasaan teknis, tetapi juga dari etika, kepribadian, dan kemampuan membangun komunikasi yang efektif. Ia menilai sikap santun, rasa percaya diri, serta penghargaan kepada orang lain menjadi modal utama dalam membangun citra organisasi.
Sementara itu, Dr. Fuady menegaskan bahwa tantangan keprotokolan saat ini semakin kompleks. Seorang protokoler dituntut tidak hanya memahami tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kehumasan melalui komunikasi yang efektif, pelayanan prima, serta kemampuan menghadirkan pengalaman positif bagi tamu dan seluruh pemangku kepentingan.
“Keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari tertibnya susunan acara, tetapi juga dari bagaimana tamu merasa dihargai, dilayani, dan memperoleh pengalaman yang baik. Di situlah keprotokolan berperan dalam membangun citra dan reputasi organisasi,” ujar dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba tersebut.
Praktik dan Simulasi Lapangan
Selain mengikuti sesi pembelajaran di kelas, peserta juga menjalani berbagai praktik, diskusi kelompok, serta simulasi keprotokolan. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis sekaligus membangun karakter kepemimpinan sebagai calon anggota korps protokoler mahasiswa tertua di Jawa Barat.
Pembina KPM Unisba, Tri Nur Aini Noviar, S.Sos., M.Si., mengapresiasi antusiasme seluruh peserta selama mengikuti rangkaian diklat. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah organisasi secara profesional.
“Laksanakan tugas keprotokolan dengan menjunjung tinggi etika, disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme sebagai representasi Universitas Islam Bandung,” pesannya.
Ketua Umum KPM Unisba, Raisya Salsabila, didampingi Ketua Pelaksana Kalya Najmi Hakimah, menjelaskan bahwa Diklat Kampus merupakan tahapan awal dalam proses kaderisasi anggota baru yang dipersiapkan untuk mengemban tugas-tugas keprotokolan di lingkungan Unisba.
Menurut Raisya, kegiatan ini bertujuan membangun kompetensi, loyalitas, serta semangat kebersamaan para calon anggota sehingga siap menjalankan tugas keprotokolan secara profesional.
Ia menambahkan, proses kaderisasi akan berlanjut melalui Diklat Lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Balai Diklat Keagamaan Bandung. Tahapan tersebut difokuskan pada penguatan karakter, kepemimpinan, disiplin, kerja sama tim, serta peningkatan kemampuan peserta melalui berbagai praktik dan simulasi keprotokolan di lapangan.(askur/nmn)***


