MATAHARI baru saja naik di langit Bandung ketika halaman Universitas Islam Bandung (Unisba) mulai ramai oleh suara tawa, musik ceria, dan derap langkah ratusan orang. Mereka datang bukan sekadar untuk berjalan kaki, tetapi untuk merayakan kebersamaan, semangat, dan cinta terhadap kampus yang telah berusia 67 tahun.
Dengan mengenakan kaos bertuliskan “Sehat, Asik, Kreatif”, civitas akademika Unisba—mulai dari dosen, pegawai, mahasiswa, hingga alumni—berbaur tanpa sekat. Tak ada jarak antara rektor dan staf, antara mahasiswa dan dosen; semua larut dalam semangat yang sama: melangkah bersama untuk Unisba.
Sebelum perjalanan dimulai, senam massal digelar. Diiringi musik energik, tangan-tangan terangkat, langkah-langkah berayun, dan tawa pun pecah. “Senamnya bikin segar, apalagi rame-rame begini, rasanya kayak keluarga besar yang benar-benar hidup,” ujar seorang peserta sambil menyeka keringat.
Rute Fun Walk pagi itu sederhana namun penuh makna — Kampus Unisba – Jalan Dago (U-turn Teuku Umar) – kembali ke kampus. Jalan yang mereka lalui bukan sekadar aspal dan trotoar; ia adalah simbol perjalanan panjang Unisba sejak berdiri pada 1958 hingga kini menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Tanah Air.
Di sepanjang perjalanan, terdengar canda, kamera ponsel beraksi, dan semangat kreatif mengalir. Banyak tim memanfaatkan momen ini untuk membuat konten video lucu dan inspiratif—bukti bahwa generasi Unisba memang tak hanya sehat, tapi juga kreatif dan melek digital.
Tak kurang dari 927 peserta dari 93 tim ikut ambil bagian. Dari pegawai hingga alumni IKA Unisba dan BEMU, semua berjalan dengan wajah sumringah. Panitia bahkan menyiapkan 10 kloter keberangkatan agar suasana tetap tertib dan meriah.
Puncak keseruan terjadi ketika doorprize dibagikan. Sorak-sorai pecah saat hadiah utama—sebuah sepeda motor—diumumkan. Tapi lebih dari sekadar hadiah, kebahagiaan terbesar pagi itu adalah rasa memiliki: bahwa Unisba bukan hanya tempat bekerja atau belajar, melainkan rumah bersama.
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Prof. Dr. K.H. Miftah Faridl, Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, menuturkan doa dan harapan agar Unisba terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang unggul dan memberi manfaat bagi bangsa.
“Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya dan memberi kita kekuatan untuk meneruskan perjuangan para pendiri. Mari kita besarkan Unisba dengan kesungguhan dan keikhlasan,” ujarnya penuh makna.
Di usia ke-67, Fun Walk bukan sekadar perayaan, tapi metafora perjalanan Unisba sendiri—melangkah bersama dengan napas iman, semangat kebersamaan, dan kreativitas yang tak pernah padam.
Di akhir acara, peserta duduk bersama dalam suasana santai botram, menikmati hidangan sambil berbagi cerita. Di antara gurauan dan tawa, terselip rasa haru: bahwa kebersamaan seperti inilah yang membuat Unisba tetap muda di hati setiap warganya.(eva/png)

