MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Komitmen mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Islam Bandung (Unisba) dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, pada 5–18 Juli 2026.
Selama dua pekan pelaksanaan KKN, mahasiswa menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat, pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), edukasi, serta penguatan partisipasi warga dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Sebelum merealisasikan program kerja, tim KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Ciburial, ketua RW, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Langkah tersebut bertujuan memetakan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan serta potensi desa agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hasil observasi menunjukkan Desa Ciburial memiliki potensi besar di sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata. Namun di sisi lain, masyarakat masih menghadapi persoalan kesehatan berupa tingginya risiko penyakit tidak menular, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat. Kondisi ini dipengaruhi masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, mahasiswa meluncurkan program Gerakan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat bertajuk “Kenali Risikonya untuk Cegah Penyakitnya” yang diikuti oleh 58 warga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penyuluhan mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan hipertensi, diabetes melitus, serta asam urat. Edukasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar asam urat sebagai langkah deteksi dini penyakit tidak menular.
Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan meningkat setelah mengikuti kegiatan yang diselenggarakan mahasiswa KKN.
Olah Madu Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Tak hanya berfokus pada kesehatan, mahasiswa juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi melalui inovasi pengolahan madu menjadi produk permen yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Pelatihan ini melibatkan pelaku UMKM, kader desa, serta masyarakat. Materi yang diberikan mencakup proses produksi, teknik pengemasan, pembuatan label, hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap potensi madu lokal Desa Ciburial dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
Program lain yang mendapat antusiasme warga adalah penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dipadukan dengan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai.
Kegiatan yang melibatkan kader kesehatan, PKK, dan masyarakat ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan tanaman herbal sebagai solusi alami dalam menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, program tersebut juga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif yang ramah lingkungan.
Melalui praktik langsung, peserta belajar membuat spray anti nyamuk alami sekaligus menanam berbagai jenis tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.
Berbagai Program Sosial dan Pendidikan
Selain tiga program unggulan, mahasiswa KKN Farmasi Unisba juga melaksanakan berbagai kegiatan pendukung di setiap wilayah RW.
Program tersebut meliputi penyuluhan penggunaan obat secara rasional, edukasi gizi seimbang, pembinaan keagamaan melalui kegiatan Ruhuddin, bimbingan belajar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung), kerja bakti lingkungan, senam bersama, edukasi kesehatan bagi anak-anak dan remaja, hingga berbagai aktivitas sosial lainnya.
Seluruh kegiatan dirancang menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan kolaboratif sehingga masyarakat terlibat secara aktif dalam setiap proses pelaksanaan program.
Pelaksanaan KKN mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Ciburial, perangkat desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga yang berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan.
Sinergi yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat menjadi modal utama dalam menyukseskan berbagai program pengabdian yang telah dirancang.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa Program Studi Farmasi Unisba tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat.
Program KKN ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan serta menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat Desa Ciburial yang lebih sehat, mandiri, produktif, dan memiliki daya saing di masa mendatang. (askur/nmn)***


