HEMBUSAN angin sejuk di lingkungan Universitas Islam Bandung (Unisba) seolah menyambut semangat baru yang berhembus dari ruang-ruang kuliah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Di balik kesibukan mahasiswa dan dosen, Program Studi Akuntansi tengah menorehkan langkah besar: menjembatani ilmu, budaya, dan kolaborasi lintas negara melalui Rangkaian Kegiatan Internasionalisasi.
Selama tiga hari, 6–8 Oktober 2025, Unisba tak hanya menjadi tempat bertemunya para akademisi, tetapi juga menjadi titik temu antara visi global dan nilai-nilai Islam. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional serta menjalin kerja sama dengan berbagai mitra luar negeri — bukti bahwa pendidikan Islam tak berhenti di batas geografis, melainkan meluas hingga ranah internasional.
Empat agenda besar menjadi jantung kegiatan ini. Dimulai dari Kuliah Umum Internasional (Studium General) bertema The Accounting Profession in the Digital Era, yang membuka wawasan mahasiswa tentang peran akuntan di tengah derasnya gelombang digitalisasi. Dilanjut dengan Visiting Lecture yang menyoroti isu-isu mutakhir seperti digital accounting, sustainability, dan governance.
Tak berhenti di ruang kuliah, kolaborasi juga diwujudkan lewat Benchmarking Kurikulum bersama perguruan tinggi mitra luar negeri, demi menyelaraskan standar akademik dan memperkaya perspektif global. Puncaknya, kegiatan International Community Service di Masjid Mungsolkanas, Kota Bandung, mengajak peserta untuk belajar sekaligus berbagi ilmu melalui tema Introduction to Basic Mosque Financial Reporting — sebuah praktik nyata pengelolaan keuangan masjid yang transparan dan profesional.
Dalam Studium General, hadir tiga pembicara inspiratif: Dr. Syellya Md Zaini dari Faculty of Accountancy Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia; Ade Dikdik, S.E., M.Si., dosen Unisba sekaligus Managing Director Perumdam Tirta Tarum Karawang; serta Prof. Dr. Sri Fadilah, S.E., M.Si., Ak., CA., ACPA, Guru Besar Akuntansi Unisba. Dr. Syellya tidak hanya berbagi pandangan akademik, tetapi juga menularkan semangat kolaborasi antarbangsa melalui perannya di berbagai agenda, mulai dari Visiting Lecture hingga International Community Service.
Kegiatan pengabdian masyarakat internasional juga menghadirkan Dr. Helliana, S.E., M.Si., Ak., CA., CTT., yang membawakan materi Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid. Di hadapan peserta, ia berbagi gagasan bagaimana masjid dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi umat dengan tata kelola keuangan yang profesional dan akuntabel.
Bagi Dr. Kania Nurcholisah, S.E., M.Si., Ak., CA., Kepala Program Studi Akuntansi FEB Unisba, kegiatan ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan cermin dari visi besar Unisba untuk menyiapkan lulusan yang tangguh, berintegritas, dan siap bersaing secara global.
“Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya memahami teori akuntansi, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dunia,” ujar Kania penuh semangat.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pihak UiTM Malaysia, yang menjadi mitra utama dalam kegiatan ini. Kania berharap, kolaborasi ini bisa berlanjut pada program pertukaran mahasiswa dan dosen, agar semangat internasionalisasi terus tumbuh di lingkungan akademik Unisba.
Senada dengan itu, Dekan FEB Unisba, Prof. Dr. Nunung Nurhayati, S.E., M.Si., menekankan pentingnya internasionalisasi sebagai upaya membangun kerja sama yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan kegiatan seperti ini sebagai momentum. Dari sinilah kurikulum digital, riset kolaboratif, dan kemitraan global bisa tumbuh lebih kuat,” ungkapnya.
Kegiatan yang berlangsung dinamis dan penuh inspirasi ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi Akuntansi Unisba dalam memperkuat perannya di kancah internasional. Di tengah perubahan dunia yang serba cepat, langkah-langkah kecil dari ruang kuliah di Bandung ini sesungguhnya adalah bagian dari perjalanan besar menuju pendidikan Islam yang berwawasan global.
Dari Unisba, untuk dunia. Dari ruang akuntansi, untuk masa depan yang transparan dan berintegritas.(ask/png)


