MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Rapat Koordinasi Revisi Proses Bisnis bertajuk “Sinkronisasi Koordinasi Antar Unit dalam Struktur Organisasi Baru”, Kamis (8/1). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium dan Ruang Pertemuan Gedung Dekanat Unisba Lantai 8 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola institusi seiring penerapan struktur organisasi terbaru di lingkungan Unisba.
Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 42 peserta yang berasal dari unsur Yayasan, pimpinan universitas, ketua dan sekretaris badan serta lembaga, kepala bagian, kepala pusat, hingga kepala UPT. Agenda dibuka melalui sesi pleno, dilanjutkan dengan Pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) bersama Yendra Rahmat Pamungkas dari ESQ Group Cabang Jawa Barat. Kegiatan juga diisi pemaparan Basic Risk Management dalam pengelolaan perguruan tinggi oleh Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unisba Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., didampingi Kepala Seksi Manajemen Risiko SPI Unisba Dr. Umari Abdurrahim Abi Anwar, S.T., M.S.M.
Memasuki agenda inti, peserta mengikuti lokakarya sinkronisasi koordinasi lintas unit dan bidang. Pembahasan difokuskan pada isu-isu strategis, meliputi pemeringkatan dan akreditasi, pengelolaan sumber daya manusia serta karier dosen dan pembinaan ruhul Islam, pengembangan kurikulum dan sarana prasarana, hingga perencanaan strategis, mitigasi risiko, dan keuangan. Lokakarya ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan proses bisnis antarunit agar lebih efektif, terintegrasi, dan sejalan dengan struktur organisasi baru.
Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya rapat koordinasi sebagai sarana memperkuat sinkronisasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh unit kerja guna mencapai target institusi. Ia menekankan perlunya proses pembelajaran bersama antarbagian agar informasi yang disampaikan ke pihak eksternal tersaji secara akurat, terkoordinasi, dan tidak saling tumpang tindih.
Rektor juga mengingatkan bahwa pencapaian target institusi menuntut kerja keras seluruh unsur pimpinan dan unit kerja, sekaligus menjaga capaian yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa Unisba lahir dari spirit kuat untuk mencetak pemimpin yang unggul secara akademik, sekaligus memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai keagamaan.
Lebih jauh, Rektor berharap sinergi dan kolaborasi yang terbangun dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, serta kerja yang dilandasi keikhlasan. Ia juga berharap materi ESQ yang disampaikan mampu menyentuh sisi batin peserta dan menumbuhkan semangat pengabdian bagi kemajuan institusi Unisba di masa mendatang.
Perkataan dan Perbuatan Harus Sejalan
Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang rapi dan konsisten antara ucapan serta tindakan, dengan fondasi keikhlasan dalam menjalankan amanah kelembagaan. Menurutnya, Unisba perlu terus membangun sistem tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan terintegrasi melalui transformasi digital, agar mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang memberi dampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum, dan Keuangan Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Unisba telah menetapkan struktur organisasi dan tata kelola baru melalui Peraturan Rektor Nomor 198/D.10/SK-Rek/XI/2025. Penetapan tersebut membawa konsekuensi strategis berupa penyesuaian tugas dan fungsi unit, pembentukan unit baru, serta kebutuhan penyelarasan proses bisnis lintas bidang.
Ia menambahkan bahwa pada tahap awal implementasi masih terdapat potensi ketidakjelasan jalur koordinasi, mekanisme komunikasi, serta prosedur eskalasi antarunit, terutama pada proses strategis seperti pemeringkatan, akreditasi, kurikulum, sarana prasarana, SDM dan karier dosen, hingga perencanaan strategis dan keuangan. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini dipandang krusial sebagai forum penyamaan persepsi dan pengambilan keputusan bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusun peta koordinasi antarunit, mekanisme komunikasi yang jelas dan akuntabel, serta teridentifikasi persoalan koordinasi lintas unit yang bersifat strategis. Seluruh hasil rapat selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan Buku Tata Kelola Islami Berbasis Manajemen Risiko serta pelaksanaan lokakarya lanjutan guna memperkuat sinergi dan kinerja institusi Unisba. (askur/png)


