Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Pertemuan Rutin MUI Bandung Dipenuhi Haru dan Inspirasi di Pesantren Baitul Hidayah
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Pertemuan Rutin MUI Bandung Dipenuhi Haru dan Inspirasi di Pesantren Baitul Hidayah

admin@mediakampus
Last updated: Desember 11, 2025 6:49 am
admin@mediakampus Published Desember 11, 2025
Share
Pertemuan Rutin MUI Bandung Dipenuhi Haru dan Inspirasi di Pesantren Baitul Hidayah
Jajaran Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kota Bandung menggelar silaturahmi rutin sekaligus koordinasi di Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Rabu (10/12). Pertemuan yang dihadiri 85 pengurus MUI ini bukan sekadar agenda formal, namun menjadi panggung bagi kisah spiritual luar biasa dari pendiri pesantren yang mampu mengubah duka mendalam menjadi kekuatan wakaf dan dakwah. (foto: komhumas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM — Silaturahmi dan rapat koordinasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Kota Bandung yang digelar di Pondok Pesantren Baitul Hidayah pada Rabu (10/12) berubah menjadi momen penuh kehangatan dan air mata haru. Agenda yang dihadiri 85 pengurus ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan wadah bagi sebuah kisah spiritual mendalam tentang bagaimana duka dapat menjelma menjadi kekuatan besar bagi dakwah dan wakaf pendidikan. Acara yang dipandu KH Ali Ridwan Anshory, Lc., MA tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Ketua MUI Kota Bandung Prof. Dr. Miftah Faridh dan KH Iwan Shofyan Andi, S.E., M.Si.

Contents
Dari Penolakan Mendalam Menuju Sujud Penuh HidayahAmanat Rio dan Wakaf yang Menghidupkan Pendidikan

Dalam sambutannya, Prof. Miftah—yang juga menjabat Ketua Umum Yayasan Pendidikan Unisba—menyampaikan apresiasi atas langkah MUI Bandung yang konsisten bersilaturahmi dengan berbagai pesantren di kota ini. Namun, momen paling menyentuh muncul ketika KH Iwan Shofyan Andi membagikan perjalanan lahirnya Pesantren Baitul Hidayah.

Kisah bermula dari pasangan Martono dan Agnes, yang pada awalnya memeluk agama Katolik. Segala perubahan itu berakar pada pengalaman memilukan atas sakitnya putra bungsu mereka, Rio, yang dirawat di RS Borromeus. Menjelang kepergiannya, Rio mengucapkan pesan yang begitu mengguncang hati kedua orang tuanya: “Hidup di dunia ini hanya 1,5 cm. Ayah dan Ibu harus lebih baik dari Rio. Rio tunggu di surga.”

Saat azan Maghrib berkumandang—meski tak terdengar dari dalam ruang perawatan—Rio menggenggam tangan kedua orang tuanya, meminta dirinya untuk disyahadatkan kembali, lalu wafat setelah mengulangi pesan “1,5 cm” untuk yang ketiga kalinya.

Dari Penolakan Mendalam Menuju Sujud Penuh Hidayah

Kepergian Rio mengguncang iman Agnes. Ia tenggelam dalam kekecewaan terhadap keyakinan lamanya dan menelusuri seluruh kitab agama yang ada di Indonesia, kecuali Al-Qur’an—karena ia menyimpan rasa benci terhadap Islam.

Namun hidayah datang secara tak terduga. Martono suatu hari menemukan Agnes tersungkur sujud sambil menangis di lantai tiga rumah mereka, tubuhnya tertutup jaket tebal. Dari momen itulah, Agnes mantap menyatakan diri masuk Islam.

Keputusan tersebut sempat menimbulkan perdebatan dalam rumah tangga. Martono meragukan keyakinan istrinya, hingga Agnes berkata dengan tegas, “Kalau Bapak kecewa Ibu masuk Islam, silakan ceraikan. Modal Ibu hanya mengajar Iqro.” Bahkan keduanya sempat berdebat tentang siapa yang lebih dulu memeluk Islam, karena Martono menganggap dirinya telah terlebih dahulu mengislamkan Rio.

Amanat Rio dan Wakaf yang Menghidupkan Pendidikan

Kisah spiritual keluarga ini semakin kuat ketika uang duka selepas kepergian Rio ternyata berjumlah tepat untuk biaya keberangkatan haji. Mereka menafsirkan pesan Rio tentang memberikan “mobil” dan “rumah” kepada Bi Ti (pembantu keluarga) sebagai simbol perjalanan menuju Tanah Suci dan kembali ke “rumah” Allah, yakni Baitullah.

Perjalanan batin tersebut dilengkapi dengan pengorbanan besar Martono yang mewakafkan tanah seluas 7,6 hektare di bukit Panyandaan. Di atas wakaf tersebut kemudian berdirilah Pesantren Baitul Hidayah yang dibangun oleh para alumni Pesantren Gontor: Ustadz Iwan Shofyan Andi, S.E., M.Si., Ustadz Erik Setiawan, M.I.Kom, Ustadz Ahmad Busyro Said, serta Ustadz Ali Ridwan Anshory, Lc., MA. Pesantren ini diresmikan pada 9 Juli 2010 dan terus berkembang hingga hari ini.

Setelah merasakan bagaimana doa dan usaha mereka diijabah Allah SWT, Martono dan Agnes berkomitmen mengabdikan hidup untuk umat. Komitmen itu diwujudkan antara lain melalui pencarian ayat pembenaran yang mereka temukan dalam Surat Yunus ayat 49, pemberian hadiah umroh kepada petugas kebersihan dan pedagang bakso di lingkungan tempat tinggal mereka, serta menghajikan seorang dhuafa yang rajin salat dhuha dan selama bertahun-tahun bermimpi menunaikan ibadah haji.

Dalam pertemuan itu, KH Miftah Faridh juga menegaskan pentingnya penguatan aspek legalitas Yayasan An-Nurul Kholis—yang berdiri sejak 2009—agar seluruh proses perizinan pendidikan dapat berjalan lebih cepat dan formal.

Kisah yang disampaikan di hadapan para pengurus MUI Kota Bandung tersebut menjadi bukti bahwa tragedi mampu menjadi pintu hidayah, dan bahwa pengorbanan yang tulus dapat tumbuh menjadi wakaf abadi demi pendidikan dan kemaslahatan umat.(askur/png)

TAGGED:#MUIBandung #PesantrenBaitulHidayah #SilaturahmiMUI #KisahSpiritual #WakafPendidikan #InspirasiIslam #HidayahAllah #KotaBandung #DakwahDanWakaf #CeritaMengharukan
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang
Unisba Resmikan Empat Guru Besar Baru, Perkuat Kapasitas Akademik Kampus

Unisba Resmikan Empat Guru Besar Baru, Perkuat Kapasitas Akademik Kampus

admin@mediakampus admin@mediakampus Mei 1, 2026
Wamendiktisaintek Bahas Strategi untuk Membangun Budaya Ilmiah Berkelas di Indonesia
MC3 2026 Unisba Jadi Wadah Kompetisi dan Kreativitas Pelajar Pecinta Matematika
Rektor Unisba Berangkatkan Tim PKM Tanggap Bencana ke Sumatera Barat
LPPM Unisba Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Pelatihan Peternakan Ayam Petelur di Garut
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar