MEDIA-KAMPUS.COM – Atmosfer penuh semangat dan motivasi menyelimuti kampus Universitas Tazkia saat digelarnya Tabligh Akbar pada 1 Maret 2026. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan tausiah utama, tetapi juga sesi Inspiration Talk yang menjadi sorotan karena menampilkan pengalaman nyata dari pimpinan kampus, alumni, hingga mahasiswa aktif.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah figur inspiratif, yakni alumni Tazkia Ustadz Ardhy Surya Nugraha, mahasiswa pascasarjana sekaligus tokoh publik Ridwan Abdul Ghani, serta mahasiswa angkatan 2023, Teguh Masykuri. Ketiganya berbagi kisah perjalanan akademik, pilihan hidup, serta pengalaman menempuh pendidikan di kampus berbasis syariah.
Rektor Universitas Tazkia, Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, dalam sambutannya menegaskan bahwa Tabligh Akbar bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun optimisme dan semangat meraih masa depan yang lebih cerah.
“Kita semua ingin sukses, kaya, dan bahagia. Salah satu jalannya adalah dengan menuntut ilmu,” ujarnya di hadapan para peserta.
Beliau juga memanjatkan doa agar para mahasiswa tidak hanya sukses secara duniawi, tetapi juga meraih keberhasilan di akhirat.
“Semoga semua saudara-saudaraku sukses dunia dan akhirat. Yakinlah dengan prinsip man jadda wa jadda, siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil,” tambahnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas kehidupan seseorang di masa depan.
Alumni 2011: Pentingnya Restu Orang Tua dalam Menentukan Pendidikan
Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika alumni angkatan 2011, Ardhy Surya Nugraha, kembali menginjakkan kaki di kampus tempat ia pernah menimba ilmu. Ia mengaku bangga dan bahagia dapat hadir kembali, kali ini sebagai alumni yang berbagi pengalaman kepada generasi berikutnya.
“Merupakan kebahagiaan besar bisa kembali ke Universitas Tazkia sebagai alumni dan mengisi acara di sini,” ungkapnya.
Dalam pesannya kepada mahasiswa, ia menekankan pentingnya melibatkan orang tua dalam menentukan pilihan perguruan tinggi. Menurutnya, keputusan pendidikan yang matang adalah keputusan yang direncanakan bersama keluarga serta dilandasi restu orang tua.
Inspirasi juga datang dari Ridwan Abdul Ghani yang kini tengah menempuh studi pascasarjana di Universitas Tazkia. Ia menceritakan perjalanan hidupnya yang membawanya kembali mendalami ilmu syariah.
Baginya, keputusan tersebut bukan sekadar pilihan akademik, melainkan bagian dari proses pendewasaan spiritual dan intelektual. Kisahnya membuktikan bahwa belajar tidak dibatasi oleh usia maupun latar belakang.
Tak kalah menginspirasi, Teguh Masykuri, mahasiswa aktif angkatan 2023, turut membagikan impiannya selama berkuliah di Tazkia. Ia menargetkan dua capaian besar sekaligus: menjadi hafiz Al-Qur’an serta membangun karier sebagai pengusaha di bidang bisnis.
Perpaduan antara nilai spiritual dan jiwa kewirausahaan tersebut mencerminkan karakter pendidikan di Universitas Tazkia yang mengintegrasikan ajaran Islam, ekonomi syariah, serta pembentukan kepemimpinan.
Melalui sesi Inspiration Talk ini, para peserta memperoleh gambaran komprehensif tentang kehidupan akademik di Universitas Tazkia, mulai dari perspektif pimpinan kampus, alumni, hingga mahasiswa yang sedang menjalani proses pendidikan. (ask/png)***


