MEDIA-KAMPUS.COM – Program Studi Magister Ilmu Kedokteran (PSMIK) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali mengukuhkan perannya dalam pengembangan riset biomedis dengan menggelar Workshop In Silico bertema “Strategi In Silico untuk Penemuan Obat dan Identifikasi Biomarker pada Penelitian Biomedis” pada 21–22 Februari 2026.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Universitas Padjadjaran. Sinergi lintas institusi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat penelitian berbasis komputasi di bidang kedokteran dan biomedis.
Perkuat Kompetensi Mahasiswa dan Dosen
Workshop ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa PSMIK sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dalam mengembangkan penelitian biomedis modern. Selain memperkuat rekognisi Program Studi Magister Ilmu Kedokteran Unisba, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan layanan laboratorium penelitian terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti, dosen, dan mahasiswa, baik dari internal maupun eksternal FK Unisba.
Tak hanya itu, workshop ini menjadi momentum penting dalam membangun dan memperluas jejaring kolaborasi riset lintas disiplin, baik di lingkungan internal Unisba maupun dengan institusi eksternal.
Dibuka Secara Hibrid, Diikuti 36 Peserta
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara hibrid. Pada Sabtu (21/2/2026), workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., serta Ketua Program Studi PSMIK, Dr. Wida Purbaningsih, dr., M.Kes.
Dalam sambutannya, pimpinan fakultas menekankan bahwa penguasaan pendekatan in silico merupakan bagian penting dari riset biomedis masa kini. Metode berbasis komputasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses drug discovery serta identifikasi biomarker secara lebih cepat dan akurat.
Sebanyak 36 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen internal PSMIK FK Unisba serta peserta eksternal turut ambil bagian. Tingginya partisipasi terlihat dari diskusi yang aktif dan keterlibatan peserta dalam sesi praktik.
Pendalaman Konsep hingga Implementasi Praktis
Hari pertama diisi dengan pemaparan materi oleh Muhammad Yusuf, Ph.D., Ketua Program Studi Departemen Kimia FMIPA sekaligus peneliti di Pusat Riset Bioteknologi Molekular dan Bioinformatika Universitas Padjadjaran Bandung. Ia membahas konsep dasar serta strategi penerapan in silico dalam penemuan obat, identifikasi biomarker, hingga integrasi data molekuler dalam penelitian biomedis.
Memasuki hari kedua, Minggu (22/2/2026), workshop difokuskan pada sesi praktik (hands-on). Peserta memperoleh pendampingan langsung dalam Workflow Docking for Drug Discovery from Natural Products, praktik Molecular Docking, serta analisis interaksi ligan–reseptor. Sesi ini dipandu oleh Fauzian Giansyah, M.Biotek., bersama tiga asisten.
Pada sesi praktik tersebut, peserta tidak hanya memahami tahapan teknis molecular docking, tetapi juga menerapkannya sesuai topik riset masing-masing. Salah satu praktik yang menarik perhatian adalah simulasi Molecular Dynamics untuk mengoptimalkan profil ADMET berdasarkan hasil analisis LC-MS tanaman obat yang sedang diteliti. Pendekatan ini menunjukkan integrasi efektif antara data eksperimental dan komputasi guna meningkatkan validitas serta efisiensi penelitian biomedis.
Di akhir kegiatan, peserta menyampaikan bahwa workshop ini memberikan wawasan dan keterampilan yang sangat relevan dengan perkembangan riset biomedis berbasis komputasi. Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus memperkuat kolaborasi antar institusi.
Melalui workshop ini, PSMIK FK Unisba kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan dan penelitian berbasis teknologi komputasi, serta memperluas jejaring kolaborasi strategis demi kemajuan ilmu kedokteran dan biomedis di Indonesia. (ask/png)***


