Media Kampus
Masuk
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Reading: Survei Nasional Unisba: 67,6 Persen Balita Masih Konsumsi Susu Kental Manis, Dokter Anak Ingatkan Bahaya Salah Persepsi Gizi
Share
Media KampusMedia Kampus
Font ResizerAa
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Search
  • Berita PT
  • Materi Kuliah & Buku
  • Tips Trik Akademis
  • Kreativitas Mahasiswa
  • Inspirasi Karir
  • Event & Kegiatan Kampus
Have an existing account? Sign In
Follow US
Info Kampus

Survei Nasional Unisba: 67,6 Persen Balita Masih Konsumsi Susu Kental Manis, Dokter Anak Ingatkan Bahaya Salah Persepsi Gizi

admin@mediakampus
Last updated: Juli 6, 2026 12:53 pm
admin@mediakampus Published Juli 6, 2026
Share
Survei Nasional Unisba: 67,6 Persen Balita Masih Konsumsi Susu Kental Manis, Dokter Anak Ingatkan Bahaya Salah Persepsi Gizi
Survei nasional yang baru saja dilakukan Universitas Islam Bandung (Unisba) terhadap 2.150 orang tua balita menunjukkan masih tingginya kesalahan persepsi dalam penggunaan susu kental manis.(foto: komhumnas unisba)
SHARE

MEDIA-KAMPUS.COM (NMN) – Hampir satu dekade setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa susu kental manis (SKM) bukan merupakan susu pertumbuhan, persepsi masyarakat Indonesia ternyata masih belum banyak berubah. Hal itu terungkap dalam survei nasional yang dilakukan Universitas Islam Bandung (Unisba) yang menunjukkan 67,6 persen orang tua masih memberikan susu kental manis kepada balita sebagai pengganti susu pertumbuhan.

Contents
Dokter Anak: Susu Kental Manis Bukan Sumber Nutrisi BalitaHasil Kolaborasi Riset dan Jurnalisme Presisi

Survei yang melibatkan 2.150 orang tua balita dari berbagai daerah di Indonesia tersebut mengungkap masih kuatnya kesalahan persepsi mengenai fungsi susu kental manis dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Temuan ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar balita yang menjadi objek penelitian berada pada rentang usia 1–3 tahun, yaitu masa emas pertumbuhan yang membutuhkan asupan protein, vitamin, dan mineral secara optimal.

Yang menarik, mayoritas responden dalam penelitian ini merupakan lulusan sarjana. Fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan penggunaan susu kental manis bukan hanya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan faktor ekonomi, budaya keluarga, kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi, hingga kuatnya pengaruh promosi dan iklan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba yang diketuai Firmansyah, dengan anggota Prof. Septiawan Santana Kurnia, Ahmad Fadhli, Betha Dwi Octaviani, Ridfiadzi Aldreka, dan Khalifia Rahma Nidya.

Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unisba, Firmansyah, mengatakan penelitian ini berangkat dari fenomena masih banyaknya orang tua yang menganggap susu kental manis memiliki manfaat yang sama dengan susu pertumbuhan.

Padahal, menurutnya, produk tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi dengan kadar protein dan zat gizi yang relatif rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi anak pada masa tumbuh kembang.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana masyarakat memahami kandungan gizi susu kental manis. Persoalan ini penting karena Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan gizi anak, mulai dari stunting, wasting, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular sejak usia dini,” ujar Firmansyah.

Dokter Anak: Susu Kental Manis Bukan Sumber Nutrisi Balita

Temuan survei tersebut mendapat perhatian dari dokter spesialis anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. Viramitha Kusnandi Rusmil, M.Kes., Sp.A., Subsp.NPM(K).

Ia menegaskan bahwa susu kental manis tidak dapat dijadikan sumber nutrisi utama bagi anak karena komposisinya didominasi gula, sementara kandungan protein, vitamin, dan mikronutrien yang dibutuhkan balita sangat terbatas.

“Anak usia satu hingga tiga tahun seharusnya memperoleh susu pertumbuhan atau sumber nutrisi lain yang sesuai dengan kebutuhan gizinya. Susu kental manis memiliki kandungan gula yang tinggi, tetapi protein dan mikronutriennya sangat rendah,” jelas Viramitha.

Menurutnya, usia satu hingga tiga tahun merupakan fase yang sangat menentukan bagi pertumbuhan tinggi badan, pembentukan jaringan otot, perkembangan organ tubuh, serta perkembangan fungsi otak.

Ia menambahkan bahwa salah satu nutrisi paling penting pada periode tersebut adalah protein berkualitas tinggi yang mengandung asam amino esensial. Meskipun protein susu sapi dikenal baik untuk mendukung pertumbuhan anak, kandungan protein dalam susu kental manis tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hasil Kolaborasi Riset dan Jurnalisme Presisi

Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Tim Peneliti Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba dengan Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) sebagai implementasi konsep jurnalisme presisi.

Pendekatan tersebut menggabungkan metode ilmiah, survei, analisis statistik, dan pengolahan data dalam proses peliputan sehingga menghasilkan informasi yang lebih akurat, objektif, mendalam, dan berbasis bukti.

Melalui hasil penelitian ini, tim peneliti berharap masyarakat semakin memahami perbedaan antara susu pertumbuhan dan susu kental manis, sehingga orang tua dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak pada masa emas pertumbuhan serta membantu menekan risiko stunting, wasting, dan berbagai gangguan kesehatan di masa mendatang.(askur/nmn)***

TAGGED:Survei Unisba Susu Kental Manis Gizi Balita Susu Pertumbuhan Anak Kesehatan Anak Indonesia Dokter Spesialis Anak Stunting pada Balita Nutrisi Tumbuh Kembang Anak Fikom Unisba Jurnalisme Presisi
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
FacebookLike
TwitterFollow
PinterestPin
YoutubeSubscribe

LATEST NEWS

Yuk Gabung Jadi Penulis di MediaKampus.Info

Punya ide dan cerita menarik? Salurkan bakat menulismu dan bagikan inspirasimu bersama kami! Bergabunglah menjadi penulis sekarang!

Daftar Sekarang

Unisba Gelar Pengajian Internasional, Jamaah Malaysia Turut Hadir

admin@mediakampus admin@mediakampus November 26, 2025
Dorong Kesiapan Wajib Pajak di Era Digital, Tax Center FEB Unisba Dampingi Aktivasi Coretax
Rektor Unisba Dampingi Menteri Diktisaintek Tinjau Kinerja Reaktor Plasma Dingin di TPS Berbudaya Arcamanik
BMU Unisba Ajak 28 Mahasiswa Penerima Beasiswa Berbagi Edukasi Ramadan dengan Anak-anak SD di Lembang
LPPM Unisba Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Pelatihan Peternakan Ayam Petelur di Garut
Media Kampus
  • Info Kampus
  • Opini
  • Riset & PKM
  • Info Video
  • Feature
  • Dunia Kerja
  • Profil
  • Contact

Mediakampus.info adalah wadah kreatifitas civitas akademi untuk berbagi informasi

© MediaKampus.info – . All Rights Reserved.

Follow US on Socials

  • Disclaimer
  • Ketentuan Privasi
  • Tentang Kami
Selamat Datang Kembali

Silakan Masuk Ke Akun Anda

Username or Email Address
Password

Lupa Pasword?

Belum Jadi Member? Daftar