MEDIA-KAMPUS.COM – Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Bandung menyelenggarakan kegiatan Ta’aruf Angkatan IX pada Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba, Jalan Purnawarman Nomor 59, Bandung ini diikuti oleh 73 mahasiswa baru.
Ta’aruf menjadi gerbang awal bagi peserta untuk memahami lingkungan akademik, budaya kampus, serta nilai-nilai ke-Unisbaan sebelum menempuh pendidikan profesi apoteker.
Akreditasi Unggul Bukti Kualitas Institusi
Rektor Unisba, A. Harits Nu’man, hadir sebagai pemateri dalam sesi bertema Ke-Unisbaan. Ia menegaskan bahwa predikat akreditasi unggul yang diraih Unisba merupakan bentuk pengakuan dari masyarakat dan pemerintah atas mutu institusi.
Saat ini, Unisba telah terakreditasi unggul secara institusi, dengan sekitar 50 persen program studi juga memperoleh status unggul. Dalam regulasi terbaru, akreditasi tersebut berlaku selama tiga hingga lima tahun dan mensyaratkan penguatan mutu akademik serta internasionalisasi.
“Capaian unggul ini adalah hasil perjuangan bersama yang harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Rektor menjelaskan bahwa visi Unisba mengintegrasikan ilmu pengislaman, sains, dan kesehatan. Visi ini melahirkan misi untuk mencetak sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.
Ia kembali menegaskan tiga karakter utama lulusan Unisba, yakni Mujahid, sebagai pejuang dalam proses akademik, Mujtahid, sebagai pemikir dan peneliti, dan Mujaddid, sebagai pembaharu dan inovator.
Dalam konteks profesi apoteker, mahasiswa didorong untuk tekun dalam studi, aktif menghasilkan penelitian dan karya ilmiah, serta menciptakan inovasi di bidang farmasi demi kemaslahatan umat.
Komitmen FMIPA Cetak Lulusan Kompeten
Dekan FMIPA Unisba, Suwendar, menegaskan bahwa FMIPA memiliki visi menjadi fakultas unggul dalam bidang statistika, matematika, sains, dan farmasi berbasis nilai-nilai Islam.
Untuk mewujudkan lulusan yang unggul secara akademik dan berakhlak Islami, fakultas terus meningkatkan kualitas dosen, seleksi mahasiswa baru, fasilitas pembelajaran, serta pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dengan penguatan nilai keislaman.
Ia berharap mahasiswa PSPPA mampu menguasai ilmu farmasi, mengimplementasikannya di tengah masyarakat, serta memiliki akhlak mulia dan menjadi pribadi yang faqih fiddin.
Dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, FMIPA menerapkan prinsip good university governance berbasis nilai Islam. Peningkatan kapasitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dilakukan secara berkelanjutan guna membangun lingkungan akademik yang inklusif dan kolaboratif.
Kegiatan Ta’aruf ini juga bertujuan membantu mahasiswa—terutama yang bukan alumni Unisba—memahami sejarah, visi, dan misi kampus. Selain itu, mereka diperkenalkan pada perbedaan pendidikan farmasi jenjang sarjana dan profesi, termasuk struktur kurikulum PSPPA Unisba.
“Harapannya, mahasiswa baru PSPPA semakin siap menjalani pendidikan profesi hingga lulus dan resmi menjadi apoteker,” pungkasnya.
Ta’aruf PSPPA Angkatan IX ini menjadi langkah awal dalam membentuk calon apoteker yang unggul, profesional, inovatif, dan berakhlak Islami sesuai dengan visi besar Unisba.(ask/png)***


