SALAMMADANI.COM (NMN) – Penguatan tata kelola mahasiswa asing menjadi fokus pertemuan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin dalam Sharing Session bertajuk “Manajemen Penerimaan Mahasiswa Asing Baik Reguler dan Non Reguler”.
Pertukaran pengalaman tersebut digelar di Ruang Rapat 2-3 Gedung LPPM Lantai 3 Unisba, Jalan Hariangbanga Nomor 4-6, Bandung, Kamis (24/9/2026). Forum ini mempertemukan unsur terkait dari kedua perguruan tinggi untuk membahas pengelolaan mahasiswa asing, baik jalur reguler maupun nonreguler.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerja Sama Unisba, Prof. Dr. Ratna Januarita, S.H., LL.M., M.H., kemudian dilanjutkan sambutan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi ULM, Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc.
Memasuki sesi utama, pembahasan diarahkan pada mekanisme penerimaan, pendataan, layanan akademik, serta koordinasi antarunit dalam pengelolaan mahasiswa asing.
Ratna mengatakan, pengelolaan mahasiswa asing di Unisba tidak dilakukan oleh satu unit saja. Sejumlah unit yang berkaitan langsung dilibatkan, antara lain Kantor Urusan Internasional (KUI), Admisi, dan bidang akademik.
Koordinasi dengan unit lain, termasuk bidang kemahasiswaan dan beasiswa, juga tetap dilakukan. Pola tersebut diperlukan agar proses pengelolaan sekaligus pendataan mahasiswa asing dapat berlangsung secara terpadu.
“Karena agendanya terkait dengan mahasiswa asing, untuk saat ini kami melibatkan secara terbatas unit-unit yang memang terkait, yaitu Kantor Urusan Internasional, Admisi, dan Akademik,” ujar Ratna.
Ia menambahkan, KUI menjadi salah satu unit yang banyak menangani kebutuhan mahasiswa asing. Namun, berbagai proses tetap membutuhkan koordinasi dengan unit terkait, mulai dari pendataan mahasiswa dan administrasi akademik hingga penerbitan surat keputusan mahasiswa pada tahun berjalan.
Bagi Ratna, forum bersama ULM tidak harus berhenti pada pembahasan manajemen mahasiswa asing. Kerja sama dapat diperluas ke bidang akademik lainnya yang berpotensi memperkuat kapasitas kedua perguruan tinggi.
Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan publikasi dan sitasi sebagai bagian dari penguatan kinerja institusi, baik dalam konteks akreditasi maupun pemeringkatan internasional.
“Harapannya, ini tidak terbatas pada pembahasan atau diskusi yang terkait mahasiswa asing. Mudah-mudahan ini juga bisa berkembang ke unit-unit lain,” tuturnya.
ULM Bidik Sekitar 320 Mahasiswa Asing
Sementara itu, Yusuf Azis mengungkapkan bahwa ULM sedang memperkuat pengelolaan mahasiswa asing sekaligus menjajaki pengembangan kerja sama dengan perguruan tinggi lain.
Menurut Yusuf, kerja sama akademik seperti joint publication dan joint research dapat dikembangkan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
“Joint publication, joint research dan lain-lain melewati LPPM. Tentu saja kami juga menyadari bahwa dari sisi IKU, mahasiswa asing ini cukup besar bagi kami di ULM,” kata Yusuf.
Ia mengatakan, ULM memiliki target penerimaan mahasiswa asing yang cukup besar. Pada tahun ini, kementerian menargetkan sekitar satu persen atau sekitar 320 mahasiswa asing untuk ULM.
Sementara itu, jumlah mahasiswa asing yang saat ini dimiliki ULM masih berada pada angka puluhan. Karena itu, ULM melakukan benchmarking ke sejumlah perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi di Bandung.
“Kami perlu melakukan benchmarking ke Bandung, ke UPI kemarin dan juga ke Unisba, bagaimana kiat-kiat mereka, termasuk UPI yang bisa mencapai sekitar 900 jumlah mahasiswa asing, baik reguler maupun nonreguler, degree maupun non-degree,” jelasnya.
Melalui pertemuan tersebut, ULM berharap mendapatkan wawasan mengenai strategi yang diterapkan Unisba dalam mengelola mahasiswa asing. Pertukaran pengalaman ini juga membuka peluang untuk memperluas kolaborasi kedua universitas, terutama dalam bidang akademik dan internasionalisasi.
Diskusi yang dimoderatori Ratna Januarita itu melibatkan unit-unit yang berkaitan dengan pengelolaan mahasiswa asing dari kedua universitas.
Dari Unisba hadir Kepala Admisi Arba’iyah Satrani, S.Pi., MA (Hons); Kepala Kantor Urusan Internasional Muhamad Imam Pamungkas, S.Pd.I., M.Ag., Ph.D.; Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Ginanjar Ikhsan Putra, S.H.; Kepala Seksi Beasiswa, Magang, dan Mobilitas Internasional Rama Arianto Widagdo, S.T., M.URP.; serta Kepala Seksi Kerja Sama Akademik dan Non Akademik Internasional Rose Fatmadewi, S.Si., M.URP.
Sementara dari ULM hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas dan Sistem Informasi; Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Irwan Budiman, S.T., M.Kom.; Sub Koordinator Kerja Sama Mayang Muhairinnisa, S.Pd., M.Pd.; Ketua Tim Reputasi dan Sustainabilitas Universitas (Resus) Dr. Mutiani, S.Pd., M.Pd.; Sekretaris Tim Resus Rifiana, S.P., M.P.; Ketua Kantor Urusan Internasional Utami Irawati, Ph.D.; Plt. Kabag. Akademik Rakhman Farisi, S.T.; serta jajaran staf lainnya.
Rangkaian sharing session ditutup dengan penyerahan cinderamata antara Unisba dan ULM serta foto bersama. Penutupan tersebut sekaligus menjadi simbol penguatan hubungan dan peluang kerja sama kedua perguruan tinggi ke depan.(askur/nmn)***


